<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544</id><updated>2012-01-16T07:08:16.174-08:00</updated><category term='Murid'/><category term='Beranda'/><category term='Puisi'/><category term='Psikologi'/><category term='Manajemen'/><category term='Dunia pesantren'/><category term='Teladan'/><category term='Guru'/><category term='Dirasat'/><title type='text'>Pesantren</title><subtitle type='html'>Napak Tilas Sekolahan Nabi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-8624172135348440084</id><published>2011-11-28T12:20:00.000-08:00</published><updated>2011-11-28T12:25:50.756-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Sebuah kesetiaan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRaSA0Xq-JFiPV030iNAufnI7jkNzbKTdfWlzmdjwov4MohW09EbA" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRaSA0Xq-JFiPV030iNAufnI7jkNzbKTdfWlzmdjwov4MohW09EbA" width="162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perjanjian Hudaibiyah disepakati oleh Rasulullah saw. dan&amp;nbsp; pihak Quraisy yang diwakili oleh Suhail. Tertulis  di antara poin perjanjian bahwa pihak muslimin harus mengembalikan setiap orang dari pihak Quraisy yang datang ke Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat Rasulullah saw menandatanganinya datanglah Abu Jandal -putra Suhail sendiri- dalam keadaan terikat. Dari kondisinya terlihat bahwa ia telah mengalami siksaan yang berat dari kaum Quraisy. Dengan sinis Suhail pun berkata : "Ini untuk pertama kali kita berlakukan perjanjian kita!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Kita belum mulai perjanjian kita, kalaupun akan kita mulai ijinkan Abu Jandal untuk ikut bersamaku&lt;/i&gt;" demikian Rasulullah saw. tidak tinggal diam berusaha untuk membujuk Suhail. Namun Suhail tetap bersikeras, bahkan mengancam akan membatalkan perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denga isak dan rintihan Abu Jandal r.a. memohon, "Kaum muslimin! Apakah kalian akan  mengembalikan aku kepada orang-orang musyrik itu agar mereka menyiksaku lagi karena keislamanku?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, posisi yang sulit bagi Rasulullah saw menghadapi kenyataan ini, apalagi Suhail tak henti memukulinya di depan beliau.  &lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5173494776468305544&amp;amp;postID=8624172135348440084" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Namun apa daya, meskipun perjanjian hitam di atas  putih belum selesai ditandatangani, Rasulullah saw. tetap harus  mengembalikan Abu Jandal r.a. ke Mekah untuk memenuhi perjanjian  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Abu Jandal, bersabarlah,  sesungguhnya Allah akan memberikan jalan keluar kepadamu dan orang-orang  tertindas yang bersamamu&lt;/i&gt;." Terdengar Rasulullah saw melepas Abu Jandal dengan seuntai doa sekaligus motivasi sebagai bekal dalam menghimpun kekuatan dengan muslim Mekah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan untuk sebuah kesetiaan tampak jelas pada penggalan sejarah di atas. Muhammad saw. sang guru menunjukkan kepada para sahabat bahwa perjanjian atau akad bukan hal yang remeh, bahkan kepada musuh sekalipun. Dan pada waktu yang sama kita bisa saksikan kesetiaan kasih sang guru pada muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan dari kesetiaan yang tulus seperti ini terasa dan sangat membekas. Sehingga, bukan kekecewaan dan kebencian yang menyelimuti Abu Jandal ra. tapi justru kebanggaan akan keagungan nilai kesetiaan dalam Islam dan semangat untuk menyusun kekuatan, menjemput janji Allah dan RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, kesetiaan yang seperti apa yang telah kita tularkan untuk anak didik kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-8624172135348440084?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/8624172135348440084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/11/sebuah-kesetiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8624172135348440084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8624172135348440084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/11/sebuah-kesetiaan.html' title='Sebuah kesetiaan'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-2476772200445540160</id><published>2011-10-29T00:34:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T00:34:45.839-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Pondasi akhlak</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSHWo_1B24ulGjMtsi0sAkw87rV_e8VG1N1C2Dqv__tSkjPwDbCVA" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="118" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSHWo_1B24ulGjMtsi0sAkw87rV_e8VG1N1C2Dqv__tSkjPwDbCVA" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Abdullah bin Mubarok berkata: "&lt;i&gt;Aku belajar adab selama 30 tahun dan belajar keilmuan 20 tahun, mereka (generasi sebelum beliau) senantiasa belajar adab sebelum belajar keilmuan&lt;/i&gt;". (Ghayatun nihayah-Ibnul Jauzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sekali dengan kondisi kita saat ini, materi keilmuan dan pengetahuan menjadi tujuan utama dalam proses pembelajaran.Keberhasilan siswa pun diukur dengan barometer ini. Aspek budi pekerti dikesampingkan, bahkan tak jarang dianggap sebagai penghalang kreatifitas dan modernitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mengherankan jika kita mendapati siswa abad ini berani menyalak pada gurunya, mencela dan memakinya. Baginya, guru tidak lebih dari sekedar tukang ajar, sama seperti tukang kebun di rumahnya atau tukang masak di dapurnya. Sekolah atau pesantren pun dianggap layaknya terminal, bebas corat-coret dan tidak punya sedikitpun rasa memiliki dan menjaga, tidak pula terjalin hubungan emosional. Alih-alih memiliki akhlak kepada Allah, Rasul dan kitabNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang harus dibenahi dalam pendidikan kita. Pendidikan karakter semestinya tidak hanya slogan hari pendidikan, atau bahan pembahasan dalam seminar, namun dikaji pelaksanaannya, dicontohkan oleh semua yang terlibat dalam pendidikan dan selalu bercermin pada kehidupan &lt;i&gt;salaf&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita membaca biografi para ulama' pasti akan kita temukan kebanggaan terhadap guru-guru mereka, meski hanya mengambil satu hadits darinya. Dengan tulus mereka senantiasa mendoakan guru mereka ketika menyebut namanya atau sebelum baca kitab karyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan ilmiah yang dibangun di atas kekuatan akhlak akan menghasilkan sumber daya yang luar biasa. Ilmuwan yang rendah hati, profesional yang jujur, ulama' yang tegas dan dapat menjadi teladan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai dari kita, kemudian anak dan siswa kita, selanjutnya lingkungan dan bangsa kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-2476772200445540160?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/2476772200445540160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/10/pondasi-akhlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/2476772200445540160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/2476772200445540160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/10/pondasi-akhlak.html' title='Pondasi akhlak'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-7989210142578334669</id><published>2011-09-20T04:35:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T04:35:43.904-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Bentengi dirimu!</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSTgNwR5l55POuvPmSluCMRX5cUnfRgDibInLRnOwGr2eK6FC-2" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSTgNwR5l55POuvPmSluCMRX5cUnfRgDibInLRnOwGr2eK6FC-2" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;; font-size: 18pt; line-height: 115%;"&gt;اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا، اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 18pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Rasulullah saw Sang Guru mengajarkan doa di atas yang artinya: "&lt;i&gt;Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan , kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun dan siksa kubur, ya Allah, beri jiwaku ketakwaannya, sucikan ia, Engkau sebaik-baik Dzat yang mensucikannya, Engkau walinya dan pemiliknya, ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', nafsu yang tidak kenyang dan doa yang tidak terkabulkan&lt;/i&gt;". (HR. Muslim).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Doa merupakan bentuk kepasrahan dan ketergantungan kita kepada Allah yang semestinya kita lantunkan untuk melengkapi niat tulus dan usaha yang diupayakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Hawa nafsu memiliki tabiat menyuruh kita melakukan langkah keburukan; lemah semangat dan keimanan, kemalasan dalam ibadah dan belajar, kikir dalam harta maupun pengetahuan. Kesemuanya berpotensi mendatangkan balasan buruk; pikun di dunia dan siksa kubur di akherat. Ilmu yang didapat pun tidak akan bermanfaat, hati tidak akan bisa khusyu' dan doa-doa tidak dikabulkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Jika demikian adanya, maka nafsu ini harus ditundukkan dengan nilai-nilai ketakwaan, dilembutkan dengan lantunan ayat Al Quran, dididik untuk mencintai kebaikan dan akhlak mulia, serta didekatkan kepada Allah dengan doa yang khusyu'.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Ya, tantangan memang berat. Syetan dari golongan jin dan manusia tidak akan tinggal diam menyaksikan usaha kita itu. Segala cara ditempuh untuk menghalangi kita meniti jalan Allah, membuai kita sehingga kita lalai akan tugas dan tanggung jawab sebagai hambaNya. Mereka akan terus mencoba mengupdate program untuk membangkitkan nafsu dan membuatnya mudah diakses oleh siapapun dan dimanapun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" dir="LTR" style="direction: ltr; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;Kita tidak bisa menyalahkan mereka, karena memang itu pekerjaan syetan yang diproklamirkan di hadapan Allah. Namun di sisi lain Allah telah memberi kita arahan bagaimana menghindari langkah-langkah mereka. Rasulullah saw pun telah memberi teladan bagaimana kita membentengi diri dan berlindung kepada Rabb pemilik jiwa manusia dari kejahatan hawa nafsu. Terutama bagi kita, para penuntut ilmu.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-7989210142578334669?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/7989210142578334669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/09/bentengi-dirimu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7989210142578334669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7989210142578334669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/09/bentengi-dirimu.html' title='Bentengi dirimu!'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-3715409931717946105</id><published>2011-03-21T05:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T05:26:30.610-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Pemimpin sejati</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRHbRw_59_eYh5Dhune4kiBSkqvOLm_62BtOYjD4vHbnT7YDbU2" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="134" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRHbRw_59_eYh5Dhune4kiBSkqvOLm_62BtOYjD4vHbnT7YDbU2" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Barra' ra bercerita: "Pada waktu perang  Ahzab saya melihat Rasulullah saw menggali parit dan mengusung tanah  galian sampai saya tidak dapat melihat dada beliau yang berbulu lebat,  karena tebalnya tanah yang melumurinya".&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anas ra berkata: "Kaum Anshar dan Muhajirin menggali parit dan mengusung tanah galian  seraya mengucapkan :&lt;br /&gt;"Kami adalah orang-orang yang telah berbaiat kepada Muhammad untuk setia kepada Islam selama kami masih hidup.“&lt;br /&gt;Ucapan ini dijawab oleh Rasulullah saw :&lt;br /&gt;"Ya, Allah sesungguhnya tiada kebaikan kecuali kebaikan akherat maka berkatilah kaum Anshar dan Muhajirin.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir ra, ia berkata:  Ketika kami sedang sibuk menggali parit di Khandaq kami temukan  sebongkah batu besar yang sukar untuk dipecahkan. Para sahabat melapor  kepada Nabi saw: “Sebongkah batu menghambat kelancaran kami dalam  penggalian Khandaq“.&lt;/i&gt;  &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Nabi saw: "Biarkan aku yang turun.“  Kemudian beliau segera bangkit, sedang perut beliau diganjal dengan  batu. Sebelumnya kami tidak pernah merasakan makanan apa pun selama tiga  hari. Nabi saw segera mengambil martil dan dipukulkannya di atas batu  itu hingga hancur berupa pasir.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Jabir ra: "Aku katakan  kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah  ijinkanlah aku untuk pulang  sebentar.“ Sesampaiku di rumahku aku katakan kepada istriku,“ Aku lihat  sesuatu pada diri beliau yang tidak boleh kita biarkan. Adakah kamu  mempunyai sesuatu?“&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab istriku: “Ya, aku punya gandum dan  seekor anak kambing.“ Kemudian anak kambing itu segera kusembelih dan  gandum itu kutumbuk. Daging kambing itu kumasak dalam periuk dan tepung  gandum kumasukkan ke dalam pembakaran roti. Aku kembali ke tempat Nabi  saw dan kukatakan: “Ya, Rasulullah saw, aku ada sedikit makanan.  Datanglah engkau ke rumahku bersama seorang atau dua orang sahabatmu.“&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya  Nabi saw, “Berapa banyakkah makanan itu?“ Setelah kusebutkan jumlah  makanan itu beliau berkata, “Itu cukup banyak dan baik. Katakan pada  istrimu jangan diangkat masakan itu dari atas tungku dan roti itu jangan  pula sampai dikeluarkan dari tempat pembakarannya sebelum aku datang ke  sana.“&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi saw memanggil kaum Muhajirin dann Anshar,  “Bangkitlah kalian!“ Di dalam riwayat lain disebutkan: Kemudian Nabi saw  berteriak memanggil, “Wahai para penggali parit, mari kita datang.  Sesungguhnya Jabir telah memasak makanan besar.“&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku  masuk ke tempat istriku kukatakan padanya, “Nabi saw datang bersama kaum  Muhajirin dan Anshar dan orang yang bersama mereka.“&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya  istriku: “Apakah beliau menanyakan berapa banyak makanan kita? Jawabku:  “Ya.“ Istriku berkata, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.“&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi saw datang seraya berkata: “Masuklah kalian dan jangan berdesakan.“&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Nabi saw memotong-motong roti dan dicampurkan pada daging serta kuah  yang ada di periuk. Kemudian beliau mendekatkan hidangan kepada para  sahabat sedang beliau tetap memotong-motong roti itu dan dalam waktu  yang bersamaan para sahabat makan dengan puas sampai kenyang.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka  semuanya kenyang, sedangkan roti dan kuah masih tetap banyak sisanya.  Beliau berkata, “Makanlah ini dan bagikanlah kepada orang banyak karena  kini sedang terjadi musim paceklik.“&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhari) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah teladan tiada duanya dalam kepemimpinan. Tak heran jika membuahkan cinta yang tulus, loyalitas dan kepatuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, pemimpin yang sangat dekat dengan orang-orang yang dipimpinnya, merasakan apa yang diderita oleh mereka serta menemani mereka dalam tugas dan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kepemimpinan kita? Mari bercermin!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-3715409931717946105?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/3715409931717946105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/03/pemimpin-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3715409931717946105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3715409931717946105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/03/pemimpin-sejati.html' title='Pemimpin sejati'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6134134267949682028</id><published>2011-01-03T13:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T10:07:05.849-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Komunikasi Efektif</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERIUExMWEhQTFxYZFhQXFxgbGxwaFBUbGRUYHB0cHjIjGB0mIhQVIzEgLzMqOCwsFR8zQTMqNScrOCoBCQoKDQwOGA8PFCwkHB01KS8pKSwpKTU2LCwrLCkpKSksNiw1LCksLCwpLTUsKSkpKykpKSksKikpKSkpKSkpKf/AABEIAGcAYAMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAgMBAQAAAAAAAAAAAAAABQQGAQIDBwj/xAA5EAACAQMCBAMFBQYHAAAAAAABAgMAESEEEgUTMUEGIlEHMmFxoSNSgZGxFEJTYsHwM0NygpKisv/EABYBAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAABAv/EABkRAQEAAwEAAAAAAAAAAAAAAAABETFBAv/aAAwDAQACEQMRAD8A8NooooCiiigKKKKAooooCiiigKKK3jjLdAT1OPQZNBpRRRQFFFFAUUVkUGKzanB4ZHEAzPzGKqRGAbXcXXcbjFiDYdbjpXNeJML+SIr90xoP0F/xvQKwpotTqTjJ5VowsQx/hgKf+XvfWucfFW3gSWcdyyIx/Mi9Au0+kdzZFLH4D9fSrN4Z0xgTVSSKLiFgBdG94FcjqBdlF8frS7ifG9w2IAE9AAAfjYC1baTyaCdu8skcY+S3dv0FY9TMwsIqKKK2gooooCpnDNEJH8x2oMs3oPgO5PYVDp3o9HZSl/M20ueyAZC/FjfPp872CVFw3nPI9iqe6LmwHkbbke8VWNmt35Z6U8m0OzahaOK8tg1/NcMCFQM1zYlFuxAHIuzDFd+DToqCMT6eEBowTy97FJVKSFWIIBNo9xJjtZTfuZmk4mLlEk0y3cuzPyZWLopbYjv5MHmNzbBbyt72AwQdNEwjBhjCSBZHR5WUsEijV2JbpDdXUgKARtA3NuFovCdNzBKo3F/s1B3Gw590kLj3RbcLkklSpNxbDjVcT00aRwyNDIHHMaY85irCTbsKK12ttUrvGFUtlmwti47p1isHksyqoYFFkUGNbnYbjDgZBHQ47AOfjXVL+zptVbSiIIdoDWQWLEfutZEU/AC9zk13ink0ekTu/MlP+4hV/wDJrbxPxjnvGgYMsYbKggFpG3va4BYAkAE5O2tfFhtMkf8ABiiT8du5vqxqXcUjoooqoKKKKCToNIZHC9PU2vYd8Dqfh3pxrpASw5iRbiSVJZjnsxRSAf7xVfDWrFA9GhYrZCjj+VlJ/Lr9KlaLhKYG5TKMmO9m64OcE493rkY9KxWQagcazQsWLMeUoxufcLn0Atcn5D8q1kjQ7Rzoxtx/mfXyYpUzk9ST861qiw6TgzPNCFW6l13OvmW1xm4wKW8d1XM1Mz/eka3yvYfQUz8G+V5Zf4UbN+IBI+qiq8Tmsza8YoplwXgMuqdUiW7MyqL3AuzBQL2/mufQAmpI8I6jktLyyFVVax6kNJywQO53YI6i3QVpCSimep8PTJNJCVvLHJy9gNyz7rAIBlvw9R6120PhWeXl7VH2rSKpLAAtFEJWXPQ7WFr9TcdjQJqKfa7wZqIRIZFCrG8as17i0t9kgtkxmws3fcKf+H/Z0Wkd90WriiZgFR2CyFIuaRna3u7rLgty2yAL0FT4JwKTVSFI9g2jczO6oqqDYkkn4jAuc9Ku/A/Ztp2BMsskx6BYl5aFt1gvMcHrk3sKs+k8O2vJMFPL2KqqFVVDrvjCKosAR0t16m+afHROhYG6hGCttBPvWt06DINBSdX7ONPLZUVdJZupkkkcg4sxYBRbqbAVtP7GontyJpSOhLKDnuRYD8u3rV30un89ip/1Zb0JuAAfvZz06GrfwzU6dIwXYRny4cgX3DylfUH+hoPE9R7MdTptPqUiH7Q8iAgKLNt3gHBOT5WwK8wmgZGKspVlNipBBBHUEHoa+vOFaqKbUai2bBECkEYS+7/s5H4X6WpH4+9men1yFmXZKB5ZlHmHoG++vwP4EVIteMezziMUbRkysh3KjqEY2DyACY2wV8wjPf7Q4tTHXLHBE0YebmxQamNG5LhNSjyGUtGzEFOVLc7rHdsGBe1V7wjwCaaJ5NPGJXWRVdTsG1LB94LkAWK+9272uL2biHi/VHbDDqI5ZRI11jijdJDIVT9mBC31ChMu5urbFGbAtUdYWZeJaqYu6ldXIu0K5Zw0iRxFTax5YDkAkG+0C+41H4Bo40KwDXJLPDLBqUmjSaWJREwiWAgLvJfmjygWG1V6tjhxfjEuqfXSPKZY4hK+mkUG0BGpDQneABd+Xy1W7HzDptpxHwBTqTLGIRqpZBKmkkmdLPIokLSRoNz7WkdBGNoHLbce1BC4ToRrEm04Qx6iFoiyOnm/Z4JnRI3RvfmRXAA/eXaOqi76OQknZuiXTSQvGxNwgaGUq7Y9yyqLZvcKLlgKZ6DhbxmZ55IpNQ4jDGFgSqwywiJAFsIwtjbJa5uSex4h4W+2V1hYX2vKbBWaSHcqvYnMZ3AhBYA3boRQM9XAsykxkLG5hvHtsUaTTv1W5wweMA3xtt+7mwaHgYcuzbifKMk4HLQgCqb4f4tttua++LTB1b3iLor3J72Nx8QDXo3AiSrXz7gJ+IQA/wBPzoEut4aqC3Sxvfqc26+ox9TU7hnFFFlkIbFle1yB3BuL26etRfE/EFUkd6qUXFrNcn5Cgv78Igi+1DGEAhi3NcJmwyC221rD8qaSkbSSLixNhknHQetV7hvHlMIWRbg4Axa3ob1Am8WGEMiAsFuQWBNlFsX+G4Y9M0Hzj4c4/FCskWp0w1WnkKsU3lHV0uA6OOhsxBHQ49BTceOdPGjpp9CsCPcMBK5Z1NvLJL/iMpzdEMY9d3YooMT+0xzDGiaaGJ4ieU6bwsdySGjiJ2LKL25pDNgZvmscC8Yb420ssIkMymGOZJGikTe24KWXEkfM85Vgcsxzeiig9S4e6RxIkZUBURALGx2lTfp/LUsThWBTybcKSdzD18xHU3sfVQo7Viig7aZgxBZRI9926TzAE2zt79BjAsALG1XLhWoVY+pJyST1JOSTWKKCvcZCOxz1qpajbHOgOc9LUUUDV9Xg/A1D1+vaP7RQGsMq3Qgi2bfM/wBiiig//9k=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERIUExMWEhQTFxYZFhQXFxgbGxwaFBUbGRUYHB0cHjIjGB0mIhQVIzEgLzMqOCwsFR8zQTMqNScrOCoBCQoKDQwOGA8PFCwkHB01KS8pKSwpKTU2LCwrLCkpKSksNiw1LCksLCwpLTUsKSkpKykpKSksKikpKSkpKSkpKf/AABEIAGcAYAMBIgACEQEDEQH/xAAcAAACAgMBAQAAAAAAAAAAAAAABQQGAQIDBwj/xAA5EAACAQMCBAMFBQYHAAAAAAABAgMAESEEEgUTMUEGIlEHMmFxoSNSgZGxFEJTYsHwM0NygpKisv/EABYBAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAABAv/EABkRAQEAAwEAAAAAAAAAAAAAAAABETFBAv/aAAwDAQACEQMRAD8A8NooooCiiigKKKKAooooCiiigKKK3jjLdAT1OPQZNBpRRRQFFFFAUUVkUGKzanB4ZHEAzPzGKqRGAbXcXXcbjFiDYdbjpXNeJML+SIr90xoP0F/xvQKwpotTqTjJ5VowsQx/hgKf+XvfWucfFW3gSWcdyyIx/Mi9Au0+kdzZFLH4D9fSrN4Z0xgTVSSKLiFgBdG94FcjqBdlF8frS7ifG9w2IAE9AAAfjYC1baTyaCdu8skcY+S3dv0FY9TMwsIqKKK2gooooCpnDNEJH8x2oMs3oPgO5PYVDp3o9HZSl/M20ueyAZC/FjfPp872CVFw3nPI9iqe6LmwHkbbke8VWNmt35Z6U8m0OzahaOK8tg1/NcMCFQM1zYlFuxAHIuzDFd+DToqCMT6eEBowTy97FJVKSFWIIBNo9xJjtZTfuZmk4mLlEk0y3cuzPyZWLopbYjv5MHmNzbBbyt72AwQdNEwjBhjCSBZHR5WUsEijV2JbpDdXUgKARtA3NuFovCdNzBKo3F/s1B3Gw590kLj3RbcLkklSpNxbDjVcT00aRwyNDIHHMaY85irCTbsKK12ttUrvGFUtlmwti47p1isHksyqoYFFkUGNbnYbjDgZBHQ47AOfjXVL+zptVbSiIIdoDWQWLEfutZEU/AC9zk13ink0ekTu/MlP+4hV/wDJrbxPxjnvGgYMsYbKggFpG3va4BYAkAE5O2tfFhtMkf8ABiiT8du5vqxqXcUjoooqoKKKKCToNIZHC9PU2vYd8Dqfh3pxrpASw5iRbiSVJZjnsxRSAf7xVfDWrFA9GhYrZCjj+VlJ/Lr9KlaLhKYG5TKMmO9m64OcE493rkY9KxWQagcazQsWLMeUoxufcLn0Atcn5D8q1kjQ7Rzoxtx/mfXyYpUzk9ST861qiw6TgzPNCFW6l13OvmW1xm4wKW8d1XM1Mz/eka3yvYfQUz8G+V5Zf4UbN+IBI+qiq8Tmsza8YoplwXgMuqdUiW7MyqL3AuzBQL2/mufQAmpI8I6jktLyyFVVax6kNJywQO53YI6i3QVpCSimep8PTJNJCVvLHJy9gNyz7rAIBlvw9R6120PhWeXl7VH2rSKpLAAtFEJWXPQ7WFr9TcdjQJqKfa7wZqIRIZFCrG8as17i0t9kgtkxmws3fcKf+H/Z0Wkd90WriiZgFR2CyFIuaRna3u7rLgty2yAL0FT4JwKTVSFI9g2jczO6oqqDYkkn4jAuc9Ku/A/Ztp2BMsskx6BYl5aFt1gvMcHrk3sKs+k8O2vJMFPL2KqqFVVDrvjCKosAR0t16m+afHROhYG6hGCttBPvWt06DINBSdX7ONPLZUVdJZupkkkcg4sxYBRbqbAVtP7GontyJpSOhLKDnuRYD8u3rV30un89ip/1Zb0JuAAfvZz06GrfwzU6dIwXYRny4cgX3DylfUH+hoPE9R7MdTptPqUiH7Q8iAgKLNt3gHBOT5WwK8wmgZGKspVlNipBBBHUEHoa+vOFaqKbUai2bBECkEYS+7/s5H4X6WpH4+9men1yFmXZKB5ZlHmHoG++vwP4EVIteMezziMUbRkysh3KjqEY2DyACY2wV8wjPf7Q4tTHXLHBE0YebmxQamNG5LhNSjyGUtGzEFOVLc7rHdsGBe1V7wjwCaaJ5NPGJXWRVdTsG1LB94LkAWK+9272uL2biHi/VHbDDqI5ZRI11jijdJDIVT9mBC31ChMu5urbFGbAtUdYWZeJaqYu6ldXIu0K5Zw0iRxFTax5YDkAkG+0C+41H4Bo40KwDXJLPDLBqUmjSaWJREwiWAgLvJfmjygWG1V6tjhxfjEuqfXSPKZY4hK+mkUG0BGpDQneABd+Xy1W7HzDptpxHwBTqTLGIRqpZBKmkkmdLPIokLSRoNz7WkdBGNoHLbce1BC4ToRrEm04Qx6iFoiyOnm/Z4JnRI3RvfmRXAA/eXaOqi76OQknZuiXTSQvGxNwgaGUq7Y9yyqLZvcKLlgKZ6DhbxmZ55IpNQ4jDGFgSqwywiJAFsIwtjbJa5uSex4h4W+2V1hYX2vKbBWaSHcqvYnMZ3AhBYA3boRQM9XAsykxkLG5hvHtsUaTTv1W5wweMA3xtt+7mwaHgYcuzbifKMk4HLQgCqb4f4tttua++LTB1b3iLor3J72Nx8QDXo3AiSrXz7gJ+IQA/wBPzoEut4aqC3Sxvfqc26+ox9TU7hnFFFlkIbFle1yB3BuL26etRfE/EFUkd6qUXFrNcn5Cgv78Igi+1DGEAhi3NcJmwyC221rD8qaSkbSSLixNhknHQetV7hvHlMIWRbg4Axa3ob1Am8WGEMiAsFuQWBNlFsX+G4Y9M0Hzj4c4/FCskWp0w1WnkKsU3lHV0uA6OOhsxBHQ49BTceOdPGjpp9CsCPcMBK5Z1NvLJL/iMpzdEMY9d3YooMT+0xzDGiaaGJ4ieU6bwsdySGjiJ2LKL25pDNgZvmscC8Yb420ssIkMymGOZJGikTe24KWXEkfM85Vgcsxzeiig9S4e6RxIkZUBURALGx2lTfp/LUsThWBTybcKSdzD18xHU3sfVQo7Viig7aZgxBZRI9926TzAE2zt79BjAsALG1XLhWoVY+pJyST1JOSTWKKCvcZCOxz1qpajbHOgOc9LUUUDV9Xg/A1D1+vaP7RQGsMq3Qgi2bfM/wBiiig//9k=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"&lt;i&gt;Besuk aku akan berikan panji perang kepada orang yang membawa kemenangan, ia orang yang cinta Allah dan RasulNya, Allah dan RasulNya pun mencintainya&lt;/i&gt;" Sabda Rasulullah saw menjelang hari yang direncanakan untuk perang Khaibar. Menjadi pembicaraan hangat para shahabat pada malam itu, semua ingin menjadi orang yang dimaksud Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya Rasulullah saw bertanya: "&lt;i&gt;Ali dimana?&lt;/i&gt;" "Sedang sakit mata wahai Rasulullah" jawab salah satu dari mereka. "&lt;i&gt;Utus salah satu dan bawa dia kemari&lt;/i&gt;" perintah Rasulullah saw. Setelah datang beliau meludahi mata Ali ra dan sembuh seketika -dengan izin Allah-, seakan ia tidak sakit sebelumnya. Diberikanlah bendera perang itu kepadanya. "Aku akan perangi mereka sampai mereka menjadi muslim seperti kita" Ali ra menyambutnya. Rasulullah saw bersabda: "&lt;i&gt;Berangkatlah, jangan terburu-buru hingga sampai kawasan mereka, kemudian ajak mereka untuk memeluk Islam dan ajari kewajiban-kewajiban mereka. Demi Allah, engkau menjadi lantaran Allah memberi petunjuk satu orang saja itu lebih baik dari pada onta merah&lt;/i&gt;".&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Lihat Shahih Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah contoh komunikasi yang efektif dari pribadi agung Rasulullah saw;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penghargaan yang tulus beliau sampaikan untuk prestasi luar biasa, kecintaan kepada Allah dan RasulNya. Menumbuhkan semangat untuk berlomba dalam kebaikan. Pada saat yang sama beliau tetap ingin mengendalikan suasana dengan menunda penyebutannya. Setidaknya pada malam itu para shahabat memiliki waktu untuk mengukur dan mawas diri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan dukungan, beliau saw meminta shahabat untuk mengantarkan Ali ra ke hadapannya. Meski bukan dia yang mendapat bendera itu namun ada peran lain yang ia dapat lakukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyelesaikan masalah sakitnya Ali ra, sehingga beliau dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Empati terhadap orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keterbukaan dalam menyampaikan pandangan dan kritik, beliau saw menangkap sikap tergesa-gesa pada ucapan Ali ra, maka beliau sanggah namun menggunakan kata yang halus tapi tepat sasaran dan konstruktif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap positif, selagi ada kemungkinan positif yang di dapat maka sebisa mungkin hal itu ditempuh. Walaupun kecil kemungkinan orang Yahudi masuk Islam saat itu tapi bisa jadi hidayah datang menyelamatkan mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Motivasi untuk berbuat semaksimal kemampuan, dan pada waktu yang bersamaan beliau tanamkan keimanan kepada pahala yang tidak terindra.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Prinsip-prinsip nabawi dalam komunikasi yang tak jarang kita luput mempelajarinya. Saatnya kita bangun pengetahuan di atas hujjah yang jelas dan segera menerapkannya di lingkungan kita sehingga sunnah adalah organ yang hidup dalam kehidupan kita. Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6134134267949682028?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6134134267949682028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/01/komunikasi-efektif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6134134267949682028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6134134267949682028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/01/komunikasi-efektif.html' title='Komunikasi Efektif'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-3996171069345000579</id><published>2011-01-02T10:53:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T10:53:21.644-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Warisan Nabi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQQEBQTERQWFBUVFRQYFBcVGBgXGBcWGhcVFRUYGBQYHCYfGBwkHBgUIC8gIycpLCwvFR4xNTAqNSYrLCkBCQoKDgwOGg8PGiokHCQsLC8qNSwpKSwpKSwtLCwsKSkpKSwsKSwsLCwtLCksKSwqKSkpLCwpKSwsLCwpLCwsLP/AABEIAHEAlgMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBQEBAQAAAAAAAAAAAAAFAAIDBAYBBwj/xAA5EAABAwIEAwUGBAYDAQAAAAABAAIRAyEEBRIxQVFhBhMicZEUMoGhwfAVsdHhByNCUnLxFoKSYv/EABkBAAMBAQEAAAAAAAAAAAAAAAECAwAEBf/EACERAAICAgIDAQEBAAAAAAAAAAABAhEDIRIxBEFREyIy/9oADAMBAAIRAxEAPwDz+FyE+EoXrHGMhchdc8DiqlTMI4JW0uwpWWoXIUeFxOsfmp4WTT2jDIShSNYTsi+X5RcF37BZ6ADsJldSr7jZ6mw+aM0Ow9Rwl1RjR/2P0R9uMFJsUWjVYF8CeomE+hmNV5u62/XnupuUvQ2gOz+HNR3uV6RPIy1DMy7GYrD3dT1Dmw6h+vyXo2XO7ww8WOx5HoiHs1QTBMDncFJ+jQ1Jnh5alC9Zx3ZOljA7WwU6oHhqM2P+QXm+c5HUwtQsqDyI2cOYP0VYyUhGqB0JJ0JQnANhKE+EoWMNhJOhJYxLC5CkIVKpmI4cE0mo9gSsfWwgdc/IXQyqT7vBt0To4xrzCpV/DWIAtEkWvaTuoTpq0Ujfs7l7N3XjlNlcZXB2UNPG0wI25yFFSpBxkQ1sgyZ4kCN+E7+fJFPitGqw9loZILnC/wCv36rUscx4HdXbsDO8WO3Vec5nhHsc0GLzp0mxvHHY+a9B7EZZUY1gqxp96IFgdrjjbj16JHO3sHHRc9hPED4bdVbweAmGzBJi/wA1qXZWwtm29h+33uqeIo02HxAkdPlYJeVgo5SwugRJlsH4D5KN2eO17eCAAOMc5HFXMRjNY7ttpsNh8+CFDAOYCdwLT14yOHFBL6NfwJYXEkiWgkB0T5p3aDs83F0i1w4S0gXB4EKLs2Q2o4naBPKea1Aqtt8CLbgodPQy2j53x+AdQqOpvEOaYPXkR0KrwvRv4o5HGjEN56Xx6t++q89hdcXyVknoZCUJ+lLSmoA0tST9KSNGHYpvhP7D80BZgy5xDduP+1qXU5EKOlhg0QAhPFyZozozrmOp2PmCL8rFQNNzfndaDNGltJxbvAv0JEobluB1sLmOh7T8IiwI63XPLG1LiiilqwaWyfNabJcHFJ4LoLgIaQYPI2Igg3+HNVaNFrzpeNFQcOfUHiFqMixNFgqd8BDWkNsPfdHhFpLoDbDmZ3CyhSszleiiWNbpbWAfpaYJkSJMQADJgGNvhErZdls0bWYCxrmtaAJMbi2kwSR5GNkDbldN4diX1BTABLRqEgN90BkmSQNUdfTR5LTbodTpFgAILoIgkDmOP7IPYpont7xoIncdJ4p+Ewbmu1uBIPA8OAsmUKn8sCRMiOvRaXDv1NE35+an0HspvyBtWHRB57eSDdo8KW6WtsLzwW0pstZUs2y5j2S6ZG0c/JLGexmtHnmstu2Z4nn97rS5biC/CuEHU1tt/keISp5ECwkmHE+HiOsqozGdw4AXAMHqNjH3wVXvoVaBOa6q2CxLHCzW6m+Yv+i8t0r2rOnN9mraANJpuNrXjl8F42GK+HoWZDpXdKm0JaFehLIdK6ptCS1GstGmud2rndLndKlE7BOZV2U2HXeQQBxP3zQrs3SJc48Ij4yCPr6qDNqhqYktNgHaB0AMT+ZWrw2AFNoa0WHz5k9VzRvJO/SLP+Y19BuZMZol/A2IIDgehVDLcC7FVWU5DnOcCOGr3QTqtYAHl7p6K7meXhsvc4NabXGqSmZBXbQqiq14Oh8RYamQL3MC8eiXIm5UGLpGjzfs6cOR3IFJzmu7ym8/yntEElrj77b8IcJEtACBU6tWixwFTRolwcDq1gbNa73XRA257GFum557ZiG4V9PTTA1EuOqToN9IkR4rGbei02G7K0HUxQfDm+Elvh2bEAjciY+ShQ1gfsbmQxFBo1ue5tn6hcXtcGHeYXpWHpgNEDgsJX/hhNZtShUNAF8vbSc5g0WAAa0gczHU9F6FhqOhjWzMACTxUpSDQ9i6+4MrhK4TZTDYMw9WS5seGPiPsoHVy4mrewJtP6rRuwgkwI+vGSqNXDEXJJMn03V0wMzPbN3c4N44uhoPP7C8u7tbXt9mfeVG0mmQy7v8jw++ayndLuxQqJCctlXu13u1a7pLulWhbKvdpK33SSNAsKHDJpw65WzIn3WgdTdDcXi4vUd67IuVCpNmY7TYQU8QXNMh/itz/qH1+KO5Xm2uk2RLhYmd+qGZtiqVZkA+IGWngeBHP/SqZdiO7Y4t34z5idI4xM+q879o48ja6Oz83KOzWFlOsNLgD0dz6LPY3I9WIqspXhgeAP6SSPCeXMJ9HN9UgNvw2/JPynPBTxDybtq6S4ndnIk8Rf5qks2KdJsmoTjtE1apWbSaC0sdTDQwtvUgHeQLAOg8zYcZWnyjJa9HG4fE1K3d66gD4aQKm3haIjxfuUIx/augCG6S4xM+fCRzCs0O3Rnu2ObpAaW940P7uoDIc2d4iNjwSzcKtMMeXVHu9Cpa6nL1lsg7V0q7BDgXQNU+ETcGLniCjbMS0mA4ExMTNpiVzyhs3Is94nQodSrYvMGsEucB0lZRb6DyLvfgeay/avtIKTS1l3kWHLqVTzTtK5wLaQjqszUw5cZdJJ3JXXi8enciMsvpAd9IuJJuSZJ6rns6L+xrvsa7SPIEezrvs6L+xpexrWawR7OuoscLG9l1azWZrG4xlJpLjEbdVisdmLqhMuJHCUT7YvcKoaQQItex4TA2tCzhXmZ8jbo7sUUlZ0nkpaZtANzw9Rv6eqrlKSNiuVl0XcPXLHbyJmecXEffFNr4rkbmZJ+fr9FVdVJ3TEvH2GyRjpKkZiNO25EfBRUHAG/VJ+5jmiwBFmf1WgNa4tAINjFxspafaPFBwcKz9UyIJ59PyQhoRChixqbYDabDy/KVuTitG4p9noPYntrUfqZiazthBJ4k8+V1pK+d0SfCTUMTY/UryWri2hxMRIB8NgTsfP8AdR1c0LXyLEWPkPjv1VcflSWmtEZ+PF7s9bo5zScYII5mxj0ROhTY/wBxwd5fDhw3HqvE2Z8+/iN41QeW3oieA7aPpua4SHCYI8oHH7k+S6Y+VfeiMvH+HsP4Z0S/DeiyGR/xEqVopt0h13ExO546ifSEY/5BiP7x/wCWfouiMnJWjnlHi6YY/Dei4/ABoJNgLkoV+PYj+8f+Wfolis4qVWBj4iZMCJ5TwT1IXQNxzzUd/wDI90fXzSVhrRySTms8jz3Guq1nFxm8C0QOFkOKJYrBSSVTdhSvInd2enGqK5XFMcMVz2YpKGIUpUhwxXPZigEZK7qUnsrl0YM9FgDAOautwX8sOIIkj8vv0UVPAkouzBktAE8rXkSJtCnK/QyoBvqibDmPglrmTAv+yJfgbiTptPQ/omDJ3tBuItxF4M3E3CajWCwU8FXmZKeY+CmGTDi4+n1hNQtiyrO+4drDZPDotHhu3okF7ON42jog+F7Ptd/cVZ/42wf3Joxkv8iycX2bDBdqKVVsiBzkbeZ2jqiPt4jYLHZbkNNl4nz/AHR1gAAAEAei7scp1/RyzjH0XzmXQeiSGPeAdwkqcheCMRiOKq8Eklwy7OtEKcEklMYmKY7b75pJImI3KfBb+iSSUxewu/qrdLb4BdSQZkVH7/fREX+4P8x9F1JFBO/1D/Eq3U2HmfokknQp2r/T98FK3Y+ZSSVYE5Ep9z4lS4fgkkrIm+h53+C6kkqIQ//Z" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Katsir  bin Qais bercerita: Suatu ketika aku duduk-duduk bersama Abu Darda' di  masjid Damaskus, datanglah orang laki-laki menghampirinya dan berkata:  "Wahai Abu Darda', aku datang dari Madinah kota Rasulullah saw, karena  mendengar bahwa engkau memiliki hadits dari beliau saw, bukan untuk  keperluan lain".&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abu Darda' lalu berkata: "Sungguh aku mendengar bahwa Rasulullah saw bersabda: "&lt;i&gt;Siapa  yang meniti jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memasukkannya ke  salah satu jalan surga, para Malaikat akan meletakkan sayapnya sebagai  tanda ridlo bagi pencari ilmu. Orang yang berilmu akan dimintakan  ampunan oleh penduduk langit dan penduduk bumi, bahkan ikan di tengah  air lautan sekalipun. Keutamaan orang berilmu atas orang ahli ibadah  -tanpa ilmu- ibarat bulan purnama dibanding bintang yang lain. Ulama'  adalah pewaris para Nabi, dan mereka tidak mewariskan dinar maupun  dirham, tapi mereka mewariskan ilmu, barang siapa mengambilnya, maka  berarti ia telah mengambil bagian yang tiada tara&lt;/i&gt;". (HR. Abu Daud, shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik dari riwayat murid Rasul Sang Guru saw:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berteman dengan orang-orang shaleh dan berilmu. Dengan duduk di samping mereka kita akan banyak belajar ilmu dan amal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kegigihan para salaf dalam mencari ilmu, perjalanan dari Madinah ke  Syiria bukan perjalanan dekat, meski demikian mereka tempuh untuk sebuah  hadits Rasulullah saw.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu adalah warisan Nabi dan yang mewarisinya adalah orang-orang  pilihan, maka pantaskan diri kita untuk mendapatkan harta mulia itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Janji Allah untuk orang yang benar-benar menuntut ilmu, memiliki  niat yang tulus, berhias akhlak yang baik, dan mengamalkannya sekuat  tenaga.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu yang dimaksud adalah apa yang difirmankan oleh Allah dan apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pertanyaanya, sebenarnya seberapa ilmu yang ada pada diri kita  saat ini?? jawabannya bisa kita pakai untuk mengukur dimana posisi kita  dari janji Allah itu, jika dekat pujilah Allah namun jika sebaliknya  jangan kita salahkan kecuali diri kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-3996171069345000579?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/3996171069345000579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/01/warisan-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3996171069345000579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3996171069345000579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2011/01/warisan-nabi.html' title='Warisan Nabi'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-8802261486615275189</id><published>2010-12-27T05:26:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T22:26:44.563-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Jabatan Rasulullah saw</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERQSExQWFRQVGSEaGRcYFR4bHxofHyEeGCUkHxsbHCYqIB4jHxsiHzAiJzMvLCwsHR49NzArNyowLC8BCQoKDgwOGA8PGiwkHyQsKSosKS8vLCw1NjUuLiwqLC8xNSkqLCwsLywqLCwvKSwtLC4sLTQsLC8qLCwtLCwpKf/AABEIAGsAbwMBIgACEQEDEQH/xAAbAAADAAMBAQAAAAAAAAAAAAAFBgcCAwQAAf/EAD0QAAIBAgQFAgQEBAUCBwAAAAECEQMhAAQSMQUGIkFRE2EyQnGRFCNSgTOhwfAWgrHR4RWyBzRTcnOSov/EABoBAAIDAQEAAAAAAAAAAAAAAAIEAQMFAAb/xAAuEQABBAADBgYABwAAAAAAAAABAAIDESExQQQSE1FhcTKRscHh8BQiI0KBodH/2gAMAwEAAhEDEQA/AKmxi+OSlxmiwlaqMAJ6TNtu3+m+M+JZsUqVSoTARSbb2Hae+EUaMr/D6gxUn8xHmCxUghIA6dW03vG2PJBthJpyHMWX39ZO/fx7f3OOj/qdKdPqJI7ah/fbCplA5RaofSkMTqAYrB7dFgzNeAd8deezdOnBEmqIKgWZYPzG8CIt2k7YEqLR7/qtKAfUUA7SYn6T298favFaSiWqoo92AxO+Lc2aQQX0iJ9OlMxBN2uY77xvhP4hzcwhkpAK0RUe8z79jG4nvti+OB8nhCsawlWV+cMqDHqg/RWPv2GPi84ZXvVj6qw/piIHmvMEKVdBvIVZ0hb3tt3G9recbKfNWaClmqKIUMA1tWox0gAz/KwP0wz+AkrTz+EfCKvFLjVFhK1Vb/2nUf8A6i+NdXmCioMsZEyPTeRFz06ZgC5O2Itw/mxySXoB1p/G6WC/5vESBcTFpw28J5xWoF01NQFxSzAkWB+FyLG2+18LSQPj8Q90DmEJ+q8doqQpYhm2XQ8nvYaZIxzf4sy51AMxKCSAjbSFta9yMCMtmKbkhQ61gD+W7SXFrU2nSYAgSCPh98Dc2tXS1YVHNp9PUwYSdLaryApWQDIAF4nFYaCgTi3HaIALvombOCpkRIv3uLe+O6m4IBGxEj98T2hXWus1gNILsOvTeU1XCXnVMC9vfD5w+sHpU2BJDKDJidu8d8Q4UuBWjjxP4asVgEU2gmIBg3va2+FChk3V1epLQiBlKqxZtGkAIRClTKCx82BnDdx+qFy1YtYaGHfuI7X3OF0VfwyaacszdFEsSCAAFYsnyldAXzbYbYkGmrl7ifFfT6VsyjqchR6Y/SCo+IAx4HbE74vzZ6hNOk2hDINWCdRHYAdyYAP/ABjHmHjC1Kn4dS/pzDMmks7XtFpkgA/1iMBcrkgKrJVY020w4YkSQR8Q02iNhO3acPbPs7QOJJnmB7phkdCysdFSmmuBprpGonURO7WEqTH137G43NZNtC1CAEf4QjC2wkoSSJ9/OC+WomuVoKxamNZG5nbcbT2kgC32P8K5LqVFNB2eqgYH00AAESo1N2Gmwlo2w67aBF4qv2/1GXAJRrZkO9NmpsAEuD8wAgEdK9/6bxjdlayLVLikXUDUFgQJsS0q1h2tEztIxVstyNrIVqdEsBMOxbwD8KafYwey42PyAUkijSPn03KmNvmUA2M3O/jCv41lVunln8oeKFJMrw9/Td9GpFMurNAjVHwggtBm4n9sbalGo6gBAUy6kF1gW3Bkm8avl7Eb4c83ymyJ6FJ2pqZJpVEBMFSG0P3sNlbTtJwAzKtTd8qX00i1MsWtpNz8JO9tJ3HuO142oSE1XPXLLzRBwcujhvMhoBaOYf16UKfUU/wyRI6jB1BiQQdo7iTijZPiDMApOtmANOoIHrKDOliR8fT3sY2xJePZFKVTRr9TSOkSpAOok6tiwiYO8ke2DvK/GVSqcmzs9FzNOrp0w/YqNMi40x7HtbC08Aczix9yPfv6/wBoXx2LCdquWYs73GqkwUEBSjEAFYU/psSwBhZiMOPD1IpUwd9Cz9hhVqVGzFNlchagPp1SJZifl0LIswk2N+4gnDTw2oGo02GxRSPsPOEHZJZaePT+GrQASUYAGYkiO1+/a+JtzZxUoapT5fyKQAjvBO/dr+xnFRz1fRTd/wBKk/YTiFc4MxWigBOlTUbSoaCbklfadztbbFkDd94ajYLKWzWEowX0nUmXDlmJEE9JIAvP1k4LIlTM1kp1iyMq9ChAGJAG1oLEkmZ+XzjgqpUVFzLMreoysCrS2oDVJG3iQe4jfDpyzl6tWq1esFLqoSmIG7Md7nqLGbycau0Shjd4VhY630tMuNC0e5X5WWlTa5hf4tSYZ2N9KsQImRfZZHf4XpKaJRC0gFBHSIImb/WSO+/c4+ZJVpoKa9QWwIg6z8x8TqJn6/b62bKklkM2gDc3C7kibke3ucYhJJs5pQm1jkwUW35hLEAzt2IJ2EEEW+2Mwis0OwY/p+XuNu8EHedthgTwWt6WZqUJlKn5tM/W5/l/24Mtl0U64CsfmPv4/nb3Pk44oVp4vRV0VGQOrMJBBJA8iLgj9Q2wl80crkkJP5gk0apWSYuUcQQSBe9j7Xw1cT4x6EaKT1XYFiIIIUGJNiYk2EfbGL5hM9lmNOzi4DASjr1LPsTb3BPviRYohEDRUQTitTKO6IQ531FYamwCtPTcERpN/Pg4HIou7CozmpCMgGkmCwGmxkkg27Tbw68wZg5bMDNUaYZayrUnfQyzvAYGZGoRcgXGFTLZGtTRc0iDSJGogEAkmnOkTdSYmJmDjd2eQPZv0BdY8zy++SeabFqicD4qayUqlh66Gi+4hwDpJvIINpsd8UbIsTSpkxJRSYEDYdu2IhyhnZy+YUGTSdaiftvE77b9/wB8XLL1dSq36gD9xOMeePhuLOR+QlJG0UN5rYjJZgj/ANM/7YhvNOYP4kCCRoUQH0yCYi3n2xeePZfXlqyeabf6T/TEJ5pMPSqwpDUrlhN4i0d/5Ai4ti7Yz+oP5RRZriehTNAsW/MtNLVAJBIIIPcDvuTcYf8AkEnQkyYrEXbVZNTBZNzBUC8YnNWtSNJQlJw/SrMQGmRJC2tJ2H6Z3w/8l8QVQVVCholHKkASBuQAbyt/v9TftgPD1ztWSD8qoGj0+rUNYEjSg65mToBHYxYyYB8DGL02gFdlvsaYg7mahJJkA3tbvEYIEKaioIgD1DHe4Vf23P8AlXGebSmEcvpVSIZrD23I/u2MxKITxmhpqZSsIlagQx4a2/3++N1fiwDlKFNq9YWJB6U9i5sPoMDs3mWrUzUXUmXpMpDGzOQyjUBEBVEkW3jxAw4jyzlKC6nq1VnbqBJPsNN8EANVy6q/AczWZXq1ghGy0gRAMauveY+otjuyHDRleikpIc/Gxk6t4IAFtIJnzPnCsvA6tQ/kCuq/rrVAv2UCcE6XLRoqa1fMOwpjWVDGDpvBJN5iNhiT3XJH5/q6MvT0zd6qWAJ0gtAkiw6QLdpvhX4hkNCUzUcuhgaEAlQQxsJgsLTNx5wc55qrpSizH1USbGIZj1SfETbvNu+F9qVP06f5p9WwelJWAS8wxPTaCRt17Wvq7IKiaep05+ndaEQpqJ8rZt6jZx6hJLUpMiP+P7ti38F/8vR/+Nf9BiKcpUR6ebdAwUxTUMZI1MYE9zHtc+MXHI0NFNE/SoH2AGE9tI4rq6egS0ua08ZzBp5eq4klELQBO19u+JDzhwsorjSW/DvqANpQnUL/AEtH1xWuYZ/C1oMQhJkSIFyCB2IBBi8E4UOL5YVKQrqGZF/LckRqQyQQouAvwgEbAROF43blO6qtpoqTh3putRlAJPqjUAUYgzaLR8v1HscG+C8dP4k1mYJophNDGxUEWLMRaCTETBW3gZn+EtlswZCFVl1Lk6WgE6bdzPttuMbqCHM1GZ2VSigqdAvbpJnUSIUeIm/nGtJuPZZyrP7acwcFU+H13qmn6FUK4XSha4dPiC7HqXwRcfQ4M5fltnYPmqprEbJsg/a0/YfviR8rcbak/pOQaZAInpA6o6WnpAjVNoxSeC86h1EMKy+ZCuLTcbN9bfvjKljdEaOXNKPj3SmCsmosjH8plKaAPYd7QYNgJkfTC362YytVXqJ66KuhXjYAk2MHS3Yz7eJwbbjlEhpLKSZhqbb2XsCDt5xz0OZKNOetqlrBabDz8zwPa57ftisFBRRTL5v16SVFDAMZjVpNiRuDe4/vbALmHjQbpF0pmW0k9bj4UBAvDCT7x4bGjP8ANReV/hiJ0KZqMBBMx8Igmf8AuxOuK8QfOVvRBREpkoELQFCwNUkjUfA7RcYtihMhOgGZVsbCSsK/HQtWulektV3qbqYMAFVXWbqoYhoi/thZWqo+MahpKGx6TsGkESZvf+e2DNGii68s1DXUYhVZWuTBI+LYdQJG5jtjPlrhz5hxSd2/D0uupNlFhIjUJJICz7Y3GlkTHOGAw8q0zr72TuDRaZ+T8h6dCipAE6szUBOyqJUEhe5jzcbYrdNpAPkYTKOXIpVGAPq1U1BTaKSg6RLkgXAYgSd9pnDnTJgTExeNp9vbGBI4vJcczis9zrKFc21QuSrlhqGi4mJuBvBv49423wv5bPw5pIqFvTXSrGFdCAxVZHSouASwgqPimzDzTlvUylVNeiQBqJgRqEiTa4te1xMYTK1epTctRYhnbWxGht1pm5TpMMG2A2bziW+FAVzcx8tK6BD/AAmvSeLoeymAdjt2P0xO8zwhqBdKsK0SCVnWdoUgdIMze1vpi0Uc7qX0woZiqa6JED9JFxIYGIJPkk4D8wco60JQetR7D56dtveP5YugnMR3dFbHJWCm3Gc9SqOopgrpUKGZoNjsd1t5ECw95+5viVOaRo0yrADVpGnVsSLHqgmJiY++CGY5Tq6NNBtShw0bOp2tteI+w+uBNWgaVRXKNKdX5snUZn5dMA+x7b404nRvADTddfVNAtdkiT81Zp3Io61tOnf6k6vaPEAG2OPMcz1jTZSzyWI1i1jBNlMSAIPaG/fA88RYO7AqWeCYuOqbXvImO/eScbcvXK06glSK3SZYgggg6tIbuPMiZtYHBiBo/aNEW4OS6nzVB6VIpavMOSWM2uzM1vmsF20zabeXNUzRo+kSlYVOrU0Wa2osQAqiFsT58Y58twpqlOKQdqkQQUBESANLfL7m3aDhiyvJZqVC1XpDR+VTUTYW2t4nbvfAySRx4Odr9HbHBQXBuqA5LIVMzUKpMT1sXJVT51E3JA+33xTOXeEhKQCozUlMkAdWYce36BEk7f17Mny6KVO6KoAkUdUeTNRt9O5i+OjiPECEimq1GD6bJISFUGABtJKifAMk4zJ9pdOQMgNErJLvYL3E82tRXLNDKAbGQvUBA3lZ/chiYEQXIHCHlcsaiVG0yzQdGl9OqWbZYCkgaR/zh8TYTvhUqkLm4pkfWo1KWrSHXSSBJAO9j7WwEy3KJo09FNle7Eeov6lC3IBmImAAL+2GXHsQCapSl2ly46sCBQ07xpIglQDG4vHeRHbHQOE1QS8ozzKXYBT+8za37nzg1j2IUUgeY4GakF0plr9QYq48dSrBPmwxxZvkssOmr+zrq99xE/vhpx7HKVOm/wDDV5umXceZI9v047sryEVAGjLr/lJ/28D+fnDvj2CL3HMqbKWV5PNpqA+QBoH/AORO++OzK8FamFCikBswGoAjuDMlp23Ee+DWPYFQgS8FqhSutGAHSGDfSDe47ebmI2PJ/hqoGU6cvY9taiADAg6gbmbg7DDRj2JBUUlv/DNQVabh10pplLgNESTHcxtf+mGTHsexFqaX/9k=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERQSExQWFRQVGSEaGRcYFR4bHxofHyEeGCUkHxsbHCYqIB4jHxsiHzAiJzMvLCwsHR49NzArNyowLC8BCQoKDgwOGA8PGiwkHyQsKSosKS8vLCw1NjUuLiwqLC8xNSkqLCwsLywqLCwvKSwtLC4sLTQsLC8qLCwtLCwpKf/AABEIAGsAbwMBIgACEQEDEQH/xAAbAAADAAMBAQAAAAAAAAAAAAAFBgcCAwQAAf/EAD0QAAIBAgQFAgQEBAUCBwAAAAECEQMhAAQSMQUGIkFRE2EyQnGRFCNSgTOhwfAWgrHR4RWyBzRTcnOSov/EABoBAAIDAQEAAAAAAAAAAAAAAAIEAQMFAAb/xAAuEQABBAADBgYABwAAAAAAAAABAAIDESExQQQSE1FhcTKRscHh8BQiI0KBodH/2gAMAwEAAhEDEQA/AKmxi+OSlxmiwlaqMAJ6TNtu3+m+M+JZsUqVSoTARSbb2Hae+EUaMr/D6gxUn8xHmCxUghIA6dW03vG2PJBthJpyHMWX39ZO/fx7f3OOj/qdKdPqJI7ah/fbCplA5RaofSkMTqAYrB7dFgzNeAd8deezdOnBEmqIKgWZYPzG8CIt2k7YEqLR7/qtKAfUUA7SYn6T298favFaSiWqoo92AxO+Lc2aQQX0iJ9OlMxBN2uY77xvhP4hzcwhkpAK0RUe8z79jG4nvti+OB8nhCsawlWV+cMqDHqg/RWPv2GPi84ZXvVj6qw/piIHmvMEKVdBvIVZ0hb3tt3G9recbKfNWaClmqKIUMA1tWox0gAz/KwP0wz+AkrTz+EfCKvFLjVFhK1Vb/2nUf8A6i+NdXmCioMsZEyPTeRFz06ZgC5O2Itw/mxySXoB1p/G6WC/5vESBcTFpw28J5xWoF01NQFxSzAkWB+FyLG2+18LSQPj8Q90DmEJ+q8doqQpYhm2XQ8nvYaZIxzf4sy51AMxKCSAjbSFta9yMCMtmKbkhQ61gD+W7SXFrU2nSYAgSCPh98Dc2tXS1YVHNp9PUwYSdLaryApWQDIAF4nFYaCgTi3HaIALvombOCpkRIv3uLe+O6m4IBGxEj98T2hXWus1gNILsOvTeU1XCXnVMC9vfD5w+sHpU2BJDKDJidu8d8Q4UuBWjjxP4asVgEU2gmIBg3va2+FChk3V1epLQiBlKqxZtGkAIRClTKCx82BnDdx+qFy1YtYaGHfuI7X3OF0VfwyaacszdFEsSCAAFYsnyldAXzbYbYkGmrl7ifFfT6VsyjqchR6Y/SCo+IAx4HbE74vzZ6hNOk2hDINWCdRHYAdyYAP/ABjHmHjC1Kn4dS/pzDMmks7XtFpkgA/1iMBcrkgKrJVY020w4YkSQR8Q02iNhO3acPbPs7QOJJnmB7phkdCysdFSmmuBprpGonURO7WEqTH137G43NZNtC1CAEf4QjC2wkoSSJ9/OC+WomuVoKxamNZG5nbcbT2kgC32P8K5LqVFNB2eqgYH00AAESo1N2Gmwlo2w67aBF4qv2/1GXAJRrZkO9NmpsAEuD8wAgEdK9/6bxjdlayLVLikXUDUFgQJsS0q1h2tEztIxVstyNrIVqdEsBMOxbwD8KafYwey42PyAUkijSPn03KmNvmUA2M3O/jCv41lVunln8oeKFJMrw9/Td9GpFMurNAjVHwggtBm4n9sbalGo6gBAUy6kF1gW3Bkm8avl7Eb4c83ymyJ6FJ2pqZJpVEBMFSG0P3sNlbTtJwAzKtTd8qX00i1MsWtpNz8JO9tJ3HuO142oSE1XPXLLzRBwcujhvMhoBaOYf16UKfUU/wyRI6jB1BiQQdo7iTijZPiDMApOtmANOoIHrKDOliR8fT3sY2xJePZFKVTRr9TSOkSpAOok6tiwiYO8ke2DvK/GVSqcmzs9FzNOrp0w/YqNMi40x7HtbC08Aczix9yPfv6/wBoXx2LCdquWYs73GqkwUEBSjEAFYU/psSwBhZiMOPD1IpUwd9Cz9hhVqVGzFNlchagPp1SJZifl0LIswk2N+4gnDTw2oGo02GxRSPsPOEHZJZaePT+GrQASUYAGYkiO1+/a+JtzZxUoapT5fyKQAjvBO/dr+xnFRz1fRTd/wBKk/YTiFc4MxWigBOlTUbSoaCbklfadztbbFkDd94ajYLKWzWEowX0nUmXDlmJEE9JIAvP1k4LIlTM1kp1iyMq9ChAGJAG1oLEkmZ+XzjgqpUVFzLMreoysCrS2oDVJG3iQe4jfDpyzl6tWq1esFLqoSmIG7Md7nqLGbycau0Shjd4VhY630tMuNC0e5X5WWlTa5hf4tSYZ2N9KsQImRfZZHf4XpKaJRC0gFBHSIImb/WSO+/c4+ZJVpoKa9QWwIg6z8x8TqJn6/b62bKklkM2gDc3C7kibke3ucYhJJs5pQm1jkwUW35hLEAzt2IJ2EEEW+2Mwis0OwY/p+XuNu8EHedthgTwWt6WZqUJlKn5tM/W5/l/24Mtl0U64CsfmPv4/nb3Pk44oVp4vRV0VGQOrMJBBJA8iLgj9Q2wl80crkkJP5gk0apWSYuUcQQSBe9j7Xw1cT4x6EaKT1XYFiIIIUGJNiYk2EfbGL5hM9lmNOzi4DASjr1LPsTb3BPviRYohEDRUQTitTKO6IQ531FYamwCtPTcERpN/Pg4HIou7CozmpCMgGkmCwGmxkkg27Tbw68wZg5bMDNUaYZayrUnfQyzvAYGZGoRcgXGFTLZGtTRc0iDSJGogEAkmnOkTdSYmJmDjd2eQPZv0BdY8zy++SeabFqicD4qayUqlh66Gi+4hwDpJvIINpsd8UbIsTSpkxJRSYEDYdu2IhyhnZy+YUGTSdaiftvE77b9/wB8XLL1dSq36gD9xOMeePhuLOR+QlJG0UN5rYjJZgj/ANM/7YhvNOYP4kCCRoUQH0yCYi3n2xeePZfXlqyeabf6T/TEJ5pMPSqwpDUrlhN4i0d/5Ai4ti7Yz+oP5RRZriehTNAsW/MtNLVAJBIIIPcDvuTcYf8AkEnQkyYrEXbVZNTBZNzBUC8YnNWtSNJQlJw/SrMQGmRJC2tJ2H6Z3w/8l8QVQVVCholHKkASBuQAbyt/v9TftgPD1ztWSD8qoGj0+rUNYEjSg65mToBHYxYyYB8DGL02gFdlvsaYg7mahJJkA3tbvEYIEKaioIgD1DHe4Vf23P8AlXGebSmEcvpVSIZrD23I/u2MxKITxmhpqZSsIlagQx4a2/3++N1fiwDlKFNq9YWJB6U9i5sPoMDs3mWrUzUXUmXpMpDGzOQyjUBEBVEkW3jxAw4jyzlKC6nq1VnbqBJPsNN8EANVy6q/AczWZXq1ghGy0gRAMauveY+otjuyHDRleikpIc/Gxk6t4IAFtIJnzPnCsvA6tQ/kCuq/rrVAv2UCcE6XLRoqa1fMOwpjWVDGDpvBJN5iNhiT3XJH5/q6MvT0zd6qWAJ0gtAkiw6QLdpvhX4hkNCUzUcuhgaEAlQQxsJgsLTNx5wc55qrpSizH1USbGIZj1SfETbvNu+F9qVP06f5p9WwelJWAS8wxPTaCRt17Wvq7IKiaep05+ndaEQpqJ8rZt6jZx6hJLUpMiP+P7ti38F/8vR/+Nf9BiKcpUR6ebdAwUxTUMZI1MYE9zHtc+MXHI0NFNE/SoH2AGE9tI4rq6egS0ua08ZzBp5eq4klELQBO19u+JDzhwsorjSW/DvqANpQnUL/AEtH1xWuYZ/C1oMQhJkSIFyCB2IBBi8E4UOL5YVKQrqGZF/LckRqQyQQouAvwgEbAROF43blO6qtpoqTh3putRlAJPqjUAUYgzaLR8v1HscG+C8dP4k1mYJophNDGxUEWLMRaCTETBW3gZn+EtlswZCFVl1Lk6WgE6bdzPttuMbqCHM1GZ2VSigqdAvbpJnUSIUeIm/nGtJuPZZyrP7acwcFU+H13qmn6FUK4XSha4dPiC7HqXwRcfQ4M5fltnYPmqprEbJsg/a0/YfviR8rcbak/pOQaZAInpA6o6WnpAjVNoxSeC86h1EMKy+ZCuLTcbN9bfvjKljdEaOXNKPj3SmCsmosjH8plKaAPYd7QYNgJkfTC362YytVXqJ66KuhXjYAk2MHS3Yz7eJwbbjlEhpLKSZhqbb2XsCDt5xz0OZKNOetqlrBabDz8zwPa57ftisFBRRTL5v16SVFDAMZjVpNiRuDe4/vbALmHjQbpF0pmW0k9bj4UBAvDCT7x4bGjP8ANReV/hiJ0KZqMBBMx8Igmf8AuxOuK8QfOVvRBREpkoELQFCwNUkjUfA7RcYtihMhOgGZVsbCSsK/HQtWulektV3qbqYMAFVXWbqoYhoi/thZWqo+MahpKGx6TsGkESZvf+e2DNGii68s1DXUYhVZWuTBI+LYdQJG5jtjPlrhz5hxSd2/D0uupNlFhIjUJJICz7Y3GlkTHOGAw8q0zr72TuDRaZ+T8h6dCipAE6szUBOyqJUEhe5jzcbYrdNpAPkYTKOXIpVGAPq1U1BTaKSg6RLkgXAYgSd9pnDnTJgTExeNp9vbGBI4vJcczis9zrKFc21QuSrlhqGi4mJuBvBv49423wv5bPw5pIqFvTXSrGFdCAxVZHSouASwgqPimzDzTlvUylVNeiQBqJgRqEiTa4te1xMYTK1epTctRYhnbWxGht1pm5TpMMG2A2bziW+FAVzcx8tK6BD/AAmvSeLoeymAdjt2P0xO8zwhqBdKsK0SCVnWdoUgdIMze1vpi0Uc7qX0woZiqa6JED9JFxIYGIJPkk4D8wco60JQetR7D56dtveP5YugnMR3dFbHJWCm3Gc9SqOopgrpUKGZoNjsd1t5ECw95+5viVOaRo0yrADVpGnVsSLHqgmJiY++CGY5Tq6NNBtShw0bOp2tteI+w+uBNWgaVRXKNKdX5snUZn5dMA+x7b404nRvADTddfVNAtdkiT81Zp3Io61tOnf6k6vaPEAG2OPMcz1jTZSzyWI1i1jBNlMSAIPaG/fA88RYO7AqWeCYuOqbXvImO/eScbcvXK06glSK3SZYgggg6tIbuPMiZtYHBiBo/aNEW4OS6nzVB6VIpavMOSWM2uzM1vmsF20zabeXNUzRo+kSlYVOrU0Wa2osQAqiFsT58Y58twpqlOKQdqkQQUBESANLfL7m3aDhiyvJZqVC1XpDR+VTUTYW2t4nbvfAySRx4Odr9HbHBQXBuqA5LIVMzUKpMT1sXJVT51E3JA+33xTOXeEhKQCozUlMkAdWYce36BEk7f17Mny6KVO6KoAkUdUeTNRt9O5i+OjiPECEimq1GD6bJISFUGABtJKifAMk4zJ9pdOQMgNErJLvYL3E82tRXLNDKAbGQvUBA3lZ/chiYEQXIHCHlcsaiVG0yzQdGl9OqWbZYCkgaR/zh8TYTvhUqkLm4pkfWo1KWrSHXSSBJAO9j7WwEy3KJo09FNle7Eeov6lC3IBmImAAL+2GXHsQCapSl2ly46sCBQ07xpIglQDG4vHeRHbHQOE1QS8ozzKXYBT+8za37nzg1j2IUUgeY4GakF0plr9QYq48dSrBPmwxxZvkssOmr+zrq99xE/vhpx7HKVOm/wDDV5umXceZI9v047sryEVAGjLr/lJ/28D+fnDvj2CL3HMqbKWV5PNpqA+QBoH/AORO++OzK8FamFCikBswGoAjuDMlp23Ee+DWPYFQgS8FqhSutGAHSGDfSDe47ebmI2PJ/hqoGU6cvY9taiADAg6gbmbg7DDRj2JBUUlv/DNQVabh10pplLgNESTHcxtf+mGTHsexFqaX/9k=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan  mengkaji lebih dalam kehidupan Nabi Muhammad saw, akan kita dapati  bahwa perilaku beliau tidak semuanya dalam tingkatan yang sama, begitu  pula ucapan-ucapan beliau. Imam Al Qarafi dalam Ihkamnya menjabarkan  bahwa satu sosok Rasulullah saw menempati 6 posisi yang semestinya  difahami, karena salah mengklasifikasikan ucapan atau perilaku beliau di  antara 6 posisi tersebut akan salah pula hukum yang dihasilkannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pertama:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Allah berfirman: &lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Bacalah  dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan  manusia dari segumpal darah, bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,  yang mengajar (manusia) dengan perantaran pena, Dia mengajari manusia  apa yang tidak diketahuinya"&lt;/i&gt;. (Al 'Alaq : 1-5).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Ayat-ayat  yang menjadi awal predikat kenabian Muhammad saw, karena saat  diturunkannya, ia adalah perintah untuk beliau semata dan tidak ada  hubungannya dengan orang lain, sebagaimana definisi kenabian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Kedua:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Allah berfirman: &lt;i&gt;"Hai  orang yang berselimut, bangunlah!, lalu berilah peringatan!, dan  Tuhanmu agungkanlah!, dan pakaianmu bersihkanlah!, dan perbuatan dosa  tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh  (balasan) yang lebih banyak!, dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu,  bersabarlah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;. (Al Muddatstsir : 1-7).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Beda  halnya dengan wahyu ke dua ini, dengannya Allah mengangkat Muhammad saw  sebagai Rasul utusanNya. Ada perintah untuk menyampaikan (tabligh)  kebenaran kepada orang lain. Pada posisi ini Nabi Muhammad saw berperan  sebagai penyambung lidah bagi Allah untuk menyampaikan pesan kepada  makhlukNya, sebagaimana perawi yang meyampaikan hadits kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Ketiga:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: left; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Posisi  mufti (yang mengeluarkan fatwa). Rasulullah saw dalam posisi ini  menjabarkan secara rinci hukum-hukum Allah melalui ucapan dan  perbuatanya. Beliau menerangkan tata cara shalat, penghitungan zakat,  jual beli dll. Mayoritas hadits beliau masuk dalam kategori ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Keempat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Terjadi persengketaan tanah antara 2 shahabat anshar, Ummu Salamah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: "&lt;i&gt;Kalian  mengadukan sengketa kepadaku, sangat mungkin salah satu dari kalian  lebih pandai dalam menyampaikan argumennya, maka siapa saja yang aku  menangkan dengan hak saudaranya, jangan sekali-kali ia mengambilnya,  karena sebenarnya aku telah potongkan baginya bagian dari neraka&lt;/i&gt;". (HR. Bukhari Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Demikian,  pada beberapa urusan Rasulullah saw berlaku sebagai hakim yang  memutuskan perkara dan sengketa. Peran ini -disimpulkan oleh Imam  Qarafi- banyak terjadi pada urusan ahwal syakhsiyah (pernikahan,  perceraian dan semisalnya), serta persengketaan di bidang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Kelima:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Anas  ra menceritakan bahwa ada perempuan yang didapati kepalanya di antara  dua batu, ia ditanya: "Siapa yang melakukan ini padamu? si fulankah?  atau si fulan?" sampai menyebut nama seorang Yahudi, ia pun mengangguk  mengiyakan. Dipanggillah orang Yahudi tersebut dan ia mengakui  perbuatannya. Maka Rasulullah saw memerintahkan untuk memukul kepalanya  dengan batu. (HR. Ahmad).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Kisah  di atas salah satu contoh Rasulullah saw sebagai imam/pemimpin  wilayah,yang memiliki hak untuk menentukan kebijakan umum terkait  kemaslahatan rakyat. Urusan kebijakan politik, hukum pidana perdata,  perdamaian peperangan dan semisalnya mesti difahami bahwa tidak setiap orang  bisa melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Keenam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Thalhah  ra bercerita, suatu ketika ia berjalan bersama Rasulullah saw melewati  beberapa orang yang sedang memanjat pohon kurma, beliau saw bertanya: "&lt;i&gt;Sedang apa mereka?&lt;/i&gt;" "Sedang mengawinkan bunga jantan ke bunga betina" jawab mereka. Rasulullah saw berkata: "&lt;i&gt;Sepertinya hal itu sama sekali tidak dibutuhkan&lt;/i&gt;".  Mendengar ini mereka tinggalkan proses pengawinan itu, namun hasilnya  buah kurmanya menjadi buruk. Berita ini disampaikan kepada Rasulullah  saw, beliau pun bersabda: "&lt;i&gt;Jika memang bermanfaat maka biarkan mereka  melakukannya, karena tadinya aku hanya mengira-ngira, dan jangan  salahkan aku dengan perkiraan itu, kecuali jika aku menyampaikan sesuatu  dari Allah maka ambillah karena aku tidak akan berdusta atas nama Allah&lt;/i&gt;". (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Dalam  beberapa kesempatan Rasulullah saw bekata, berpendapat atas nama  pribadinya selaku manusia, termasuk dalam strategi perang sebagaimana  riwayat Hubab bin Mundzir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Para  ulama' mengklasifikasi pembahasan ini dengan tujuan agar kita umat  Muhammad saw dapat menjalani syariah ini dengan tepat. Bab-bab yang  terkait dengan kerasulan dan fatwa maka kita wajib mentaatinya ketika  telah sampai hukum itu pada keilmuan kita, tanpa harus berhubungan  dengan hakim atau imam. Tapi, jika permasalahannya tergolong peradilan  dan siyasah 'ammah maka kita tidak diperkenankan mengambil sikap tanpa  melibatkan hakim dan imam. &lt;i&gt;Wallahu a'lam&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-8802261486615275189?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/8802261486615275189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/jabatan-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8802261486615275189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8802261486615275189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/jabatan-rasulullah-saw.html' title='Jabatan Rasulullah saw'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6719169356066164003</id><published>2010-12-16T10:42:00.001-08:00</published><updated>2010-12-16T10:42:42.152-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Belajar dari padi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERUSExMUFBMVFhoYFBgYGBgXFhkUHRcXFBcVGBcXHCYeGBokHBYVHy8gJCcpLCwsFR4xNTAqNScrLikBCQoKDgwOGg8PGjUkHyQxLSosKSwsLSw0NDIpLCw0LC0xKiwsLDIsKiwsLCwsLCwsLCwpLCksLCwsNCksLCwsLP/AABEIAGcAiQMBIgACEQEDEQH/xAAbAAADAAMBAQAAAAAAAAAAAAAEBQYAAgMBB//EAD8QAAIAAwYDBAYIBQUBAQAAAAECAAMRBAUSITFBBlFhInGBwRMykaGx0gcjQlKCotHwFCRTYpIzQ3Lh8YMW/8QAGgEAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAwQBAgUABv/EAC4RAAICAQMDAgQFBQAAAAAAAAECABEDBBIhMUFRIpEygaHwExVhceEUI1Kx0f/aAAwDAQACEQMRAD8A+bcN3LJmycTpibERXEwyoOR6w6XhKzf0/wAz/NA/BEqsj8bfBYuLvsIEtprDKuFO/c+HnHndVqHTI1MevmMoARI218J2YJUJQk5dp9PExvJ4UstH+qJIAp23yNMzkc4e2+xdqBp0srMVRvrAl1GRh8R9zJyIFo1JuzcMSmcKU/M36wVbeFZAyWVTric/FooLvs31zH7o8oZmyhyDsMyegzjsmscEcn3g8KXdyWmcDSFlLMZdaimJqk5Cpzyzr/iYGl8K2c/7f5n/AFh5aWJOZPOh2r0jJSwRc2ULZY+8VyPbcQezcDWUiplfnf5o3mcCWQf7X55nzRTXdKqsEzrPlCZ1eW/iPuY+qCukhF4Ns1f9L87/ADR3Xgiyf0vzv80UKWM1MEpYzFjqsn+Z9zO2jxJC1cCWcgiXLIYCvrMfDMxNWa7JBcyWltjJoGBao8K7R9VnzBLBPOJG8JIMwz5aj0g06/8AcMafVZDYYn9OZJVRJQ3AqTCjBeYJLAEV1yMN53DUjUSqdzuVPUVNR3GGsi6XtcssVEoqa4myAPdrQjaOBeVZQ5Ws9jkUrSWg5g6ua7ZU6wz/AFDOaDc+JC46HI48ydva5ZSSmZVoQMs25gbmJmLa/QTZi5UgMoIqP7hWImNHSsWU2e8XcUeJ9H+juzl5FB/UbPYCi1MNb1vF0fAD9UCBn5da5wk4LatjwDKs1sZ3pRKKIMvqZVgvKMbKm7UNfkyztsTiPr1b6pWXUiENvtThlbekNMQ/h1qdNIW2smYyZdBC2AbTX7wmY3jBlBZLMRZ8f2mAr41PwgdJDslGNBX3b+UUMyUBKCAaCnupCuTLNGJ2NB4a+/4QquTcTJI2iKLUO0Y2krG09M46SEh4niZfeP7pXKGLy8oBuoZQ2CxmP8U1k6CL5Fnzgh0ABMAXteqyEU4lLORhAzqupI55R1m3xWTjSW4J0LgKKU1G57/ZEEEi4XaYDaZSsrO7YJaak6k60A5xOfxdA4SXQtlLdjUqNzh+91hnYbuxF3arFjU10qNwI8nXdjYKNSYbxgLwYPIxHSR95WV0WqF2r6wOdTzMDOgKK7r2lymKMsSc8txFffSiSplgVIHaMQ9mczJvaJwitTsehjUwOXW/HeUriiYZfl9YrK0oHEhAw12oRmOR598RMUNskLLlzZbetkUOxWo8ono1NKqqpC+YBzc+gcDH+W/+jfBY3tM3FMJ6wLwlNw2Nj/e3wWOsrUd8Zjr/AHXP6wGQ9BHl4WQ4E7gT4gHzjvZbPinSkpvU9wzhtb5IOBtqD3UHlHK7GH8S0wjJFp4nL9YyVykr7x3Ip4+Ub2l2xFUFTT3xxmSMCld6595zJjSz21mnmgpue7aDLUtQTzhVRtoQj0RJq0DOCLLI7LTD6q0H/Jjog6+UEPd1ZqyzUE5ueS0qfEAe+N7ODNTGezIllsHWpypzYjD4dTDjZBt4iKYCG9Q+X39YwuhRRmY4UXU+UC3hec20D0VjQ4TUPNYUUZ0IFd/bpoY6WJ2myhLZQi1JIB7TCuWI7ZU0h/YpaqoCgBQMgMgBC4Hqsx5SFUAdZN3bwwJbYph9I4yFalVGyjFUnx15aU6X7eIUYYfTWGZiMvlvSOe+IUnI/qlweLhV2T+x36QbNnJJUsSDNOg5QHYp6yEJZatTsd/OEsy0FmLHUmpg4TcT4i++p5a2xEk5kxNW2astihWiudRp3xRTjCi9ExIwpX97Q/hIBoyREV82b6jFWpXKv9tRSJiKK020GztL3UZc9RE7G3prCkHzAv1lbw9N/lcPOYx9ywxlesopWpHxhNw+31X4j5Q+upA05FOhJ9tCQfbSEM/pZj+5i1W9S0ZHMpWYZiNLpcLKmTDu/uA/UwbLtFZeE7Vjy77PWUVpzP5o82GpTfmajqSZ3s75lgPWz68h5x3tRIlM4FStMI5sTkIGnzwpwjTL4QDeLNiZVcknICvZQaNMpzzwjrXrEIu4icSALgnEL+knFlIOexyIzBBI+zrkNad8e2QEChYnMnMnCP8AiugECqgXIbf+QzsaqFxMTWvZUA1JGebUoo9/dD1BEAmeztle4bLxIAAAZjZgGtFX7zUzHQQ8kTsuZiYS1KmJiy5mtMQJ5ZVNT3xzfipGWktsJGpxqG5aKxoPEdYB+GxjZZRQlPNlMwIWmI7VGQ0JY1yHdU9ISzbEklgWxO1eRCg9ARU959kaXVbpqyycQVCallRcTDljxmvsga/r0bshTy0qW76KKnwgaIwbaIUkEWYPeKzHavo36DCdOg3gJrDMAqUcd6kQPZbQxmlknglvWwOxIWuQYUxKIPvCyiUca2kYhrUEkjpUnOG62Uv/AGB2BjZuCPZn0wNXlQ19kCTrK4YDC1TtQ19msB2y/QCQGnFiKGoZa+Aje6ZUlGxTJkxZp0wJiIrtXF2T1hkIyizL+kQHia5piyXm+jAWmZJVSO0BkpIJ8BELH0Div0fopoUTHagqz0JAxDPM1A7ucfP42NCScfMDl6yjuA/VfiPwEPLullpi0r6wFdKVNNYQ3EfqvxHyiuucfy01ssSzEp45DzhTVNts/L3i+Nd2SpSTXMlQDny9sNknBFqcuyP1gC8nVkQVqQB40jJvaWj5gDXoNPhHmyNwFzTYwe2O2Fpi64sKDm3L99Y9s9lKKanE7Zu25PTpr7Tzga7LSznOmBWb0Y6aFj30Ph3xwvC+ixZZQ7KirPoAO/Ye87dWlxte0ff3/uCdl2xgs2VZycarNm7gnsSzqAfvNz5UpnnHrLarWgLIAgrhr2E6ABe02w2HKm84JQahFalRmBUjc4csvBdobWm0zCUE9p4C09HgwqQaa0qKCmVaGCuldDz99BF0ocAcd/5MOtFzSrNLHpSHc/YGmI8l+14wrutjPniWUEvCDXCCSgOpamSk6AEjU5GOtlsxZ6pVK5eszOeeKZUHwXD4xSNKlypIRcIA1wigruaDfrAS2wc8k/T5RgPx6ZwvoDAJcsD0YGZr5AZ+6JOZcaswJ7TE5VAIHhr74e3hasQXPKmVND1rvAyNodhE4icY4nZfVQhUkJZ5ZyGIj9nnCuzGXMxNMmYfulaMPEZU9sdZs4zDWBp92A9pey/Mb943i6L3Y8nvK3zQ6CcLXZkrQPLmA6Z5/wCJzgKbYEriKivPeN7LOEmcHMpBNAIGVVNcvV38I9vC/FYgPKWWSwBdT2KHem1IbAcEAcy4KmJeJEUymYliwGVWJ3HOIyL3i243lSWcMs2WQO2hy1FKjaIKNjRMDj4PeL5L3cx9cp+r/EfKKzh+zK6TaipXA3h2qxIXP/p/iPlD671apIrhHrUyyJ0/fKFtWtgi6gMZ25AQJeUoUoNhHG+2dZZXZsqjUDeO0w0VHHQxtfVJkkMhAI5/Gm/dHncfxCaD8yXWcWYSFOHLtkCuFdhyqeR/6LFTLwlErVSDQ6HXtPX1q5kDfXuV2U9oqurHE7HYnc82PLy1aiWESijqTqSdyTuYeyUCBBAkW0XpbGRy6sQ2lcvdXSN/4ku2JiWJOZOZgCa+ZjtZsyBDBQVczSxPFytucALiO+QjpOvEFyAPVHvpB9z3cFlqxzNKgchCR7R6RnalCTTyjKIDsTNRPSgnCxXUZswuThANT179j4xvfF6yE7BqgH2lFVryI/8AIImdhQoPf5wotMoZ10Oogyes23QdJbgcwuzySZYmqMUs6OKlTtrt4x0LikIlmT5K1s8xsOZMs5jrh590eyb2Yycc4EVJo6Zin9yGhFOYg5xE8jp9ZVK7T29mVhQ7aHcHmDCuSrOj5q+HNgRRytcytOW465RlsLsMagsh0ZQStNICkEg1BoYcxpSyjG2gd62wmW4DEjSldRUajQxNxSXlYQZcyYcmWhoNDUgVH6RNxq6etvEG93GFgvBUWhB1rlT9YcyeKZayWl4ZgZmqTRaUoABr3x5GRZ8CP1lF9JsRqv0hoMIwzMI1yX5o73h9Ikh5eFJc4HqFp7mjIyFvy/Bd1CfiNFVm4wlL9mZ7F1/ygmZx3KK0wzPYvzRkZFzocRN1I3mqi5uKJZ+y/sH6wyunjSzyzV0msdqBKe9oyMizaTGwowIQA3Hd2/StZ5YNZc8kn7qEU5evAk76SbPQhJU0E55hNf8AKMjID+XYPB94beYKv0hyqZpNr3L80DWnjiU2iTPYvzRkZBBocI7Tt5nkvjeUPsTPYvzQHauKpZNUExa6ii0PUjFrGRkWGjxA3IDEdIMnEvZK1mLyw0p7CfeII/8A2GJQs1TMIFAxAD+LVqYyMix0uM9pb8RoDeF9I8sooYV5055aH91hLGRkGRAgoShNz//Z" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Barang  siapa yang menuntut ilmu untuk berbangga diri di hadapan  ulama,   mendebat orang-orang bodoh atau memalingkan wajah manusia   kepadanya,  maka dia telah mempersiapkan tempat duduknya di neraka.”&lt;/i&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span class="messageBody" style="font-size: small;"&gt;(HR. Hakim, hadits hasan).&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody" style="font-size: small;"&gt;Allah  mewajibkan mencari ilmu untuk mengangkat kebodohan dari diri manusia,  sehingga ia mengenal Allah, RasulNya dan Islam. Dengan ilmu ini ia  berangkat untuk menegakkan kalimah Allah dan menjadikannya dasar dalam  mengatur dunia.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody" style="font-size: small;"&gt;Allah sama sekali tidak rela jika tujuan ilmu ini dipalingkan ke lain arah yang tidak penting bagiNya.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody" style="font-size: small;"&gt;Coba  kita renungkan, apa sebenarnya yang kita dapat jika kita telah bisa  menepuk dada di depan ulama'?! atau telah mampu mendebat orang yang  kemampuannya lebih rendah?! atau telah berhasil menyedot perhatian orang  sebanyak-banyaknya?!&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody" style="font-size: small;"&gt;::   Tidaklah aku mendebat seseorang kecuali aku mesti berharap Allah akan   mengalirkan kebenaran melalui lisannya :: Demikian Imam Syafi'i  mengajari kita.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span class="messageBody" style="font-size: small;"&gt;Ibarat  padi, semakin berisi semakin ia merunduk. Demikian pula manusia, ketika  ilmu yang benar-benar ilmu itu mengisinya, maka ia pasti akan berhias  dengan tawadlu' dan rendah hati. Meski tidak dikenal manusia, tapi Allah  sangat mengenalnya.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6719169356066164003?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6719169356066164003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/belajar-dari-padi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6719169356066164003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6719169356066164003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/belajar-dari-padi.html' title='Belajar dari padi'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6010274899395211507</id><published>2010-12-07T10:53:00.000-08:00</published><updated>2010-12-07T10:53:09.947-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Ilmu dalam menjawab</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQQEBQUEhAWFRQTFRUaEhUXFxQSGhUYFhcVFRscEhQXJyYjFxkjJRUUHy8iJCctLC84GB4xPDAqNTIrLCkBCQoKDgwOGQ8PGiklHiQ1NiwwLSwvLy41MDQsLCwvNCosLjUvNC0sLCksNiwpLCwsLjQsLCwpLCwsLCwsLCwvNP/AABEIAHgAWgMBIgACEQEDEQH/xAAcAAEAAwEBAQEBAAAAAAAAAAAABQYHBAMIAgH/xAA7EAABAwIDBAcECAcBAAAAAAABAAIDBBEFEiEGMUFRBxMiYXGBkVKhsbIyQnKCosLR4RQzNHOSs8Ej/8QAGQEBAAMBAQAAAAAAAAAAAAAAAAIEBQMB/8QAIREAAwACAgEFAQAAAAAAAAAAAAECAxEEIRITIjEzUUH/2gAMAwEAAhEDEQA/ANxREQBERAEREARFH12MtjNg0uI32IFu654qF3MLdMlMVb1KJBFEYXtLHPKYsrmSBpdlNtWggXBG/ePVS69mlS2hUuXphERSIhERAEREAREQHhX1HVxPf7LSR420VHmxUAb/AN/FWDbWu6qlOv03AeQu4/L71kWIYza+qzOYndqfw0+HqIdMm48bLcQpnMOvXMae9ryGOB8nFbCvnTZ+pz11OedRD/savotWeNPjOityq8q2ERFaKoREQBERAEREBUOkv+mj/uflcsTxam1Jutj6Uaq0UTeZe70AH5isXxCrubKjk+x6L+P6lssHRnhZmxGAcIiZXfcFx+IsX0Asm6EaYGSqk4tZE0eDi8n5GrWVZxL2lXK/cERF1OQXPVV7IvputfcNSfQLxxfEOpZcb3GwPLQm/uVYmlD2ucWvub9pzXDN4EjXyVPkcn0upW2W8HH9TuvgnTtbTA2dLlJNhmDh77WX9q9qIY23u532Wn4mwWb7LxGoqpS/tMhIyg69o8fKx9QrRWtzOa3mdfAaqrfNuetIszxMbfyyak2geRdjA37V3H0FreqiKnpEFO4Coj7JNs8fDxY74g+S9ptGrMttam8llzw8nLV9snXHxqN6LntrjcFWyF0Lw9oD8x1BF8ujgdx0KzHFqNgNxvVghZko4+/MT5uP7Kp1U5c49y7KnduiLlRCk2nohwnqqEykazvLh9lnYb8HHzV5XFglGIaaGNu5kTGjvs0C67VpytLRmU9vYREXpEjsQaHTRAjcHO+UKH2zxER07tdQLnVd+02DyzsBgkDJGHQOdIxr2neHGM3HAg6+GqotfsRWPa51VJBHC2znMhMkjpCDYZnPAPG1yTbkqWaKbel0XMNT7dvtfw7tjMP6qmDiO1KTI77273BqlIm3eTy0Hx/ReEeLRWDQ9t9wFx8FzUMlVN/IjiDLm75HOFzyDWgk/BY6msldGk9Qm2SFY+wKybayQmfTmFo+JuqImEzRMLfaic59vtNcGkDvF/JZhikzpJiWMLrngrODHUV2c8lJwtHvJWnqw2+gACiqaldLIGNF3SODWjmXHKPiFKxbO1Mgv1RA71Yei3CIziF5j2ow7qB9V0jbZrHiWgk28TwVvHpvSZXybS20bRDHla0cgB6Cy/aItEzQiIgCi9pW3pZBzDfmapRcmLUxkgka36Ract/aGo94CjS2miUvVJkZOxjYbZG2Dd1hbcuDZhmSnb33P+Ti7/qquJ7cnq3RujMbwLOEj4mFp45ml2Yei8sN2ydBE3rYJQ1w/wDOQgMbIG6dnPa/Dcs/XezTSlLX6WnaerDYj3iw89FmeDxgZiPaIHgNP1XZtJtl1mrezlFwCWkk8OyCbW368lA4bjLMoaDuUbTa6JKkmkaG2d0tNkjNnuOTN7IIN3W7hfzsu2TBI44mdXdhhsYnDeHDUHvJO+++5VLodpRCLk9m9z3cF1Ylt2JWhkOrjuN7Bp5uPC2/0VRYr8lo71ctbZquzOPCsgz6B7XOZK0G+V7TY27joR3EKWWY9D1UTLVMabxtERvzd2238wPcFpy3IrylMxMk+NNBERTIBERAeT6ZjjcsaTzIBPqv1LC1ws5ocORAPxX7RAQ+I7H0dQzJLSRFt7izQwgnS7XMsQdBuPBVOt6DqF/8t88XIB7Xj8YJ960RF40meptGQ4n0IStjP8PWCQ8GSsyAjl1jSbH7voqnH0VYmJAz+HsHb39ZHktf6xBv5Wv3L6KRQ9OSfqUVnYPY4YbT5CQ6aQ3meL2JF8rW31ygH1JPFWZEU0tEG9hERengREQBERAEREAREQBERAEREB//2Q==" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;.: &lt;i&gt;Orang  yang ditanya tentang suatu ilmu tapi ia menyembunyikan (jawaban) nya,  maka Allah akan mencambuknya pada hari kiamat dengan cambuk dari api&lt;/i&gt; :. (Shahih, HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan  tentang Islam tidak lepas dari 4 hal; hukum, dalilnya, kandungan hukum  dalam dalil dan bantahan untuk orang yang menyelisihinya. Seorang yang  telah menapakkan kaki dalam ilmu syar'i sudah selayaknya belajar  bagaimana para salaf memberikan jawaban yang benar dan bijak untuk  masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada 3 kemungkinan, ia mengetahui  jawaban pertanyaan itu, mengetahui beberapa pendapat seputar masalah itu  tapi belum yakin mana yang benar, atau tidak tahu sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  ia tidak mengetahuinya, maka tidak boleh baginya untuk menjawab tanpa  landasan ilmu. Bukan pahala yang ia dapat namun sebaliknya. Jika ia  belum yakin mana yang benar, diperkenankan baginya untuk menyampaikan  pendapat-pendapat itu kepada si penanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika ia  mengetahuinya, maka ia tidak diperkenankan untuk menyembunyikan  jawabannya, dengan catatan telah tiba waktu untuk melaksanakannya dan  tidak menimbulkan fitnah/keburukan dalam agama. Kaidah fiqih  menyebutkan: '&lt;i&gt;Mengakhirkan penjelasan pada saat dibutuhkan adalah terlarang&lt;/i&gt;'. Di sinlah hadits di atas diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  jika pertanyaan itu belum terjadi, maka tidak wajib baginya untuk  memberikan jawaban, terutama apabila tidak ada dalil yang spesifik dan  mengharuskan jawaban dengan ro'y atau ijtihad. Hal ini karena fatwa  dengan dasar ijtihad adalah darurat, ibarat dibolehkannya bangkai dalam  kondisi terjepit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Ibnu Qayyim mengajari kita dalam I'lamul Muwaqqi'in-nya. Semoga Allah senantiasa menuntun kita pada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muridguruku.blogspot.com/2010/12/blog-post.html"&gt;http://muridguruku.blogspot.com/2010/12/blog-post.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6010274899395211507?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6010274899395211507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/ilmu-dalam-menjawab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6010274899395211507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6010274899395211507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/ilmu-dalam-menjawab.html' title='Ilmu dalam menjawab'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-1411455482212026368</id><published>2010-12-06T02:45:00.000-08:00</published><updated>2010-12-06T07:34:38.007-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Manfaat riil, alasan pertanyaan dan jawaban</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5173494776468305544&amp;amp;postID=1411455482212026368" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBhQSERQUEhQUFBQVFxYZFhQUGRgUGhQVFRQVFBUUFRQYHCYgFxklGhUWHy8gJCcpLCwuFR4xNjAqNSYrLCkBCQoKDQwNDQ0MDSkYFBgpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKSkpKf/AABEIAHwAfAMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBQEBAQAAAAAAAAAAAAAEAgMFBgcBAAj/xABAEAACAQIDBgQEAgULBQAAAAABAgMAEQQSIQUGEzFBUQciYYEycZGhUrEjQmKC8BQlM1NykrLB0eHxJHODk6L/xAAVAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAf/EABQRAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD/2gAMAwEAAhEDEQA/ANOBpxHobPS1kqKMVqCGzeJOZJlusRAgQ6gHKC8xXqxJyi/IJ60jHwGWGSNXaJmUhZF5oT1FA7o7ttg1cNO8xcj4tFW1+QJOpvqb9BQWhWpwGh1enVaqhxOtAnExQSSZ5EXisGAJsfgVDf08vP1NFxvpQGP2HBM4eRMzAAcyLgcgQDrzoJUNSJ8UqKWchVUXJPICkZqB21s4YiFoixW9iGGtipBGnUaUDsO1mkUPHE7IeTEomYdwCb2+dqHj3oi4nClDQyHksgABvys4JBv86VsTAmCBYmfiFb+a1tCSQAOwql+I+LDzQxRjNIAbganzlciadTYm3qO9QaRnpLPQOzwyxRrIbuEUMed2CgNr11p4vVD2asu2tvJLx5RK0qlXYBUcxhVBsBYc+9+t60wtTMmHRjdkVj3Kgn6kVBELoALk2AFzzNhzPrXs9Z9t7xajjBXDIZX1sWuq36eUeY/aqFtDeDaOIIlxSynDhgWiVSkZUEEqUW2YEaXa/Oitkx2/mFibhq/Hl/qsOOK1+xy6D3NTOF2zmRWaKZCRcqUYkehsKB2Pg4I41OGSNI2UMOGoXMrAFSbDXQjnUohoOjbCjmk3/plP5JSo9vxkhf0oJNhmhmUXPclAB703i9oJCueRgouB1JJPJVUasx7AE1H4neCcC8eCmde7MkZI9I7s32B9KCyCSuiSqlsTfyKdxG6NC5NgGNwTyy5tLG/QirODQP569xKZJrhagG21tFo0AjAaWRgkYPLOwJzN+yqhmP8AZoTYe7UeHJkYmWdrl5n53PPL+Eff8qgtrb+RRYsQvCx4bZeLcXVnUAlUtqLNbnr0q3FqAgvSOJqL9wPckAfc0zxKD2nNaJj2sfcMCPyoJZpLUjjVCy4lopRmJMMlgrH9Rj8IY9jyB+VH56CnbJ3Fw0HJAT3OppG8u3cPArQKhnnI0w8IztqNM9h5B89fQ1K47PKoWCRUDNaSVTdkQDURaEZybC5+G5NibUVsvZcWHTLCioDztzY9Wdzq5PckmoK74c7QkfCcOZDHJAxQo3MIfPH/APJy/uVb0aqzJHwMeDyTEKVP/cS7J9sw96sCtVFJ3128+F2jh5WTPCqHIDoCzZlkIPIOAV+1aBgsUJI0kW4DqrAMLEBgCLjodaYIDCzAEdiAde+tEK9Bnu/2DtjY+GPPMq6Dq+coD8zZfpWk8T39aqH8k4212dvhw0MeXtncMV+gLH2FWfPQE8Qf8140MWrma3KgVLg42YOyIXXk5UFh8mIuKcY02Jj1rzTi19foT9hQdzVWPElv5sxVueVNf/LHU3LteFfikVP7f6P/AB2qF3tK4nByxQskrScNQqMrXvKnY8vXpaoIjdfxKwUmBhjxMp4giWOUMjtdlXKTmAN7gA39ak4N/cIoymfiW0DhWuV6Zrgeboe9r9aicF4OYZY0Vy7OBdmDEAseZA7dB6CpPC+G+DjGUIW1vdmYn5DXlVER4c7iSbPErSyKzSZRkjJyqFJNySBdte2mveryvtQK3p1GoG9tbP40YCkB1ZWQm+jKQwv6aUWkfrTeeuB6gLUDvTi2oLPTsbVQsgAkgC5tc97AAX9gBXs1JNR+8GIkjws7QgtKsbFANTmtzA6kc7elBzaW9OGgbJLMiv8AgF3b+4gJHvXsDvThpmyRzIX/AAG6P/ccAn6VRvCCAk4mV1Oa6ASNqSTnZwGPM/CT7Vcd6dhR4uB1kAzBWKSfrIwBIIbna/MdRQTeevXrMfCzfSSYnCzsXIXNE7atlW2ZGPWwNwT2I7VpGagcLEcifl0+lR+E2HAcWcRkUTLEFBCgWUs12Fh8R1BN+VFl6itmbbxEmMliEaJhobXdgxaR2UMMpva2vY6L3OgWV2tTN68WpOagDkTke/59f49agMXvPedsPhIjiZk/pLMI4ob/ANZKQfN+yAToe1Te1ndcLO0YvIkUjIOfnVGIsOuoH0rLPBDarcXEwkFg6iXPzsytkIY+ue/7p70Fm2ztHa8CGUQ4KRVBLJGZmcKOZ8xXNYdtfSk7l+JMeObhOnBmsSFvmWQAXOQ8wQNbHoOZq9gV887Fg/npFg5DGHLboiykn2yA+1BvyLc2FG5LaUvCYewv35fKlutAORXLU4RSSKBsiqN4kb6JhoXgjbNiJFKkDXhKwsWbsxBNhz1vyGp22trYnEu2H2dZQpyzYtjZY26xxHmzjqQDb050LsXwrw0Rzzk4mS9zxNEudScl/Nr+In5UFX8It3H4pxbArGFZI76Z2awYr3UAEX7n0NaoTTgQAAAAAaADQAdAB0FIZagZmksNOZ0HvRWHSwFBhbv6L+Z/2/Oi89A8WpOamuJXA9A7DLrTcOz44i3DjRMxu2RVTMe7ZQLnXme9No1F5rqD20P+X8elUVzf3eUYLBu4P6V/JEP22HxfJRdvYDrUD4QeH5hH8rxC2ldf0aHnHG3Nm7Ow+g+ZsWmyBtHabyyjNh8ERFFGdRJiLB5GI6hSVFuuVexFaPElh+dB0ikMtOGuWoB2SofGbWgdnwwxMaTsCoCsvERmFhlU/ri97c6nrVjUnhFjDiSMyGIuW4+fzWLXzZPi4nXtfr1oNQ2fs5IIkijFkQAAfmSepJ1J6k08RRJjpJjoBStJZaKMdDYxgAB+I2t6cz/HrQDwppfqdT79PpalGnVIPI2+f+tcaI1Awag8Rvng0dkbEIGU2IGY2I5i4BFTzCsm2l4U4nitwWjeMklSzZTY9GBHMd+tBqSmnYccqsEYi7ch101vYdPXlQKYZ2+Jsg/CnP3fp7D3qC8QMRLhsExwoKMzqrul8yqb3bNzuSFXNz81BPbDwJwsJQsGYySyMwBF2llaT7Age1EPvRwz5hmH0P1rO/DmHHXkM/G4LJdTMW+PMLFA/mtbNfpyqX2/hpgCYwD87/YUF/2dvDDNojgN+BvKfYdfapGvnfE42UN5ywI6HT7VP7E8ScRBZWbioP1ZLmw9H5j7j0qjaa5VX2L4i4WewZuC56SfCflJy+tqtCsCLjUHkR1+RoOEVzLS71ygQUqHxj5piOiC3u2p+2WpiaUKpY8lBJ+QF6ruBcm7HmxJPzJvQE2paSkUkmkk1A/xAef2r3BHehwaUHoEJKByF/npXnnJ6/TSh70kuaB0tTMiA0kvSS1BD7W2Ako1X3qkbW3WeO5TzDt1/wB60HbGNMULOoBIHJr2+xFVPYm9UmJkySJGB+yGB+7GgqAcqe1TWxd8cRhv6KQhfwHzKf3Tp9LGpXeDZUZBa1j3FUo6Gg2HYfipFJYYhDGfxpdl91+JfvVzwmPSVc0Tq691II9+xr5xhcg1J7O2lJEwaN2Ru6kj69x6UG1byYu0YQc5Db91dT/kPeg8MbLVe2ftaTEFWlIJUWuAB1vcgaX/ANKJ3plK4DElTY8Jhf5jKfsTQQ8m/wBLicQYNnxI9rkyykhbAgFgARZbkanU3GlFz7T2lAM8kMGIQatwC6OB1IVvi9hVO8J3/wCrlHeE/aSO351ql6CL2BvZBjFJiYhh8UbaMvrbqPUVLCWsX3vlOE2o74fyEFXFuV3QM4t+Ekm49a2FXuAaD//Z" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;.: &lt;i&gt;Mereka  bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta  yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat,  anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam  perjalanan." dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya  Allah Maha mengetahuinya&lt;/i&gt; :. (Al Baqarah : 215).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;.: &lt;i&gt;Mereka  bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu  adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; dan  bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya[116], akan  tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. dan masuklah  ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah  agar kamu beruntung&lt;/i&gt; :. (Al Baqarah : 189)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas,  jawaban yang diajarkan oleh Allah pada ayat di atas tidak mengena  pertanyaan. Yang ditanyakan adalah apa yang mereka infaqkan dan  jawabannya adalah kepada siapa infaq itu diberikan. Pada ayat kedua yang ditanyakan bulan sabit itu apa dan jawabannya tentang kegunaannya. Namun dengan  menelitinya akan kita dapati bahwa pertanyaan telah terjawab dengan  sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada makna untuk kita jadikan  prinsip dalam belajar dan mengajar, dalam meminta fatwa dan  memberikannya. Allah ingin mengajarkan bahwa ilmu bukan sekedar teori  pengetahuan tapi hendaknya berbuah prilaku bermanfaat dan bernilai  ibadah untuk Yang Maha Alim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak luput, Allah pun  mengajarkan ketrampilan bertanya dan menjawab. Beberapa pertanyaan  simpel masyarakat shahabat dijawab langsung oleh Allah dengan cara yang  unik. Ya, jawaban yang lebih bermakna dalam kehidupan nyata, jelas dan  terindra. Ibnu Qayyim menyebutnya sebagai pertanda dalamnya keilmuan  seorang mufti-ahli fatwa. (I'lamul Muwaqqi'in).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian keinginan Allah, maka sepantasnya dalam bertanya kita lintaskan pikiran; amaliyah apa kiranya yang lahir dari pertanyaan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muridguruku.blogspot.com/2010/12/manfaat-riil-alasan-pertanyaan-dan.html"&gt;http://muridguruku.blogspot.com/2010/12/manfaat-riil-alasan-pertanyaan-dan.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-1411455482212026368?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/1411455482212026368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/manfaat-riil-alasan-pertanyaan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1411455482212026368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1411455482212026368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/12/manfaat-riil-alasan-pertanyaan-dan.html' title='Manfaat riil, alasan pertanyaan dan jawaban'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-8371573663704110336</id><published>2010-10-08T21:39:00.000-07:00</published><updated>2010-11-21T04:51:35.348-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Naluri kepahlawanan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://i25.tinypic.com/11kuph2.jpg%20" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ex="true" height="95" src="http://i25.tinypic.com/11kuph2.jpg%20" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;"Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan. Tantangan-tantangan besar dalam sejarah hanya dapat dijawab oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan. Itulah sebabnya kita menyebut para pahlawan itu orang-orang besar.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Itu pula sebabnya mengapa kita dengan sukarela menyimpan dan memelihara rasa kagum kepada para pahlawan. Manusia berhutang budi kepada para pahlawan mereka. Dan kekaguman adalah sebagian dari cara mereka membalas utang budi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mungkin, karena itu pula para pahlawan selalu muncul di saat-saat yang sulit, atau sengaja dilahirkan di tengah situasi yang sulit. Mereka datang untuk membawa beban yang tak dipikul oleh manusia-manusia di zamannya. Mereka bukanlah kiriman gratis dari langit. Akan tetapi, sejarah kepahlawanan mulai dicatat ketika naluri kepahlawanan mereka merespon tantangan-tantangan kehidupan yang berat. Ada tantangan dan ada jawaban. Dan hasil dari respon itu adalah lahirnya pekerjaan-pekerjaan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan adalah stimulan kehidupan yang disediakan Allah untuk merangsang munculnya naluri kepahlawanan dalam diri manusia. Orang-orang yang tidak mempunyai naluri ini akan melihat tantangan sebagai beban berat, maka mereka menghindarinya dan dengan sukarela menerima posisi kehidupan yang tidak terhormat. Namun, orang-orang yang mempunyai naluri kepahlawanan akan mengatakan tantangan-tantangan kehidupan itu: Ini untukku. Atau seperti ungkapan orang-orang&lt;span style="font-style: italic;"&gt; shadiq&lt;/span&gt; dalam perang Khandaq yang diceritakan Al-Quran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan tatkala orang-orang beriman melihat golongan-golongan yang saling bersekutu itu, (dalam menghadapi orang-orang beriman), mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka, kecuali iman dan ketundukkan. &lt;/span&gt;(Al-Ahzab: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri kepahlawanan lahir dari rasa kagum yang dalam kepada kepahlawanan itu sendiri. Hal itu akan menggoda sang pengagum untuk melihat dirinya sembari bertanya, Apa engkau dapat melakukan hal yang sama? Dan jika ia merasa memiliki kesiapan-kesiapan dasar, maka ia akan menemukan dorongan yang kuat untuk mengeksplorasi segenap potensinya untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, naluri kepahlawanan adalah kekuatan yang mendorong munculnya potensi-potensi tersembunyi dalam diri seseorang, kekuatan yang berada di balik pertumbuhan ajaib kepribadian seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam serial &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jenius-jenius Islam&lt;/span&gt;, Abbas Mahmud Al-Aqqad menemukan kunci kepribadian Abu Bakar As-Shidiq dalam kata kekaguman kepahlawanan. Kunci kepribadian, kata Al-Aqqad, adalah perangkat lunak yang dapat menyingkap semua tabir kepribadian seseorang. Ia berfungsi seperti kunci yang dapat membuka pintu dan mengantar kita memasuki semua ruang dalam rumah itu. Dan kita hanya dapat memahami pekerjaan-pekerjaan besar yang telah diselesaikan Abu Bakar dalam kunci rahasia ini. Apakah anda juga memiliki kunci rahasia itu? Saya tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anis Matta".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan di atas patut kita renungkan, khususnya karena kita hidup pada zaman yang cenderung lari dari permasalahan, tidak terkecuali kita para penuntut ilmu. Mari kita matangkan diri untuk menyambut pekerjaan-pekerjaan besar para pahlawan!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://serialkepahlawanan.blogspot.com/search/label/Naluri%20Kepahlawanan"&gt;http://serialkepahlawanan.blogspot.com/search/label/Naluri%20Kepahlawanan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-8371573663704110336?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/8371573663704110336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/10/naluri-kepahlawanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8371573663704110336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8371573663704110336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/10/naluri-kepahlawanan.html' title='Naluri kepahlawanan'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-3162404624146146589</id><published>2010-10-07T21:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T21:50:04.619-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Meningkatkan inovasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img150.imageshack.us/img150/6916/pic0260sz2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ex="true" height="150" src="http://img150.imageshack.us/img150/6916/pic0260sz2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Untuk menghadapi dinamika perubahan dan kompetisi yang sangat tajam dan ketat dan demi keberangsungan hidup organisasi itu sendiri, maka setiap orang dalam organisasi dituntut untuk dapat berfikir dan bertindak secara inovatif. Paul Sloane dalam sebuah tulisannya mengetengahkan 10 cara untuk meningkatkan inovasi dalam suatu organisasi, yakni: &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;1. Memiliki visi untuk berubah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan berharap suatu tim akan menjadi inovatif apabila mereka tidak mengetahui tujuan yang hendak dicapai ke depan. Inovasi harus memiliki tujuan dan seorang pemimpin harus mampu menyatakan dan mendefinisikan tujuan secara jelas sehingga setiap orang dapat memahami dan mengingatnya. Para pemimpin besar banyak meluangkan waktu untuk menggambarkan dan menjelaskan visi, tujuan dan tantangan masa depan kepada setiap orang . Mereka berusaha meyakinkan setiap orang akan peran pentingnya dalam upaya mencapai visi dan tujuan, serta dalam menghadapi berbagai tantangan. Mereka mengilhami kepada setiap orang untuk menjadi enterpreneur yang bersemangat dan menemukan cara-cara yang inovatif untuk memperoleh kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;2. Memerangi ketakutan akan perubahan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para pemimpin inovatif senantiasa mengobarkan semangat pentingnya perubahan. Mereka berusaha menggantikan kepuasan atas kemapanan yang ada dengan kehausan akan ambisi. Mereka akan berkata, ” Saat ini kita memang sedang melakukan hal yang baik, tetapi kita tidak boleh berhenti dan berpuas diri dengan kemenangan yang ada, kita harus melakukan hal-hal yang lebih baik lagi”. Mereka menyampaikan pula bahwa saat ini kita sedang melakukan suatu spekulasi baru yang penuh resiko, dan jika kita tidak bergerak maka akan jauh lebih berbahaya. Mereka memberikan gambaran menarik tentang segala sesuatu yang hendak diraih pada masa mendatang. Oleh karena itu, satu-satunya cara menuju ke arah sana yaitu dengan berusaha memeluk perubahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;3. Berfikir Seperti Pemodal yang Berani Mengambil Resiko&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang pemodal yang berani mengambil resiko akan menggunakan pendekatan portofolio, berusaha mencari keseimbangan antara kegagalan dengan kesuksesan. Mereka senang mempertimbangkan berbagai usulan atau gagasan tetapi tetap merasa nyaman dengan berbagai pemikiran yang menggambarkan tentang kegagalan-kegagalan yang mungkin akan diterima.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;4. Memiliki Suatu Rencana Usulan yang Dinamis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda harus memfokus pada rencana usulan yang benar-benar hebat, setiap rencana mudah dilaksanakan, sumber tersedia dengan baik, responsif dan terbuka untuk semuanya. Berikan penghargaan dan respons yang wajar kepada karyawan serta para senior harus memliki komitmen agar karyawan tetap dapat menjaga kesegarannya dalam melaksanakan setiap pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;5. Mematahkan Aturan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mencapai inovasi yang radikal, Anda harus memiliki keberanian manantang berbagai asumsi aturan yang ada di sekitar lingkungan. Bisnis bukan seperti permainan olah raga yang selalu terikat dengan aturan dan keputusan wasit, tetapi bisnis tak ubahnya seperti seni, yang di dalamnya memiliki banyak kesempatan untuk berfikir secara lateral, sehingga mampu menciptakan cara-cara baru tentang aneka benda dan jasa yang diinginkan para pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;6. Beri Setiap Orang Dua Pekerjaan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikan setiap orang dua pekerjaan pokok. Mintalah kepada mereka untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari mereka secara efektif dan pada saat yang bersamaan kepada mereka diminta pula untuk menemukan cara-cara baru dalam melaksanakan pekerjaannya. Doronglah mereka untuk bertanya pada diri sendiri tentang apa sebenarnya tujuan esensial dari peran saya? Hasil dan nilai riil apa yang bisa saya berikan kepada klien saya, baik internal maupun eksternal? Apakah ada cara yang lebih baik untuk memberikan dan mencapai nilai atau tujuan tersebut? Dan jawabannya selalu mengatakan “YA”. Tetapi, kebanyakan orang tidak pernah atau jarang menanyakan hal-hal seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;7. Kolaborasi&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa eksekutif perusahaan memandang kolaborasi sebagai kunci sukses dalam inovasi. Mereka menyadari bahwa tidak semua dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan pada sumber-sumber internal. Oleh karena itu, mereka melihat dunia luar dan mengajak organisasi lain sebagai mitra, sehingga bisa saling bertukar pengalaman dan keterampilan dalam team.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;8. Menerima kegagalan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin inovatif mendorong terbentuknya budaya eksperimen. Setiap orang harus dibelajarkan bahwa setiap kegagalan merupakan langkah awal dari perjalanan jauh menunju kesuksesan. Untuk menjadi orang benar-benar cerdas dan tangkas, setiap orang harus diberi kebebasan berinovasi, bereksperimen dan memperoleh kesuksesan dalam melakukan pekerjaannya, termasuk didalamnya mereka juga harus diberi kebebasan akan kemungkinan terjadinya kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;9. Membangun prototipe&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda harus berani mencobakan suatu ide baru yang biaya dan resikonya relatif rendah ke dalam pasar (dunia nyata), kemudian lihat apa reaksi dari pelanggan dan orang-orang. Di sana sesungguhnya Anda akan lebih banyak belajar tentang dunia nyata, dibandingkan jika Anda hanya melakukan uji coba dalam laboratorium atau terfokus pada sekelompok orang saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;10. Bersemangat&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anda harus fokus terhadap segala sesuatu yang ingin dirubah. Siap dan senantiasa bergairah dan bersemangat dalam menghadapi dan menanggulangi berbagai tantangan. Energi dan semangat yang Anda miliki akan menular dan mengilhami setiap orang. Tak ada gunanya jika Anda mengisi bus dengan penumpang yang selalu merasa asyik dengan dirinya sendiri. Anda membutuhkan dan menghendaki orang-orang dan para pendukung Anda dengan semangat yang berkobar-kobar. Anda mengharapkan setiap orang dapat meyakini bahwa upaya mencapai tujuan merupakan sesuatu yang amat penting dan bermanfaat.&lt;/div&gt;Jika Anda menghendaki setiap orang dapat terinpirasi untuk menjadi inovatif, merubah cara-cara yang biasa mereka lakukan, dan untuk mencapai hasil yang luar biasa, maka Anda mutlak harus memiliki semangat yang menyala-nyala tentang apa yang Anda yakini dan Anda harus dapat mengkomunikasikannya setiap saat ketika Anda berbicara dengan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal di atas layak untuk kita terapkan di dunia pendidikan. Setelah itu kita akan lihat hasilnya. Selamat mencoba!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-3162404624146146589?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/3162404624146146589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/10/meningkatkan-inovasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3162404624146146589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3162404624146146589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/10/meningkatkan-inovasi.html' title='Meningkatkan inovasi'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-3047173210758500719</id><published>2010-10-07T05:10:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:18:59.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Bentuk budaya guru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRlfL6IjsWdu6ZrpTYAwkLuQyy711JtkjpfOgDFKUzljT2ZWK4&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__14idOH9KcYA-i3oZ-7td8ZLsqtc=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRlfL6IjsWdu6ZrpTYAwkLuQyy711JtkjpfOgDFKUzljT2ZWK4&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__14idOH9KcYA-i3oZ-7td8ZLsqtc=" width="187" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Budaya  sekolah&lt;/b&gt; memiliki bentuk-bentuk budaya tertentu dan salah  satunya adalah bentuk budaya guru yang menggambarkan tentang  karakeristik pola-pola hubungan guru di sekolah.  Hargreaves (1992) telah mengidentifikasi lima bentuk budaya guru, yaitu :  &lt;b&gt;&lt;i&gt;Individualism, Balkanization, Contrived Collegiality,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Collaboration,  &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dan&lt;b&gt;&lt;i&gt; Moving Mosaic.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Individualism&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Budaya dalam  bentuk ini ditandai dengan adanya sebagian besar guru bekerja secara  sendiri-sendiri (soliter), mereka menjadi tersisolasi dalam ruang  kelasnya, dan hanya sedikit kolaborasi, sehingga kesempatan pengembangan  profesi melalui diskusi atau &lt;i&gt;sharing &lt;/i&gt;dengan yang lain menjadi  sangat terbatas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Balkanization&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&lt;/i&gt; Bentuk budaya yang  kedua ini ditandai dengan adanya sub-sub kelompok secara terpisah yang  cenderung saling bersaing dan lebih mementingkan kelompoknya daripada  mementingkan sekolah secara keseluruhan. Misalnya, hadirnya kelompok  guru senior dan guru junior atau kelompok-kelompok guru berdasarkan mata  pelajaran. Pada budaya ini, komunikasi jarang terjadi dan kurang adanya  kesinambungan dalam memantau perkembangan perilaku siswa, bahkan  cenderung mengabaikannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Contrived&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;Collegiality&lt;/b&gt;.&lt;/i&gt;  Bentuk budaya yang ketiga ini sudah terjadi kolaborasi yang ditentukan  oleh manajemen, misalnya menentukan prosedur perencanaan bersama,  konsultasi dan pengambilan keputusan, serta pandangan tentang  hasil-hasil yang diharapkan. Bentuk budaya ini sangat bermanfaat untuk  masa-masa awal dalam membangun hubungan kolaboratif para guru. Kendati  demikian, pada budaya ini belum bisa menjamin ketercapaian hasil, karena  untuk membangun budaya kolaboratif memang tidak bisa melalui paksaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Collaboration&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Pada budaya inilah guru dapat memilih secara bebas dan saling  mendukung dengan didasari saling percaya dan keterbukaan. Dalam budaya  kolaboratif terdapat saling keterpaduan (&lt;i&gt;intermixing&lt;/i&gt;) antara  kehidupan pribadi dengan tugas-tugas profesional, saling menghargai, dan  adanya toleransi atas perbedaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Moving&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt; &lt;b&gt;Mosaic&lt;/b&gt;.&lt;/i&gt;  Pada model ini sekolah sudah menunjukkan karakteristik seperti apa yang  disampaikan oleh Senge (1990) tentang “&lt;i&gt;learning organisation&lt;/i&gt;”.  Para guru sangat fleksibel dan adaptif, semua guru mengambil peran,  bekerja secara kolaboratif dan reflektif, serta memiliki komitmen untuk  melakukan perbaikan secara berkesinambungan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sudah saatnya pesantren membangun budaya ke lima atau ke empat di lingkungan guru, sehingga karakteristik ini nantinya menular secara positif pada anak didiknya, selanjutnya menjadi karakteristik pesantren itu sendiri. Mari kita proses!. &lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-3047173210758500719?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/3047173210758500719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/10/bentuk-budaya-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3047173210758500719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/3047173210758500719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/10/bentuk-budaya-guru.html' title='Bentuk budaya guru'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-7112661909547439066</id><published>2010-09-27T20:08:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:19:42.313-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Ujung dari jalan ilmu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_3JRj9rwZDH0/SJ_sSigQ5qI/AAAAAAAABcA/rpPY-PJyXw0/s400/anak" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="123" src="http://4.bp.blogspot.com/_3JRj9rwZDH0/SJ_sSigQ5qI/AAAAAAAABcA/rpPY-PJyXw0/s200/anak" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Teh tubruk, teh celup, teh kotak, teh botol, teh hijau, hitam, merah, teh rasa lemon, apel, anggur...&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aneka ragam produk teh yang ditawarkan ke masyarakat kita itu menandakan adanya sebuah komitmen untuk menjelmakan ilmu menjadi sesuatu yang dapat dinikmati dan didapat dengan mudah. Kita bisa melihat fenomena ini dari dua sisi: &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Keluarnya sebuah produk berkualitas tidak terlepas dari proses penelitian dan penggalian ilmu tentang produk tersebut sedalam mungkin, &lt;b&gt;ke dua&lt;/b&gt;: teori ilmu yang telah diperolehnya diuji coba dalam tataran praktek, setidaknya untuk membuktikan kebenaran ilmu terkait dan selebihnya untuk melahirkan sesuatu yang baru yang lebih baik dari yang ada. Saya yakin hal ini tidak hanya pada teh tapi pada semua produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya kemudian, "apa yang telah kita lakukan dalam ilmu syariah?". Sejauh pengamatan saya yang sangat dangkal kita masih disibukkan dengan sisi pertama, selanjutnya kita menyibukkan diri untuk mengajarkan teori ilmu itu lagi. Terus, kapan kita akan uji coba? kapan kita akan mempersembahkan produk syariah kepada masyarakat untuk dinikmati dan didapat dengan mudah?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan panjang ilmu syariah ini semestinya berujung implementasi, bukan kembali ke teori lagi. Masih ada waktu untuk kita membenahi. Semoga bermanfaat!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-7112661909547439066?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/7112661909547439066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/09/ujung-dari-jalan-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7112661909547439066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7112661909547439066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/09/ujung-dari-jalan-ilmu.html' title='Ujung dari jalan ilmu'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_3JRj9rwZDH0/SJ_sSigQ5qI/AAAAAAAABcA/rpPY-PJyXw0/s72-c/anak' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-8349788251044085132</id><published>2010-07-02T07:23:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:20:16.252-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Kepatuhan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif; line-height: 115%;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:-VXxjLuy9Y9H5M:http://crowspeaks.files.wordpress.com/2008/03/blue-sky-and-sun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:-VXxjLuy9Y9H5M:http://crowspeaks.files.wordpress.com/2008/03/blue-sky-and-sun.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Ketika ayat 90-91 dalam surat Al Maidah turun, maka Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan khamr, maka barangsiapa yang telah mengetahui ayat ini dan masih mempunyai khamr walaupun sedikit, maka jangan diminum dan jangan dijual." (HR. Muslim). Dalam riwayat hadist ini dijelaskan, bahwa para sahabat secara serentak menumpahkan semua minuman keras yang ada di rumah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penulis ahli sejarah menukilkan, beberapa saat setelah turunnya ayat yang mengharamkan khamr kota Madinah digenangi khamr&amp;nbsp; yang ditumpahkan kaum muslimin sambil berseru, "Intahaina ya Allah!" (Kami telah menjauhinya, ya Allah!).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiallahu 'Anhu bahkan sempat berkata, "Seandainya ada satu tetes khamr (minuman keras) jatuh ke laut, kemudian laut itu kering, lalu tumbuh sebatang pohon yang buahnya bisa dimakan, maka andai saja lidahku telah kering kehausan dan perutku menjerit kelaparan, niscaya aku tidak akan mendekatinya." Sikap tegas seperti ini ditunjukkan juga oleh sahabat Umar bin Khatab Radhiallahu 'Anhu di hadapan orang banyak berseru, "Demi Allah! Seandainya setetes khamr jatuh ke tanganku, niscaya akan kupotong tanganku ini dan kulepaskan dari tubuhku." Demikianlah satu bentuk kepatuhan sahabat dan salafus-shalih di masa Rasulullah Shallalahu 'ali wa Sallam mengikuti perintah Allah dalam Alquranul Karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah turunnya ayat ini juga menceritakan para sahabat melakukan razia terhadap&amp;nbsp; orang-orang yang masih menyimpan atau menjual khamr. Kemudian khamr-khamr itu mereka tumpahkan ke tanah atau mereka buang ke selokan air. Para sahabat melakukan gerakan pembasmian khamr semata karena kepatuhan kepada Allah dan Rasulullah SAW yang telah mengharamkan, di samping mereka telah menyaksikan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh khamr berupa bermacam kejahatan dan kemaksiatan yang sangat merugikan manusia. Para sahabat dan orang-orang mukmin sangat meyakini bahwa Allah tidak akan melarang sesuatu, kalau tidak ada mudharat&amp;nbsp; di dalamnya. "Sesungguhnya Allah tidak pernah menzalimi manusia, manusia juga yang menzalimi dirinya sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, bagaimana kepatuhan kita terhadap aturan-aturan Allah dan RasulNya???Masih banyak perintah yang tidak segera kita ikuti dan justru larangan yang kerap kita jadikan hobi. Tidak terbayangkan kemarahan Rasulullah saw jika melihat langsung tingkat kepatuhan yang sangat rendah dari diri kita ini. Mari kita lakukan perbaikan, mumpung Allah masih berikan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-8349788251044085132?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/8349788251044085132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/07/kepatuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8349788251044085132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8349788251044085132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/07/kepatuhan.html' title='Kepatuhan'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-5607452762415852036</id><published>2010-07-02T02:31:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:20:37.229-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Menyikapi pujian orang</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ctOKFgcFxWM7oM:http://i164.photobucket.com/albums/u38/soksuci/jempol.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ctOKFgcFxWM7oM:http://i164.photobucket.com/albums/u38/soksuci/jempol.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Secara garis besar, pujian bisa diklasifikasikan dalam tiga bentuk: pujian yang diucapkan untuk menjilat, pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka, serta pujian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa memotivasi kita agar terus meningkatkan diri. Namun, kenyataannya, pujian justru lebih sering membuat kita lupa daratan, lepas kontrol, sombong dan seterusnya. Semakin sering orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri. Padahal Allah Swt. mengingatkan dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.”&lt;/i&gt; (Qs. Al-Najm; 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Nabi Saw. memberikan tiga kiat yang sangat menarik untuk diteladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, selalu mawas diri supaya tidak sampai terbuai oleh pujian yang dikatakan orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan doa: &lt;br /&gt;&lt;b&gt;اللهم لاتؤاخذني بما يقولون&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.&lt;/i&gt;” (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;Lewat doa ini, Nabi Saw. mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya. Orang lain yang melontarkan ucapan, tapi malah kita yang terjerumus menjadi besar kepala dan berkonsekwensi siksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, sebenarnya, setiap manusia pasti memiliki sisi gelap. Dan ketika ada seseorang yang memuji kita, maka itu lebih karena faktor ketidaktahuan dia akan belang serta sisi gelap kita.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, kiat Nabi Saw. dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;واغفرلي ما لايعلمون&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)&lt;/i&gt;”. (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, kalau pun sisi baik yang dikatakan orang lain tentang kita adalah benar adanya, Nabi Saw. mengajarkan kita agar memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang lain. Maka kalau mendengar pujian seperti ini, Nabi Saw. kemudian berdoa:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;واجعلني خيرا مما يظنون&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira&lt;/i&gt;”. (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memberikan teladan kiat menyikapi pujian, Nabi Saw. dalam keseharian beliau juga memberikan contoh bagaimana mengemas pujian yang baik. Intinya, jangan sampai pujian yang terkadang secara spontan keluar dari bibir kita, malah menjerumuskan dan merusak kepribadian sahabat yang kita puji. Ada beberapa teladan yang dapat disarikan dari kehidupan Nabi Saw., yaitu di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Nabi Saw. tidak memuji di hadapan orang yang bersangkutan secara langsung, tapi di depan orang-orang lain dengan tujuan memotivasi mereka. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi menjawab bahwa Islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka Orang Badui itupun berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya. Setelah Si Badui pergi, Nabi Saw. memujinya di hadapan para Sahabat, “&lt;i&gt;Sungguh beruntung kalau ia benar-benar melakukan janjinya tadi.&lt;/i&gt;” Setelah itu beliau menambahi, “&lt;i&gt;Barangsiapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah Orang (Badui) tadi&lt;/i&gt;.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Thalhah ra.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Nabi Saw. lebih sering melontarkan pujian dalan bentuk doa. Di saat Nabi Saw.&amp;nbsp; melihat ketekunan Abu Hurairah ra. dalam mengumpulkan hadits dan menghafalnya, beliau lantas berdoa agar Abu Hurairah ra. dikaruniai kemampuan untuk tidak lupa apa yang pernah dihapalnya. Doa inilah yang kemudian dikabulkan oleh Allah Swt. dan menjadikan Abu Hurairah ra. sebagai Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian yang dilontarkan orang lain terhadap diri kita, merupakan salah satu tantangan berat yang dapat merusak kepribadian kita. Pujian dapat membunuh karakter seseorang, tanpa ia sadari. Oleh karena itu, ketika seorang Sahabat memuji Sahabat yang lain secara langsung, Nabi Saw. menegurnya:&lt;br /&gt;قطعت عنق صاحبك&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Kamu telah memenggal leher temanmu&lt;/i&gt;.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Bakar ra.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan hadits tersebut, Ali ra. berkata dalam ungkapan hikmahnya yang sangat populer, “&lt;i&gt;Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, dari pada kamu terbuai oleh pujiannya&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika pujian sudah menjadi fenomena umum ditengah-tengah masyarakat kita, maka yang paling penting adalah bagaimana menyikapi setiap pujian secara sehat agar tidak sampai lupa daratan dan lepas kontrol; mengapresiasi setiap pujian hanya sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain; serta terus berdoa kepada Allah Swt. agar dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang.&lt;br /&gt;Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, kalaupun perlu memuji seseorang adalah bagaimana bisa mengemas pujian secara sehat.. Toh memuji tidak mesti dengan kata-kata, tapi akan lebih berarti bila diekspresikan lewat dukungan dan doa. Sehingga dengan demikian, kita tidak sampai menjerumuskan orang yang kita puji.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;اللهم لاتؤخذنا بما يقولون، واغفر لنا ما لايعلمون، واجعلنا خيرا مما يظنون.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-5607452762415852036?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/5607452762415852036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/07/menyikapi-pujian-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5607452762415852036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5607452762415852036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/07/menyikapi-pujian-orang.html' title='Menyikapi pujian orang'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-8658685364362845114</id><published>2010-06-30T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:21:01.492-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Tanda-tanda sekolah yang baik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:v3PB_cP-ESutWM:http://sekolahputik.com/pictures/Duren%2520sawit%2520build/ds-kls1.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:v3PB_cP-ESutWM:http://sekolahputik.com/pictures/Duren%2520sawit%2520build/ds-kls1.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam bukunya "Memilih sekolah terbaik untuk anak" Alfie Kohn menyuguhkan kepada pembaca beberapa tanda-tanda sekolah yang baik. Hal ini perlu untuk diketahui khususnya bagi orang tua yang sedang memilih tempat anaknya dalam menuntut ilmu. Baik juga untuk para pengelola sekolah, setidaknya sebagai cermin sejauh mana mutu dan kualitas sekolahannya dari sudut ilmu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mebel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kursi mengelilingi meja agar bisa terjadi interaksi yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Area yang nyaman untuk belajar, termasuk berbagai "pusat kegiatan".&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada ruang untuk berkumpul.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dinding&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tertutup oleh proyek siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti kerja sama siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanda, pameran, atau daftar yang jelas dibuat oleh siswa dan bukan oleh guru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Informasi dan kesan pribadi dari orang0orang yang menghabiskan waktu bersama anak-anak di kelas itu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Wajah siswa&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Bersemangat dan sibuk.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Suara&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sering terdengar dengung aktifitas dan gagasan saat siswa bertindak dan bertukar pikiran.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Lokasi guru&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sering bekerja bersama muridnya sehingga biasanya perlu beberapa detik untuk menemukannya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Suara guru&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penuh hormat, tulus, hangat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Reaksi siswa terhadap pengunjung kelas&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyambut baik, bersemangat untuk menjelaskan dan mendemonstrasikan apa yang mereka kerjakan atau memanfaatkan pengunjung sebagai nara sumbernya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Diskusi kelas&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Siswa sering saling menanggapi secara langsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menekankan pada eksplorasi masalah yang rumit dengan penuh pemikiran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa bertanya setidaknya sesering guru bertanya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Benda-benda&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ruang dipenuhi buku-buku bermanfaat, peralatan seni, hewan dan tumbuhan, peralatan sains; ada "rasa berantakan yang bertujuan".&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tugas&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Beberapa kegiatan yang berbeda sering terjadi pada saat bersamaan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktifitas sering dikerjakan secara berpasangan atau berkelompok.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sekitar sekolah&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Suasana yang menyenangkan: tempat orang ingin menghabiskan waktunya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasil karya siswa memenuhi lorong sekolah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perpustakaannya cukup lengkap dan nyaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kondisi kamar kecilnya baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruang gurunya hangat dan mengundang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Staf administrasi ramah terhadap semua pengunjung dan siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa membantu di kantin, perpustakaan dan tempat-tempat lain di sekolah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sebaliknya, jika mendapati hal-hal di bawah ini kita perlu khawatir dengan pendidikan yang diberikan kepada siswa selama ini:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Semua kursi menghadap ke depan atau lebih buruk lagi meja berbanjar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dinding kosong atau tertempel poster di pasaran.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pajangan siswa a. tanpa kesalahan (patut dicurigai) b. hanya dari siswa-siswa terbaik c. hampir semua serupa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Daftar peraturan yang dibuat orang dewasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukti-bukti yang menunjukkan bahwa siswa diberi rangking.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wajah kosong dan bosan siswa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suara guru paling keras dan paling sering terdengar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sering ada waktu hening.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru umumnya selalu berada di tengah depan kelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guru bersifat mengendalikan dan memerintah, congkak dan manisnya dibuat-buat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Siswa tidak memberi reaksi terhadap kunjungan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semua pertukaran pikiran dipimpin guru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menekankan pada fakta dan jawaban yang benar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ruang kelas didomonasi buku teks pelajaran atau lembar kerja.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Umumnya semua siswa melakukan hal yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saat siswa tidak sedang mendegarkan guru mereka bekerja sendirian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lingkungan sekolah kaku dan resmi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga bermanfaat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-8658685364362845114?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/8658685364362845114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tanda-tanda-sekolah-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8658685364362845114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8658685364362845114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tanda-tanda-sekolah-yang-baik.html' title='Tanda-tanda sekolah yang baik'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-4466650827213257905</id><published>2010-06-30T07:42:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:21:29.297-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia pesantren'/><title type='text'>Penyakit khas pesantren?</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ZpYGWChOklnb2M:http://www.sacred-destinations.com/ireland/images/dublin/trinity-and-kells/resized/library-cc-keka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ZpYGWChOklnb2M:http://www.sacred-destinations.com/ireland/images/dublin/trinity-and-kells/resized/library-cc-keka.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="judul"&gt;"&lt;i&gt;Kalau belum kena gatal di pesantren belum disebut santri&lt;/i&gt;". Begitu kata orang yang mengaku pernah sekian tahun &lt;i&gt;mondok&lt;/i&gt;. Barangkali karena ia telah putus asa menghadapi kejorokan ustadz dan santri, atau ia sendiri bermasalah dalam hal ini, atau memang tidak tahu bahwa Islam agama yang menjunjung tinggi kebersihan karena lingkungannya membentuk imej demikian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="judul"&gt;Terlalu naif jika santri gatal kemudian dikatakan "itu wajar". Bukankah Islam memerintahkan kebersihan? Dalam fiqih Syafi'i orang yang hendak melakukan shalat hendaklah ia memastikan bahwa badan, pakaian dan tempat harus bersih dari hadats dan najis, bahkan sebagian madzhab mewajibkan mandi jum'at agar jamaah yang lain tidak terganggu dengan aroma keringatnya. Dalam sunnah juga diterangkan untuk bersiwak setiap kali akan shalat, terutama orang yang baru makan makanan berbau tidak sedap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="judul"&gt;Lagi-lagi kesalahan kita yang senantiasa membahas syariah sebatas buku/kitab saja tidak sampai pada kehidupan riil. Kelemahan yang harus disadari kemudian diperbaiki. Ustadz dan murid harus mampu menghadirkan &lt;i&gt;asholah&lt;/i&gt; (keotentikan) syariah dalam kehidupan kontemporer, dengan istilah lain &lt;i&gt;tahqiqul manath&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal kita memiliki keinginan untuk membenahi pesantren kita dari kejorokan dan kekumuhan, maka keadaan akan berubah. Pesantren akan kembali menjadi salah satu taman surga. Yang pasti harus ada kesamaan langkah dari komponen pesantren, mulai kyai, guru, santri bahkan para pegawai sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;span class="judul"&gt;Penyakit yang sering mengenai pesantren adalah: Pertama &lt;/span&gt;&lt;b&gt;scabies &lt;/b&gt;yaitu jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau bernama  Sarcoptes scabei. Tungau ini berukuran sangat kecil dan tidak terlihat  oleh mata telanjang. Kedua &lt;b&gt;kutu &lt;/b&gt;yaitu suatu parasit jenis serangga yang tidak bersayap Ketiga &lt;b&gt;panu &lt;/b&gt;yang merupakan penyakit jamur permukaan (superfisial) yang kronik.&lt;span class="judul"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;span class="judul"&gt;Berikut cara menciptakan budaya kebersihan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="judul"&gt;Menunjuk seseorang untuk menjadi penanggung jawab kebersihan pesantren. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="judul"&gt;Meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, barang maupun aktifitas. Makan di kamar misalnya. Harus ada tindakan tegas dari penanggung jawab kebersihan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="judul"&gt;Kontrol kebersihan pribadi santri seperti mandi, gosok gigi dll. Serta kontrol cara merawat pakaian mereka, mencuci, melipat atau cara menggantungkan pakaian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="judul"&gt;Melakukan general cleaning secara berkala.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="judul"&gt;Segera perbaiki sanitasi atau WC yang rusak karena hal ini salah satu sumber penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="judul"&gt;&lt;/span&gt;Kalaupun penyakit itu sudah terlanjur terjangkit, maka jangan sampai kita putus asa. Segera lakukan beberapa langkah berikut:&lt;/div&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak saling tukar pakaian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan gerakan bersih-bersih secara serentak.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan pengobatan serentak untuk mencegah terjadinya infeksi bolak-balik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Baju-baju,  seprei, mukena, semua harus direbus, dijemur di bawah sinar matahari dan  disetrika.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bila dimungkinkan pisahkan santri yang terkena gatal sampai taraf kesembuhan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;Mari kita ciptakan pesantren yang nyaman untuk kita dan generasi kita menimba ilmu menuju masa depan Islam yang gemilang, gemah ripah iman cemerlang...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-4466650827213257905?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/4466650827213257905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/penyakit-khas-pesantren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4466650827213257905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4466650827213257905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/penyakit-khas-pesantren.html' title='Penyakit khas pesantren?'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-4014671234458003099</id><published>2010-06-29T19:13:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:21:47.266-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia pesantren'/><title type='text'>Kemana alumni pesantren?!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:-bL8MR20bJ11qM:http://farm3.static.flickr.com/2296/3535805669_27cc8517d9.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:-bL8MR20bJ11qM:http://farm3.static.flickr.com/2296/3535805669_27cc8517d9.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jumlah pesantren di Indonesia sekurang-kurangnya 11.000 pesantren. Kalaupun setiap tahun masing-masing meluluskan 10 alumni maka akan muncul angka 110.000 lulusan. Pertanyaannya kemudian: Kemana alumni itu? dan Mengapa belum ada perubahan signifikan di masyarakat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah waktunya kita, pengelola pesantren, untuk mengevaluasi; apa yang salah dari pendidikan kita?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Barangkali kita masih menganggap tidak penting pendidikan karakter pada anak?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atau pendidikan sama dengan transfer pengetahuan belaka?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mungkin juga kita tidak tanamkan pada anak bahwa Islam ini tanggung jawab mereka?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atau kita sendiri punya anggapan, cukup mereka menjadi shalih untuk mereka sendiri?&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jangan-jangan kita terlalu percaya bahwa mereka bisa menghadapi tantangan di luar pesantren dengan bekal 3 atau 6 tahun di pesantren kita, sehingga kita lepas begitu saja tanpa kontrol?&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sampai kapan hal demikian akan berlarut? Kita harus bangkit sekarang juga. Pesantren harus kembali melakukan perannya dengan baik sebagai tempat pengkaderan para pemimpin, tempat menempa diri dengan karakter unggul, tanggung jawab, kejujuran, kesederhanaan, keberanian, tawadlu (rendah hati), dan lainnya. Dan pasca kelulusan mereka semestinya kita petakan kontribusi mereka dilengkapi dengan kontrol manajemen yang baik. &lt;i&gt;Kemudian hanya kepada Allah kita kita serahkan segala urusan...&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-4014671234458003099?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/4014671234458003099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/kemana-alumni-pesantren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4014671234458003099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4014671234458003099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/kemana-alumni-pesantren.html' title='Kemana alumni pesantren?!'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-7335610590713641679</id><published>2010-06-29T18:30:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:22:01.233-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Tanggung jawab, harus!!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:G7KNbmCRPZfK2M:http://rofikwec.blogdetik.com/files/2009/10/muslimahberdoa1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:G7KNbmCRPZfK2M:http://rofikwec.blogdetik.com/files/2009/10/muslimahberdoa1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Seorang wanita Ghamidiyah datang kepada Rasulullah mengadukan bahwa ia telah berzina dan dari hasil perzinaannya ia mengandung. Sama halnya dengan perlakuan kepada Ma'iz. Rasulullah awalnya tidak mengindahkan permohonan dari wanita ini untuk ditegakkan hukum had (rajam) kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Beliau kemudian memberikan tenggang waktu kepada wanita ini untuk melahirkan terlebih dahulu anaknya. Ketika sudah lahir, ia pun datang lagi kepada Rasulullah. Ingin disegerakan hukuman dari dosa yang dilakukannya, sehingga bersih dirinya dari dosa zina itu. Akan tetapi, Rasulullah menangguhkannya, sampai ia menyusui si bayi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tatkala ia telah melaksanakan kewajiban itu dan menyapih si bayi, ia datang lagi kepada Rasulullah. Ia pun membawa bayinya itu, dan di tangan si bayi ada sekerat roti. Ia ingin menyampaikan kepada Rasulullah bahwa si bayi sudah besar dan mampu untuk makan sendiri. Sehingga ia bisa ditinggalkan oleh ibunya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Tatkala salah seorang sahabat -yakni Khalid- melempar batu dengan keras, seraya memaki wanita itu karena darahnya mengenai dirinya, Rasulullah kemudian menjelaskan bahwa tobat wanita itu diterima oleh Allah. Dalam salah satu riwayat dikatakan bahwa tobatnya wanita Ghamidiyah ini, jika dibagi kepada 70 orang penduduk Madinah, niscaya akan mencukupinya". &lt;/i&gt;Subhanallah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penggalan riwayat di atas adalah potret pendidikan Rasulullah saw dalam hal tanggung jawab. Beliau membimbing masyarakat shahabat untuk memiliki kesiapan dalam menanggung dan menjawab segala apa yang diperbuatnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karakter yang harus dimiliki oleh orang yang ingin melangkah menuju kesuksesan, apapun profesinya termasuk sebagai guru atau murid. Guru mengajar dan mendidik dengan tanggung jawab, murid pun belajar dan mau dididik dengan tanggung jawab.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam mengukur sikap tanggung jawab ini ada baiknya kita melihat apakah indikatornya telah tertanam dalam diri kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak menjadikan tugas sebagai beban.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merasa bersalah ketika tidak menunaikan amanah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berani menanggung resiko apapun dari kelalaian dan kesalahannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh, demikian besar keinginan wanita Ghamidiyah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; untuk membersihkan dirinya dari dosa zina. Sebuah tanggung jawab dalam meniti syariah, berani menjalani resiko kematian untuk sebuah kehidupan yang mulia. Lihat bagaimana Allah memberikan balasan ketulusan tanggung jawab dari wanita itu!.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana dengan kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-7335610590713641679?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/7335610590713641679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tanggung-jawab-harus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7335610590713641679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7335610590713641679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tanggung-jawab-harus.html' title='Tanggung jawab, harus!!!'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-4228988860738623855</id><published>2010-06-28T20:17:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:22:22.916-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Salman, murid Rasul saw dari Persia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:2d8n2mkLhJMSnM:http://kerdowney.com/uploads/countries/17/1236-petra.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:2d8n2mkLhJMSnM:http://kerdowney.com/uploads/countries/17/1236-petra.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari Persi datangnya pahlawan kali ini. Dan dari Persi pula Agama Islam nanti dianut oleh orang-orang Mu'min yang tidak sedikit jumlahnya, dari kalangan mereka muncul pribadi-pribadi istimewa yang tiada taranya, baik dalam bidang kedalaman ilmu pengetahuan dan ilmuan dan keagamaan, maupun keduniaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, salah satu dari keistimewaan dan kebesaran al-Islam ialah, setiap ia memasuki suatu negeri dari negeri-negeri Allah, maka dengan keajaiban luar biasa dibangkitkannya setiap keahlian, digerakkannya segala kemampuan serta digalinya bakat-bakat terpendam dari warga dan penduduk negeri itu, dokter-dokter Islam, ahli-ahli astronomi Islam, ahli-ahli fiqih Islam, ahli-ahli ilmu pasti Islam dan penemu-penemu mutiara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bahwa pentolan-pentolan itu berasal dari setiap penjuru dan muncul dari setiap bangsa, hingga masa-masa pertama perkembangan Islam penuh dengan tokoh-tokoh luar biasa dalam segala lapangan, baik cita maupun karsa, yang berlainan tanah air dan suku bangsanya, tetapi satu Agama. Dan perkembangan yang penuh berkah dari Agama ini telah lebih dulu dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bahkan beliau telah menerima janji yang benar dari Tuhannya Yang Maha Besar lagi Maha Mengetahui. Pada suatu hari diangkatlah baginya jarak pemisah dari tempat dan waktu, hingga disaksikannyalah dengan mata kepala panji-panji Islam berkibar di kota-kota di muka bumi, serta di istana dan mahligai-mahligai para penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu 'anhu sendiri turut menyaksikan hal tersebut, karena ia memang terlibat dan mempunyai hubungan erat dengan kejadian itu. Peristiwa itu terjadi waktu perang Khandaq, yaitu pada tahun kelima Hijrah. Beberapa orang pemuka Yahudi pergi ke Mekah menghasut orang-orang musyrik dan golongan-golongan kuffar agar bersekutu menghadapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Kaum Muslimin, serta mereka berjanji akan memberikan bantuan dalam perang penentuan yang akan menumbangkan serta mencabut urat akar Agama baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siasat dan taktik perang pun diaturlah secara licik, bahwa tentara Quraisy dan Ghathfan akan menyerang kota Madinah dari luar, sementara Bani Quraidlah (Yahudi) akan menyerang-nya dari dalam -- yaitu dari belakang barisan Kaum Muslimin sehingga mereka akan terjepit dari dua arah, karenanya mereka akan hancur lumat dan hanya tinggal nama belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pada suatu hari Kaum Muslimin tiba-tiba melihat datangnya pasukan tentara yang besar mendekati kota Madinah, membawa perbekalan banyak dan persenjataan lengkap untuk menghancurkan. Kaum Muslimin panik dan mereka bagaikan kehilangan akal melihat hal yang tidak diduga-duga itu. Keadaan mereka dilukiskan oleh al-Quran sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika mereka datang dari sebelah atas dan dari arah bawahmu, dan tatkala pandangan matamu telah berputar liar, seolah-olah hatimu telah naik sampai kerongkongan, dan kamu menaruh sangkaan yang bukan-bukan terhadap Allah&lt;/i&gt;. (Q.S. 33 al-Ahzab:l0).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.000 orang prajurit di bawah pimpinan Abu Sufyan dan Uyainah bin Hishn menghampiri kota Madinah dengan maksud hendak mengepung dan melepaskan pukulan menentukan yang akan menghabisi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, Agama serta para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan tentara ini tidak saja terdiri dari orang-orang Quraisy, tetapi juga dari berbagai kabilah atau suku yang menganggap Islam sebagai lawan yang membahayakan mereka. Dan peristiwa ini merupakan percobaan akhir dan menentukan dari fihak musuh-musuh Islam, baik dari perorangan, maupun dari suku dan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin menginsafi keadaan mereka yang gawat ini, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam-pun mengumpulkan para shahabatnya untuk bermusyawarah. Dan tentu saja mereka semua setuju untuk bertahan dan mengangkat senjata, tetapi apa yang harus mereka lakukan untuk bertahan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah tampil seorang yang tinggi jangkung dan berambut lebat, seorang yang disayangi dan amat dihormati oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Itulah dia Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu!' Dari tempat ketinggian ia melayangkan pandang meninjau sekitar Madinah, dan sebagai telah dikenalnya juga didapatinya kota itu di lingkung gunung dan bukit-bukit batu yang tak ubah bagai benteng juga layaknya. Hanya di sana terdapat pula daerah terbuka, luas dan terbentang panjang, hingga dengan mudah akan dapat diserbu musuh untuk memasuki benteng pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negerinya Persi, Salman radhiyallahu 'anhu telah mempunyai pengalaman luas tentang teknik dan sarana perang, begitu pun tentang siasat dan liku-likunya. Maka tampillah ia mengajukan suatu usul kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yaitu suatu rencana yang belum pernah dikenal oleh orang-orang Arab dalam peperangan mereka selama ini. Rencana itu berupa penggalian khandaq atau parit perlindungan sepanjang daerah terbuka keliling kota.&lt;br /&gt;Dan hanya Allah yang lebih mengetahui apa yang akan dialami Kaum Muslimin dalam peperangan itu seandainya mereka tidak menggali parit atas usul Salman radhiyallahu 'anhu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Quraisy menyaksikan parit terbentang di hadapannya, mereka merasa terpukul melihat hal yang tidak disangka-sangka itu, hingga tidak kurang sebulan lamanya kekuatan mereka bagai terpaku di kemah-kemah karena tidak berdaya menerobos kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya pada suatu malam Allah Ta'ala mengirim angin topan yang menerbangkan kemah-kemah dan memporak-porandakan tentara mereka. Abu Sufyan pun menyerukan kepada anak buahnya agar kembali pulang ke kampung mereka ... dalam keadaan kecewa dan berputus asa serta menderita kekalahan pahit ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu menggali parit, Salman radhiyallahu 'anhu tidak ketinggalan bekerja bersama Kaum Muslimin yang sibuk menggali tanah. Juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ikut membawa tembilang dan membelah batu. Kebetulan di tempat penggalian Salman radhiyallahu 'anhu bersama kawan-kawannya, tembilang mereka terbentur pada sebuah batu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu 'anhu seorang yang berperawakan kuat dan bertenaga besar. Sekali ayun dari lengannya yang kuat akan dapat membelah batu dan memecahnya menjadi pecahan-pecahan kecil. Tetapi menghadapi batu besar ini ia tak berdaya, sedang bantuan dari teman-temannya hanya menghasilkan kegagalan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salman radhiyallahu 'anhu pergi mendapatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan minta izin mengalihkan jalur parit dari garis semula, untuk menghindari batu besar yang tak tergoyahkan itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun pergi bersama Salman radhiyallahu 'anhu untuk melihat sendiri keadaan tempat dan batu besar tadi. Dan setelah menyaksikannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta sebuah tembilang dan menyuruh para shahabat mundur dan menghindarkan diri dari pecahan-pecahan batu itu nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu membaca basmalah dan mengangkat kedua tangannya yang mulia yang sedang memegang erat tembilang itu, dan dengan sekuat tenaga dihunjamkannya ke batu besar itu. Kiranya batu itu terbelah dan dari celah belahannya yang besar keluar lambaian api yang tinggi dan menerangi. "Saya lihat lambaian api itu menerangi pinggiran kota Madinah", kata Salman radhiyallahu 'anhu, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan takbir, sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah Maha Besar! aku telah dikaruniai kunci-kunci istana negeri Persi, dan dari lambaian api tadi nampak olehku dengan nyata istana-istana kerajaan Hirah begitu pun kota-kota maharaja Persi dan bahwa ummatku akan menguasai semua itu&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat tembilang itu kembali dan memukulkannya ke batu untuk kedua kalinya. Maka tampaklah seperti semula tadi. Pecahan batu besar itu menyemburkan lambaian api yang tinggi dan menerangi, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir, sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Allah Maha Besar! aku telah dikaruniai kunci-kunci negeri Romawi, dan tampak nyata olehku istana-istana merahnya, dan bahwa ummatku akan menguasainya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipukulkannya untuk ketiga kali, dan batu besar itu pun menyerah pecah berderai, sementara sinar yang terpancar daripadanya amat nyala dan terang temarang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun mengucapkan &lt;i&gt;la ilaha illallah&lt;/i&gt; diikuti dengan gemuruh oleh kaum Muslimin. Lalu diceritakanlah oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa beliau sekarang melihat istana-istana dan mahligai-mahligai di Syria maupun Shan'a, begitu pun di daerah-daerah lain yang suatu ketika nanti akan berada di bawah naungan bendera Allah yang berkibar. Maka dengan keimanan penuh Kaum Muslimin pun serentak berseru:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya .... Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salman_al-Farisi"&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Salman_al-Farisi&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-4228988860738623855?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/4228988860738623855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/salman-murid-rasul-saw-dari-persia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4228988860738623855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4228988860738623855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/salman-murid-rasul-saw-dari-persia.html' title='Salman, murid Rasul saw dari Persia'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-1053069363652987781</id><published>2010-06-27T20:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:22:43.131-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Siswa suka marah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:PXwENFvABLtnMM:http://departalahne.files.wordpress.com/2008/10/images.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:PXwENFvABLtnMM:http://departalahne.files.wordpress.com/2008/10/images.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Seorang anak memiliki keingintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan dengan marah-marah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orang tua/guru sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sifat anak yang pemarah bisa menjadi masalah bagi orang tua/guru dan anak. Karena itu orangtua perlu memaklumi sifat anaknya tersebut. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah. Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, seperti lapar, bosan, suasana lingkungan yang tidak mendukung atau lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orang tua/guru dapat mencegah kemarahan anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan contoh sikap tenang padanya. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya. Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ketahui siapa yang sedang marah. Bila orang tua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum. Sebaiknya orang tua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk membawanya ke tempat yang lebih sepi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memeluk dan merangkulnya erat seperti pelukan gaya beruang. Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menahan diri adalah terapi yang baik. Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga dapat bermanfaat dalam mengatasi anak-anak yang punya sifat pemarah..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ilmupsikologi.wordpress.com/2010/03/23/cara-mengatasi-anak-pemarah/"&gt;http://ilmupsikologi.wordpress.com/2010/03/23/cara-mengatasi-anak-pemarah/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-1053069363652987781?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/1053069363652987781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/siswa-suka-marah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1053069363652987781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1053069363652987781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/siswa-suka-marah.html' title='Siswa suka marah'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6744075553201082451</id><published>2010-06-27T18:47:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:23:01.142-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Guru harus membangun hubungan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:-zE_quMNAWwn-M:http://moumtaza.files.wordpress.com/2007/11/mawar1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:-zE_quMNAWwn-M:http://moumtaza.files.wordpress.com/2007/11/mawar1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hubungan pribadi antara seorang murid dengan gurunya memberikan kesan yang mendalam dan tidak terlupakan. Guru -secara tidak langsung- membangun standar dalam pikiran muridnya yang secara sadar atau tidak sadar akan dijadikan contoh bagi murid tersebut dalam sikap dan tindakannya, sekarang atau di masa mendatang. Guru yang membangun hubungan dalam kasih sayang yang tulus dengan muridnya membuka peluang murid untuk bisa memiliki gaya hidup berdasarkan pada kebenaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa cara yang digunakan para guru untuk membangun suatu hubungan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kata yang paling disukai oleh anak-anak adalah nama mereka sendiri. Guru harus mempelajari nama-nama seluruh murid-muridnya, bukan hanya nama murid yang sering membuat masalah saja. Sebut nama setiap anak setidaknya sekali selama kelas berlangsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Guru harus mengekspresikan ketertarikan mereka pada aktivitas dan pengalaman masing-masing anak. Anak-anak terkesan pada seorang guru yang bisa memeriahkan kegemaran mereka, menghargai hasil karya mereka, dan mengingat hari spesial mereka dengan memberikan ucapan selamat kepada mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setiap orang senang untuk tetap diingat ketika mereka tidak ada. Para guru sebaiknya mencari tahu mengapa muridnya tidak datang dengan mengirim surat atau menelepon murid tersebut. Kehadiran yang tidak rutin menandakan masalah di rumah mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak-anak membutuhkan perhatian secara pribadi. Guru harus bisa menerima mereka dan mengetahui cara untuk berinteraksi dengan setiap anak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak-anak perlu merasa diterima dengan memanggil nama mereka setiap kali mereka sampai di kelas. Pada saat kelas selesai, guru sebaiknya mengingatkan anak-anak agar datang kembali pada pelajarannya. Ingat, kesan pertama orang tua murid kepada Anda adalah pada saat berada di depan pintu kelas, jadi usahakan tampil ramah dan tidak terburu-buru.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anak-anak berusaha keras untuk membentuk diri mereka sendiri. Guru yang senang memuji dan mendorong murid-muridnya akan membantu mereka menyadari bahwa mereka tidak hanya disayangi tetapi juga benar-benar bisa disayangi. Hal ini sangatlah penting, meskipun kesulitan yang lebih banyak akan ditemui pada murid-murid yang benar-benar nakal.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Selamat bertugas!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6744075553201082451?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6744075553201082451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/guru-harus-membangun-hubungan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6744075553201082451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6744075553201082451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/guru-harus-membangun-hubungan.html' title='Guru harus membangun hubungan'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-7385864319980387123</id><published>2010-06-26T19:43:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:23:35.328-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Tradisi ulama'. Dimana posisi kita?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:hLfUqVnbzS7F6M:http://i241.photobucket.com/albums/ff57/sarvabodha/mahesa-manuskrip.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:hLfUqVnbzS7F6M:http://i241.photobucket.com/albums/ff57/sarvabodha/mahesa-manuskrip.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ibnul Qayyim berkata,&lt;i&gt;” Tahun adalah batang pohon, bulan-bulan adalah dahannya. Hari-hari adalah ranting rantingnya. Jam-jam adalah daun-daunnya. Dan nafas nafas adalah buah buahnya. Barangsiapa nafas-nafasnya untuk ketaatan, maka buah pohonnya adalah baik. Dan barangsiapa nafas-nafasnya untuk kemaksiatan, maka buahnya adalah hanzhal (buah terpahit). Musim panennya adalah hari pembalasan. Pada saat panen itulah akan jelas mana buah yang manis dan mana buah yang pahit. Kira kira bagaimana buah dari umur kita manis atau pahit?”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjawab pertanyaan Ibnul Qayyim, marilah kita bertamasya ke “kebun kebun” ulama salaf (zaman dulu) dan memetik buah-buahan aneka warna dan sedap rasa dari pohon-pohon rindang nan hijau elok dipandang mata. Ulama salaf telah mewariskan khazanah ilmu pengetahuan dan teladan yang mencengangkan dunia. Salafush shalih berhasil menorehkan contoh mengagumkan dalam memanfaatkan detik detik umur dalam setiap hembusan nafas untuk amal kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-45"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tradisi Belajar Ulama Salaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca adalah kebiasaan para ulama dan orang orang shalih bahkan ketika mereka menghadiri berbagai walimah dan pertemuan. Al-Fath bin Khaqan selalu membawa kitab (buku) di saku bajunya. Apabila dia meninggalkan majlis untuk shalat atau kencing, dia mengeluarkan kitab dan membacanya sambil berjalan hingga dia sampai di tempat tujuan. Kemudian dia melakukan hal yang sama pada saat dia kembali kemajlisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsa’lab (seorang imam qira’ah) tidak pernah berpisah dari kitabnya. Apabila dia diundang kesebuah walimah, dia mensyaratkan agar diletakkan tempat selebar kulit domba sebagai tempat kitab yang akan dibacanya. An-Nadhr bin Syumail berkata,&lt;i&gt; “seseorang tidak akan bisa merasakan nikmatnya belajar, sampai dia lapar dan melupakan laparnya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang berkata kepada Abdullah bin Mubarak&lt;i&gt; “Ketika engkau telah menunaikan shalat, mengapa engkau tidak duduk bersama kami&lt;/i&gt;? Dia menjawab, “&lt;i&gt;Saya pergi untuk duduk bersama para sahabat dan tabi’in&lt;/i&gt;”. Mereka bertanya,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“dimana mereka?&lt;/i&gt;”. Dia menjawab, “&lt;i&gt;Saya pergi lalu membaca kitab kitab, maka saya mengetahui amal amal dan keteladanan mereka. Apa yang bisa saya lakukan bersama kalian? Sementara kalian hanya duduk membicarakan aib orang lain.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abdul Azis Al-Umairi sering menyendiri di kuburan dengan membawa kitab (buku) untuk dibaca. Dia ditanya tentang itu, diapun menjawab, “&lt;i&gt;Tidak ada nasihat yang lebih mendalam daripada kuburan. Tidak ada teman yang lebih baik daripada kitab. Dan tidak ada yang lebih menjamin keselamatan daripada kesendirian.&lt;/i&gt;” Ibn Asakir, selama 40 tahun tidak pernah menyibukkan diri kecuali dengan tasmi’ (mengulang hafalan hafalannya), mengumpulkan, menulis dan menyusun ilmu sampai pada waktu pergi buang hajat atau sambil berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang dokter mendatangi Abu Bakar al-Anbari dalam keadaan sakit parah. Dokter melihat urine Abu bakar, kemudian berkata,&lt;i&gt; “Anda telah melakukan (sewaktu mesih sehat dan kuat) sesuatu yang tidak dilakukan oleh siapapun.&lt;/i&gt;” Lalu dokter menemui keluarganya dan berkata kepada mereka, “&lt;i&gt;hampir tidak ada harapan (dokter pesimis terhadap kesembuhan penyakitnya)&lt;/i&gt;.” Lalu keluarganya menemui Abu Bakar dan menyampaikan ucapan dokter kepadanya dan bertanya, “&lt;i&gt;Apa yang dahulu anda lakukan?&lt;/i&gt;” Abu Bakar menjawab,”&amp;nbsp;&lt;i&gt;Saya menelaah dan membaca setiap minggu sepuluh ribu lembar.&lt;/i&gt;” Masya Allah, semangat yang begitu membara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Imam Syafi’i,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Bagaimana semangat anda dalam menuntut ilmu?. Beliau menjawab, “&lt;/i&gt;Ketika mendengar ilmu yang belum pernah saya dapatkan, seakan seluruh tubuh saya mempunyai telinga untuk mendengarnya.”&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Bagaimana kesungguhan anda dalam mencari ilmu?”. &lt;/i&gt;Beliau menjawab, “&lt;i&gt;Seperti seorang ibu yang mencari anak semata wayang yang hilang entah kemana.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majduddin bin Taimiyah apabila masuk WC, berkata kepada kepada orang di sekitarnya&lt;i&gt; “Bacalah kitab ini untukku, keraskanlah suaramu sehingga aku mendengarnya.”&lt;/i&gt; Hal ini dia lakukan karena ingin menjaga waktu buang hajatnya tidak sia-sia. Ahmad bin Ali bertanya kepada Abdurrahman bin Abu Hatim Ar-Razi, “&lt;i&gt;Apa penyebab anda banyak mendengar hadits dari bapakmu dan anda banyak bertanya kepadanya?&lt;/i&gt;. Dia menjawab,”&lt;i&gt;Mungkin karena ketika dia makan, saya belajar hadits kepadanya. Ketika dia berjalan saya belajar kepadanya. Ketika dia buang hajat, saya belajar kepadanya dan ketika dia masuk rumah mencari sesuatu, saya belajar kepadanya&lt;/i&gt;.” Inilah gairah membara yang membuahkan karya monumental Imam Abdurrahman bin Abu Hatim “Aljarh wat ta’dil” dalam 9 jilid besar dan “Al-Musnad” dalam seribu juz (kurang lebih 20 ribu lembar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn ‘Uqail Al-Hambali berkata,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, sehingga apabila lisanku telah lelah membaca dan berdiskusi, mataku lelah membaca, maka aku menggunakan pikiranku dalam keadaan beristirahat (berbaring diatas tempat tidur). Aku tidak berdiri, kecuali telah terlintas di benakku apa yang akan aku tulis. Dan aku mendapati kesungguhanku belajar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kesungguhan Imam Ibn Uqail dalam menjaga waktunya mencapai tingkat yang mengagumkan. Dia berkata,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Aku menyingkat semaksimal mungkin waktu waktu makan, sehingga aku memilih makanan roti basah daripada roti kering (roti basah memerlukan waktu lebih pendek yang cukup untuk membaca 50 ayat, antara 4-5 menit), karena selisih waktu mengunyahnya bisa aku gunakan untuk membaca atau menulis suatu faedah yang sebelumnya tidak aku ketahui.&lt;/i&gt;” Kira kira apa yang dikatakan Ibn Aqil kalau dia mendapatkan zaman kita, bahwa kebanyakan manusia menghabiskan waktu yang lama di meja makan sambil bergurau dan berbincang yang tidak ada manfaatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir bin Abdul Qais melewati orang orang pemalas dan pengangguran. Mereka duduk berbincang bincang tanpa arah. Mereka berkata kepada Amir,&lt;i&gt; “Kemarilah! Duduklah bersama kami”&amp;nbsp; &lt;/i&gt;Amir menjawab,”&amp;nbsp;&lt;i&gt;Tahanlah matahari agar ia tidak bergerak, baru saya akan nimbrung berbincang-bincang dengan kalian.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Muammal bin Al-Hasan melihat seorang sahabatnya (Sulaim) menggerakkan kedua bibirnya berzikir kepada Allah (agar waktunya tidak berlalu sementara dia menganggur) ketika sedang meraut penanya yang tumpul akibat terus menerus digunakan untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad Bin Hasan As Syaibani tidak tidur malam. Dia meletakkan kitab (buku) disisinya untuk dibaca. Apabila bosan dengan satu kitab berpindah kepada kitab yang lain. Dia mengusir kantuk dengan air. Dia berkata “&lt;i&gt;sesungguhnya tidur itu karena panas”&lt;/i&gt;. Ubaid bin Ya’isy (salah seorang guru Imam Bukhari) berkata “ saya tidak pernah makan dengan tanganku di malam hari selama 30 tahun. Adalah saudara perempuanku yang menyuapkan makanan ke mulutku sementara aku sibuk menulis hadits Rasul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Muzani (salah seorang murid Imam Syafi’i) berkata,”&amp;nbsp;&lt;i&gt;Saya membaca kitab Ar-Risalah (kitab ushul fiqh pertama karangan Imam syafi’i) sebanyak 500 kali, setiap kali membacanya saya selalu menemukan ilmu yang baru&lt;/i&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Az-Zarkasyi, pada remajanya berhasil menghafal kitab “Minhajuth Thalibin” karya Imam Nawawi (4 jilid besar), sehingga ia dijuluki dengan “Minhaj”. Fudhail bin Gazwan berkata, “Aku pernah duduk duduk bersama Ibnu Syubrumah dan beberapa sahabat lainnya, pada suatu malam guna berdiskusi (muzakarah) tentang fikih. Lalu kami sama sekali tidak berdiri hingga mendengar kumandang azan subuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abdullah bin Farrukh pergi menemui Abu Hanifah untuk belajar darinya. Ketika Abdullah duduk di rumah Abu Hanifah, tiba tiba batu bata jatuh dari atap rumah mengenai kepala Abdullah hingga terluka. Abu Hanifah berkata “&amp;nbsp;&lt;i&gt;Apakah anda memilih harga denda atau tiga ratus hadits&lt;/i&gt;?” Abdullah menjawab, “&lt;i&gt;Saya memilih tiga ratus hadits.&lt;/i&gt;” Kemudian beliau mengajarinya hadits tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalaf bin Hisyam berkata,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Sebuah bab dari pelajaran Nahwu sulit bagiku, lalu saya menghabiskan 8000 dirham untuk mempelajarinya, sehingga sayapun paham tentang bab tersebut.&lt;/i&gt;” Abdullah bin Ahmad al-Khasysyab membeli kitab seharga 500 dinar, tapi ia tidak memiliki apapun. Lalu ia meminta tempo selama tiga hari. Kemudian dia pergi dan melelang rumahnya seharga 500 dinar. Maka pemilik kitab membelinya dengan tunai. Ia pun menjualnya seharga 500 dinar dan membayar harga kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muhammad bin Ishaq menuntut ilmu semenjak berusia 20 tahun dan kembali kedaerahnya setelah berusia 65 tahun. Beliau rihlah (perjalanan ilmiah) selama 45 tahun dan kembali ke daerahnya sudah menjadi tua. Ulama salaf melakukan rihlah dengan naik onta, bahkan ada yang berjalan kak,seperti Abul ’la Al-Hamdani yang dalam satu hari mampu berjalan 30 farsakh (sekitar 150 KM) sambil membawa kitab di pundaknya. Masyruq bin Al-Ajda’ melakukan rihlah karena satu masalah ilmu. Bahkan Hasan al-Bashri melakukan rihlah karena satu huruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad menghafal jutaan hadits. Ibnul anbari menghafal 300.000 bait sya’ir tentang bukti kejaiban Al-Qur’an. Sofyan Ats Tsauri melewati seorang penjahit di pasar sambil menyumbat telinganya karena khawatir akan menghafal apa yang dikatakannya. Asy-Sya’bi berkata, “&lt;i&gt;Saya tidak pernah menulis di atas kertas hingga hari ini, tidak seorangpun yang membacakan hadits kepada saya kecuali saya menghafalnya.&lt;/i&gt;” Beliau tidak perlu menulis karena ilmunya ada di dalam dada laksana tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majlis Imam Bukhari di hadiri oleh 70.000 orang. Majlis Abu Bakar An-Naisaburi dihadiri 30.000 orang. Majlis Abu Bakar an-Najjad dihadiri oleh 10.000 orang. Majlis Ali Bin ashim dihadiri oleh lebih 30.000 orang. Majlis Imam Ahmad bin Hanbal tidak kurang dari 5000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tradisi Menulis Ulama Salaf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi’i -karena sangat miskinnya- menulis catatan ilmiahnya di atas pelepah kurma, tulang unta, bebatuan dan kertas yang dibuang orang. Sampai suatu saat kamarnya penuh sesak dengan benda tersebut dan tidak dapat menjulurkan kakinya ketika tidur. Akhirnya, beliau menghafal semua catatan itu dan benda tersebut dikeluarkan dari kamarnya. Karyanya yang terkenal adalah Al-Umm (fikih) dan Ar-Risalah (ushul fikih). Abu Manshur Muhammad bin Husain -karena sangat fakirnya- menulis pelajaran dan mengulangi bacaannya di bawah cahaya rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Bukhari tidur diatas tikarnya, bila terlintas di benaknya sebuah masalah, beliau bangun dari tidurnya, mengambil korek api dan menyalakan lampu, kemudian menulis hadits dan memberinya tanda. Ketika beliau menaruh kepalanya untuk tidur, terlintas kembali di hatinya sebuah masalah. Sekali lagi beliau menyalakan lampu kemudian menulis haditsnya dan memberinya tanda. Hal ini beliau lakukan lebih dari 15-20 kali dalam satu malam. Semangat membara ini melahirkan kitab monumentalnya “Shahih Bukhari” yang mejadi rujukan kedua setelah Al-Qur’an, yang ditulis selama 16 tahun. Ibnu Hajar al-‘Asqalani, menulis kitab “Fathul Bari Syarah Shahih Bukhari” berjumlah 17 jilid selama 29 tahun. Imam Abu Ubaid Al-Qasim bin Salam menulis kitab “Gharibul Hadits” selama 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama multidispilin ilmu. Majelis pengajiannya dijuluki dengan “Majelis 300 sorban besar”. Karyanya tersebar dalam berbagai fan ilmu, yang paling fenomenal adalah Ihya ‘Ulumuddin (4 jilid besar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nawawi, seorang ulama yang sangat menakjubkan. Ia wafat pada usia 45 tahun dan belum sempat berumah tangga. Tapi kitab yang ditulisnya beratus ribu halaman. Diantara karyanya yang terkenal adalah Al-Majmu’ dan Minhajuth thalibin (kitab fikih standar yang dipakai seluruh pesantren di Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana posisi kita???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://wandi.web.ugm.ac.id/?p=45"&gt;http://wandi.web.ugm.ac.id/?p=45&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-7385864319980387123?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/7385864319980387123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tradisi-ulama-dimana-posisi-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7385864319980387123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7385864319980387123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tradisi-ulama-dimana-posisi-kita.html' title='Tradisi ulama&apos;. Dimana posisi kita?'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6584662532752820863</id><published>2010-06-26T19:06:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T19:10:10.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><title type='text'>Temukan cara belajar yang tepat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:PGs8-cDOQKqB9M:http://valid.student.umm.ac.id/files/2010/01/sleep-learning-300x200.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:PGs8-cDOQKqB9M:http://valid.student.umm.ac.id/files/2010/01/sleep-learning-300x200.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3 modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun masing-masing dari kita belajar dengan menggunakan ketiga modalitas ini pada tahapan tertentu, kebanyakan orang lebih cenderung pada salah satu di antara ketiganya”. &lt;br /&gt;Lihat diri anda termasuk yg mana dan lihat cara belajarnya di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Visual (belajar dengan cara melihat)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual, yang memegang peranan penting adalah mata/penglihatan (visual), dalam hal ini metode pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih banyak dititikberatkan pada peragaan/media, ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara menunjukkan alat peraganya langsung pada siswa atau menggambarkannya di papan tulis. Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran. Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri gaya belajar visual :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bicara agak cepat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak mudah terganggu oleh keributan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lebih suka membaca dari pada dibacakan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pembaca cepat dan tekun&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lebih suka musik dari pada seni&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :&lt;br /&gt;1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.&lt;br /&gt;2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.&lt;br /&gt;3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.&lt;br /&gt;4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).&lt;br /&gt;5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara, berbicara sedang-sedang saja. Siswa yang bertipe auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui telinga (alat pendengarannya), untuk itu maka guru sebaiknya harus memperhatikan siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan. Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri gaya belajar auditori :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penampilan rapi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mudah terganggu oleh keributan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Senang membaca dengan keras dan mendengarkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Biasanya ia pembicara yang fasih&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lebih suka gurauan lisan daripada membaca komik&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mempunyai masalah dengan pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan Visual&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Berbicara dalam irama yang terpola&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :&lt;br /&gt;1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.&lt;br /&gt;2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.&lt;br /&gt;3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.&lt;br /&gt;4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.&lt;br /&gt;5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Berbicara perlahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Penampilan rapi&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Belajar melalui memanipulasi dan praktek&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menghafal dengan cara berjalan dan melihat&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika membaca&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat dalam bercerita&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan aksi dengan gerakan tubuh saat membaca&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menyukai permainan yang menyibukkan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika mereka memang pernah berada di tempat itu&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka Menggunakan kata-kata yang mengandung aksi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:&lt;br /&gt;1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.&lt;br /&gt;2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).&lt;br /&gt;3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.&lt;br /&gt;4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.&lt;br /&gt;5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya belajar dapat menentukan prestasi belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Bagaimana dengan gaya belajar Anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6584662532752820863?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6584662532752820863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/temukan-cara-belajar-yang-tepat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6584662532752820863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6584662532752820863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/temukan-cara-belajar-yang-tepat.html' title='Temukan cara belajar yang tepat'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6943850356241866629</id><published>2010-06-26T18:41:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:24:23.567-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Menghadapi anak malas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:sFeUzCtRPvowMM:http://tintataghyir.files.wordpress.com/2009/05/budak-termenung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:sFeUzCtRPvowMM:http://tintataghyir.files.wordpress.com/2009/05/budak-termenung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seringkali para orang tua dan guru menghukum dan menghina anak yang malas. Hal ini menimbulkan rasa kurang puas pada anak, sang anak akan kehilangan kepercayaan diri dan runtuh kepribadiannya. Padahal kemalasan itu amat membutuhkan simpati, kasih sayang dan penanganan yang tepat. Untuk itu upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi anak malas belajar dengan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;Memberi Sentuhan pada Titik Peka Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua sekaligus sebagai pendidik bagi anak harus memiliki kesabaran untuk memulai menyentuh titik peka anak dengan memberi perhatian khusus pada hal-hal yang amat menarik perhatian anak. Hal ini perlu dilakukan untuk memperoleh tanggapan dan perhatian anak. Dengan demikian anak tentunya akan terbuka menerima pendapat dengan perasaan senang dan gembira, bebas dari perasaan tertekan, takut dan terpaksa. Pada akhirnya anak akan menerima pemahaman, betapa penting dan dibutuhkan proses belajar untuk mencapai tujuan (memperoleh keperkasaan menurut daya nalarnya). Dalam hatinya pun tergerak untuk melakukan dan merencanakan kegiatan belajarnya. Hanya saja di sini dibutuhkan kesabaran anda untuk melakukan pendekatan kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membangkitkan Nilai Plus Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Satu pengharapan orang tua tentunya menginginkan anak itu terpacu semangatnya untuk belajar. Anak belajar atas inisiatif, kesadaran sendiri dan proses belajar itu sudah menjadi suatu kesadaran kebutuhannya untuk mencapai suatu kecakapan khusus serta ingin menonjolkan kelebihan-kelebihannya lebih dari yang lainnya.&lt;br /&gt;Untuk menyentuh perasaan atau keinginan bawah sadar anak agar dirinya merasa “tertantang” untuk berbuat sesuatu/melakukan sesuatu yang positif, anda dapat mengambil contoh dari tokoh film herois dan tokoh dunia yang sukses. Anda dapat mengungkapkan, bahwa untuk menjadi orang yang sukses dibutuhkan perencanaan belajar, cara-cara belajar yang baik, tahu apa yang hendak dipelajari dan tahu menerapkan apa yang dipelajari, sehingga tertanam pemahaman belajar yang bukan asal belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengembangkan Cita-Cita Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anda harus berperan aktif untuk mendorong anak agar memiliki cita-cita hidup sesuai dengan taraf perkembangan daya nalarnya dan usianya. Cita-cita anak selalu berubah sesuai dengan perkembangan usia dan daya nalar anak. Anda dapat memberi contoh agar anak mau mengembangkan imajinasi dirinya atau mengidentifikasikan dirinya jika sudah dewasa ingin menjadi apa dirinya. Dengan terpatrinya sebuah cita-cita hidup dalam hati nurani anak, akan menumbuhkan motivasi instrinsik pada diri anak untuk lebih giat belajar dan lebih terbuka untuk mengembangkan perencanaan belajarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menentukan Waktu Belajar Anak yang Tepat&lt;/b&gt;Jika anak anda telah sadar dan tergerak hatinya untuk melakukan kegiatan belajar kesempatan yang baik ini jangan anda sia-siakan. Anda dapat mengarahkan dan menentukan kapan waktu belajar anak. Hal-hal yang perlu diperhitungkan dalam menentukan waktu belajar anak di rumah, antara lain:&lt;br /&gt;- Sesuai dengan keinginan anak&lt;br /&gt;- Jangan berbenturan dengan waktu keinginan-keinginan lain yang dominan pada anak, seperti permainan kesukaannya dan sebagainya.&lt;br /&gt;- Kondisi fisik dan psikis anak dalam keadaan fresh (segar) bebas dari rasa lelah,&lt;br /&gt;mengantuk,gangguan penyakit, rasa marah dan sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengembangkan Tujuan Belajar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Agar anak mengetahui mafaat dan arah yang dipelajarinya, biasakan akan belajar dengan bertujuan. Dengan adanya tujuan belajar akan lebih bermakna, karena anak mengetahui dengan jelas apa yang hendak dipelajari dan apa yang dikuasainya. Anak pun akan mudah memusatkan perhatian pada pelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengembangkan Cara-Cara Belajar yang Baik pada Anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gairah belajar anak akan tumbuh jika dirinya mengetahui bagaimana cara belajar yang efektif dan efesien. Untuk mencapai tujuan belajar anak, anda perlu membekali anak bagaimana cara-cara belajar yang efektif dan efesien. Ana dapat mananamkan pengertian pada anak bahwa dalam belajar juga sangat dibutuhkan teknik belajar yang bai, agar belajar itu lebih bermakna dan memudahkan pencapaian tujuan belajar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mengembangkan rasa percaya diri anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu menjadi suatu keharusan bagi anda untuk bisa membangkitkan dan memupuk rasa percaya diri anak sedini mungkin. Rasa percaya diri adalah sumber motivasi yang besar bagi anak untuk memusatkan perhatian pada pelajarannya. Dengan adanya percaya diri pada anak, akan tumbuh semangat “dia mampu berbuat atau melakukan”. Sesuatu yang sulit dalam pelajaran mejadi tantangan untuk ditaklukkan dan utnuk dikuasai. Anak punya keyakinan mampu melakukan tidak akan gampang menyerah dalam menghadapi kesulitan atau hambatan dalam belajar. Kreativitas dan imajinasi berpikir akan berkembang untuk mencari cara-cara mengatasi kesulitan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="http://1lmu.blogspot.com/2009/01/mengatasi-anak-malas-belajar.html"&gt;http://1lmu.blogspot.com/2009/01/mengatasi-anak-malas-belajar.html&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6943850356241866629?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6943850356241866629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/menghadapi-anak-malas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6943850356241866629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6943850356241866629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/menghadapi-anak-malas.html' title='Menghadapi anak malas'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6001475775102716399</id><published>2010-06-26T08:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T17:19:23.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><title type='text'>Tes, sarana bukan tujuan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:SE1EkFpJWNsPTM:http://dalmuji.files.wordpress.com/2009/04/picture4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:SE1EkFpJWNsPTM:http://dalmuji.files.wordpress.com/2009/04/picture4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kita akan mengetahui secara pasti volume suatu bangun ketika kita mengukurnya dengan tepat. Begitu pula volume keilmuan yang selama ini kita isikan dalam ruang otak kita. Kita akan mengetahuinya dengan cara melakukan pengukuran yang kita kenal dengan istilah tes atau ujian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Agar tes lebih berfungsi maksimal, kita perlu mengenal karakteristiknya. Setidaknya tes memiliki 4 sifat :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sifat evaluatif. Tes adalah proses evaluasi diri sejauh mana penyerapan materi baik akademik maupun non akademik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sifat selektif kompetitif. Tes adalah proses penyeleksian untuk memilih murid yang memiliki kelayakan untuk&amp;nbsp; tingkat selanjutnya yang mempersyaratkan kemampuan tertentu, artinya: murid tidak dapat mencerna pelajaran berikutnya jika tidak memiliki dasar pelajaran sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sifat introspektif. Tes adalah alat untuk mengetahui letak kelemahan dan kekurangan dalam proses belajar; metode belajar, manajemen waktu dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sifat stimulan. Tes adalah metode belajar, murid terdorong (baca : memaksa diri) untuk memahami, menghafal, mencerna apa yang belum &amp;nbsp;didapat sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div&gt;Demikianlah, tes bukanlah momok yang musti ditakuti. Bukan pula tujuan akhir dari proses pendidikan. Namun bagian dari proses itu sendiri untuk mempertajam keilmuan yang ingin kita kuasai. Tidak kalah pentingnya pula untuk disadari bahwa tes di sekolah ini adalah miniatur dari ujian Allah dalam kehidupan ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga sukses!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6001475775102716399?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6001475775102716399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tes-sarana-bukan-tujuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6001475775102716399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6001475775102716399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/tes-sarana-bukan-tujuan.html' title='Tes, sarana bukan tujuan'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-2702137480470649409</id><published>2010-06-24T23:57:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:25:03.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><title type='text'>Hiasan pencari ilmu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:QtA0Ih8Nyw6j8M:http://www.m111m.com/4images/data/media/34/0062.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:QtA0Ih8Nyw6j8M:http://www.m111m.com/4images/data/media/34/0062.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ilmu memiliki karakteristik yang luhur. Pembeda antara benar dan salah, pengangkat derajat manusia, syarat sebuah pendapat juga hiasan yang indah bagi empunya. Apalagi ilmu syar'i yang merupakan landasan peribadahan/penghambaan diri kepada Dzat Yang Maha segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keindahan ini sudah selayaknya dijaga oleh pembawanya dan orang yang sedang mencarinya. Jangan sampai ternoda justeru karena ulah akhlak buruk kita. Syeikh Bakr Abu Zaid menasehatkan kepada kita para pecinta ilmu untuk berhias dengan budi pekerti dan akhlak pencari ilmu kepada dirinya. Diantaranya&amp;nbsp; ialah :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Keyakinan bahwa menuntut ilmu adalah ibadah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meniru salaf shalih&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senantiasa takut kepada Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa diawasi oleh Allah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rendah hati dan menjauhi kesombongan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Qana'ah dan zuhud&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berhias dengan kemuliaan ilmu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berhias dengan kepribadian yang luhur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkarakter kepahlawanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meninggalkan kemewahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpaling dari aktifitas bermain yang tidak bermanfaat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpaling dari &lt;i&gt;haisyah &lt;/i&gt;(kegaduhan dan keributan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berhias dengan kasih sayang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Senang dengan penelitian&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Mari kita bertanya kepada diri kita, sudahkah akhlak tersebut kita miliki sehingga kita pantas disebut sebagai &lt;i&gt;Thalibul Ilmi&lt;/i&gt; ?!.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-2702137480470649409?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/2702137480470649409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/hiasan-pencari-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/2702137480470649409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/2702137480470649409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/hiasan-pencari-ilmu.html' title='Hiasan pencari ilmu'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-1033518962289479571</id><published>2010-06-23T17:39:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:25:23.533-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Menjadi guru profesional</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:wGpVcP8rewYQNM:http://www.elvinmiradi.com/wp-content/uploads/2009/09/blogger_profesional.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:wGpVcP8rewYQNM:http://www.elvinmiradi.com/wp-content/uploads/2009/09/blogger_profesional.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Profesional. Secara kata memang terdiri dari 11 huruf. Tapi bila  dihayati dan diterjemahkan dalam tindakan nyata, akan tercipta hasil  luar biasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menjadi profesional, berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan  seorang ahli, tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan  tetapi tidak semua Ahli dapat menjadi berkualitas. Karena menjadi  berkualitas bukan hanya persoalan ahli, tetapi juga menyangkut persoalan  integritas dan personaliti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan kata profesional bukan hanya kata baku yang diperuntukkan bagi  mereka yang kerja dikantoran. Bekerja di dalam ruang berAC, memakai  kemeja, jas mahal, celana bahan bagi laki-lakinya, atau memakai blazer,  rok mini, berkutat dengan orang-orang penting yang biasa disebut dengan  istilah “meeting”. Tidak! kata professional berlaku untuk setiap  profesi. Termasuk guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru harus memiliki keahlian tertentu dan distandarkan secara kode  keprofesian. Bila ia tak punya keahlian menjadi guru maka tidak dapat  disebut sebagai guru. Oleh karnanya tidak semua orang bisa menjadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada kenyataannya banyak ditemui bahwa pilihan profesi guru  sebagai pilihan profesi terakhir. Profesi ini dirasa kurang bonafide,  dekat dengan status sosial menengah ke bawah, bergaji kecil, tidak  sejahtera, dan hidup dibawah garis kemiskinan. Bahkan ada guru yang  diambil dengan asal comot. Yang penting ada yang mengajar.&lt;br /&gt;Padahal guru adalah operator kurikulum pendidikan. Pengentas  kebodohan Ia merupakan mata rantai dan pilar peradan sekaligus benang  merah kemajuan suatu masyarakat dan motor penggerak peradaban suatu  bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan bila profesi ini diamanahkan bagi mereka yang tidak  profesional dan menjadikan profesi ini sebagai pilihan terakhir. Akan  dibawa kemana bangsa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; Guru Profesional&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;  Guru profesional adalah guru yang meramu kualitas dan integritasnya.  Mereka tidak hanya memberikan pembelajaran bagi peserta didiknya tapi  mereka juga harus menambah pembelajaran bagi mereka sendiri karena jaman  terus berubah. Ia harus terus meningkatkan kemampuan serta  keterampilannya dalam berbagai bidang.&lt;br /&gt;Perningkatan kualitas ini tidak hanya didapat melalui ruang formal  saja. Tapi juga bisa melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas  guru. Dan diharapkan peningkatan kualitas guru ini dapat menghapus  stigma akan penyakit guru dibawah ini.&lt;br /&gt;Agar tidak ada lagi 11  penyakit yang rentan diderita guru:&lt;br /&gt;1. Tipes  : Tidak punya selera&lt;br /&gt;2. Mual  : mutu amat lemah&lt;br /&gt;3. Kudis  : Kurang disipiln&lt;br /&gt;4. Asma   : Asal masuk kelas&lt;br /&gt;5. Kusta   : Kurang Strategi&lt;br /&gt;6. TBC           : Tidak Bisa Computer&lt;br /&gt;7. KRAM         : Kuram Terampil&lt;br /&gt;8. Asam  Urat : Asal Sampaikan materi urutan kurang akurat&lt;br /&gt;9. Lesu          :  Lemah Sumber&lt;br /&gt;10. Diare  : Dikelas Anak-anak remehkan&lt;br /&gt;11. Ginjal   : Gajinya nihil jarang aktif dan terlambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk jadi guru  berkualitas. Yang menjadikan profesinya tidak hanya profesi penopang  kehidupannya di dunia tapi juga sebagai tabungan untuk kehidupannya di  akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1674:menjadi-guru-profesional&amp;amp;catid=87:berita-anda&amp;amp;Itemid=286"&gt;http://www.sabili.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=1674:menjadi-guru-profesional&amp;amp;catid=87:berita-anda&amp;amp;Itemid=286&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-1033518962289479571?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/1033518962289479571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/menjadi-guru-profesional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1033518962289479571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1033518962289479571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/menjadi-guru-profesional.html' title='Menjadi guru profesional'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-5688964716075051946</id><published>2010-06-22T17:29:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T17:29:06.710-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Kehilangan identitas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:3OEuFp-MfFIQKM:http://kadaliz.110mb.com/ktp21.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:3OEuFp-MfFIQKM:http://kadaliz.110mb.com/ktp21.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah musibah yang besar ketika kita tidak kenal dengan diri kita sendiri. Siapa kita? Apa identitas kita? Apa potensi yang diberikan kepada kita? Untuk apa kita hidup? Kemana kita melangkah? Dan akan kemana kita kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan ini akan sangat fatal ketika hinggap pada diri seorang GURU. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_1129421562"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1129421563"&gt;&lt;/span&gt;Peran pendidiknya akan hilang, tidak memiliki arah yang jelas dalam pengajarannya, kebersamaan dengan muridnya hanya terbatas fisik dalam waktu keterpaksaan, bahkan mungkin hilang kesadaran bahwa profesinya saat ini adalah seorang guru!. Baginya, yang penting masuk kelas, memberi tugas, menghukum dan mengeluarkan murid yang bodoh tanpa sebuah proses nasehat, pendekatan, empati dan tahapan peringatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keguruan bukanlah profesi alternatif di saat tidak mendapat pekerjaan dengan gaji standar. Tapi sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus diemban, dengan cara belajar seluk beluk pendidikan, memahami dunia anak dan lebih dari itu guru belajar moral dan akhlak untuk dicontohkan kepada murid-muridnya. Guru adalah pemimpin bagi para murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian semua akan ditanya tentang kepemimpinannya..." &lt;/i&gt;(Al Hadits).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-5688964716075051946?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/5688964716075051946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/kehilangan-identitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5688964716075051946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5688964716075051946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/kehilangan-identitas.html' title='Kehilangan identitas'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-8024626405043367184</id><published>2010-06-20T09:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T09:52:07.173-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Mendidik dengan contoh</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:cA7yhWpKfCCV4M:http://wildplaza.com/fotoaid/564--Kangaroo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:cA7yhWpKfCCV4M:http://wildplaza.com/fotoaid/564--Kangaroo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Banyak metode pembelajaran yang muncul pada akhir-akhir ini. Hampir semuanya bermuara pada obyek pendidikan yaitu murid. Bahkan seringkali kita lupa akan diri kita karena terlalu asyiknya pembahasan anak didik dan solusi problematikanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sekolahan/pesantren bukanlah sebuah panggung pentas tempat seorang anak bersandiwara, memainkan peran karakter milik orang lain dan setelah selesai ia kembali pada watak asalnya. Pelatihnya, jangankan memiliki karakter itu bahkan ia pun tidak ikut tampil di pentas itu. Ia hanya menonton dan puas ketika muridnya diberi tepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan tidaklah demikian, sebuah proses pengejawantahan diri kemudian orang lain menuju perbaikan terus menerus dalam alam nyata dan kehidupan sebenarnya. Pelajaran, budi pekerti, nilai dan norma tidak hanya konsumsi murid, tapi sebelum mereka semua guru lebih dahulu. Inilah guru yang menurut falsafah Jawa berarti &lt;i&gt;digugu lan ditiru&lt;/i&gt;. Ya, contoh yang baik adalah metode yang terbaik dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw adalah orang pertama yang melakukan ketika beliau memerintah dan orang pertama yang meninggalkan ketika melarang. Tidak heran jika kita saksikan kepatuhan para sahabat hadir tanpa sebuah paksaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Apakah kalian memerintahkan manusia dengan kebaikan sedangkan kalian  melupakan diri-diri kalian, padahal kalian membaca al-Kitab. Tidakkah kalian  berfikir?.”&lt;/i&gt; (QS. Al Baqarah : 44).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-8024626405043367184?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/8024626405043367184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/mendidik-dengan-contoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8024626405043367184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8024626405043367184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/mendidik-dengan-contoh.html' title='Mendidik dengan contoh'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6148636767169109790</id><published>2010-06-20T03:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:26:37.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Qanaah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:vPHzH3MqjP6xOM:http://www.wallpaperbase.com/wallpapers/animals/fish/fish_4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:vPHzH3MqjP6xOM:http://www.wallpaperbase.com/wallpapers/animals/fish/fish_4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;"&gt;SALAH satu sebab yang  membuat hidup ini tidak tentram adalah terpedayanya diri oleh kecintaan  kepada harta dan dunia. Orang yang terpedaya harta akan senantiasa  merasa tidak cukup dengan apa yang dimilikinya. Akibatnya, dalam dirinya  lahir sikap-sikap yang mencerminkan bahwa ia sangat jauh dari rasa  syukur kepada Allah Sang Maha Pemberi rezeki. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;"&gt;Orang-orang yang  cinta dunia akan selalu terdorong untuk berburu segala keinginannya,  meski harus menggunakan segala cara: licik, bohong, mengurangi timbangan  atau sukatan, dan sebagainya. Ia juga tidak pernah menyadari,  sesungguhnya harta hanyalah ujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Maka apabila manusia ditimpa  bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila kami berikan kepadanya nikmat  dari Kami ia berkata: 'Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah  karena kepintaranku'. Sebenarnya itu adalah ujian, tapi kebanyakan  mereka itu tidak mengetahui&lt;/i&gt;" (QS. Az-Zumar (39):49).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat  tersebut mengindikasikan adanya orang-orang yang tidak tepat dalam  menyikapi harta dan dunia yang diberikan kepadanya. Ia menyangka,  ketentraman hidupnya ditentukan oleh banyak-tidaknya harta yang ia  miliki, besar-kecilnya tempat tinggal, tinggi-rendahnya kedudukan dan  pangkat yang disandangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentraman hidup sesungguhnya hanya  dapat diraih melalui penyikapan yang tepat terhadap harta dan dunia,  sekecil dan sebesar apa pun harta yang dimilikinya. Sikap demikian  dikenal dengan sebutan qanaah, yang berarti merasakan kecukupan dan  kepuasan atas harta dan dunia miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang qanaah  hidupnya senantiasa bersyukur. Makan dengan garam akan terasa nikmat  tiada terhingga, karena ia tidak pernah berpikir tentang daging yang  tiada di hadapannya. Makan dengan sayur lodeh atau daging akan sangat  disyukurinya. Ia pun akan berusaha untuk membagi kenikmatan yang  diterimanya itu dengan keluarga, kerabat, teman atau pun tetangganya,  karena ia ingat pada orang-orang yang hanya bisa makan dengan garam  saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bukan Fatalis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="goog_942111855"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_942111856"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, orang-orang yang  memiliki sikap qanaah tidak berarti fatalis -menerima nasib begitu saja  tanpa ikhtiar. Orang-orang qanaah bisa saja memiliki harta yang sangat  banyak, bahkan memiliki banyak sekali perusahaan, namun semua itu bukan  untuk menumpuk kekayaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan dan dunia yang dimilikinya ia  sikapi dengan rambu-rambu Allah SWT, sehingga apa pun yang dimilikinya  tidak pernah melalaikannya dari mengingat Sang Mahapemberi rezeki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika  berusaha mencari dunia, orang-orang qanaah menyikapinya sebagai sebuah  ibadah yang mulia di hadapan Allah Yang Mahakuasa, sehingga ia tidak  berani berbuat licik, berbohong, mengurangi timbangan, atau sukatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia  yakin, tanpa menghalalkan segala cara pun ia tetap akan mendapatkan  rezeki yang dijanjikan Allah. Ia menyadari, posisi rezeki yang dicarinya  tidak akan melebihi dari tiga hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, rezeki yang ia  makan hanya akan menjadi kotoran. Kedua, rezeki yang ia pakai hanya akan  menjadi benda usang. Ketiga, rezeki yang ia nafkahkan akan bernilai di  hadapan Allah. Karenanya, ia pun lebih dahulu mementingkan seruan  Rabbnya: &lt;i&gt;"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru kepada kamu  sekalian untuk melakukan shalat di Hari Jumuah, bersegeralah untuk  mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih  baik bagi kamu jika kamu sekalian mengetahuinya"&lt;/i&gt; (QS. Al-Jumu'ah:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi  jika ia telah sampai pada keadaan itu, ia juga tidak lantas terjebak  dengan kenikmatan berkhalwat dengan Allah, karena ia menyadari, masih  ada aturan Allah yang mewajibkannya untuk beraktivitas kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dan  apabila telah selesai melaksanakan shalat, maka bertebaranlah kamu  semua di muka bumi dan carilah karunia Allah serta ingatlah Allah  sebanyak-banyaknya, supaya kamu sekalian beruntung"&lt;/i&gt; (QS. Al-Jumu'ah  [62]:10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat yang terlahir dari hati orang-orang yang qanaah  ketika melakukan aktivitas pencarian dunia bukan didasarkan pada  penumpukan kekayaan untuk ia nikmati sendirian, namun benar-benar  didasarkan pada ibadah. &lt;br /&gt;Orang-orang qanaah akan mencari harta dan  dunia untuk membekali dirinya agar lebih kuat dalam beribadah. Ia akan  berpikir, bukankah Allah lebih mencintai mukmin yang kuat dibanding  mukmin yang lemah? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencarian harta dan dunia yang dilakukannya  juga dimaksudkan untuk menafkahi keluarganya agar tidak terjatuh pada  jurang kefakiran, menyantuni orang lain, dan agar tidak membebani orang  lain ketika Allah menimpakan kesulitan kepada dirinya. Ia akan terus  teringat, kefakiran dapat mendekatkan diri pada kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat  orang-orang qanaah ketika mencari harta juga didasarkan pada  keharusannya menguasai ilmu pengetahuan. Ia tidak akan pernah merasa  sayang dengan harta dan dunia sepanjang ia menggunakannya untuk makin  bertambahnya ilmu pengetahuan. Ia yakin, hanya dengan memiliki ilmulah  ia dan keluarganya akan merasa tentram dalam beribadah dan bermuamalah.  Insya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mail-archive.com/mencintai-islam@yahoogroups.com/msg00417.html"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5173494776468305544&amp;amp;postID=6148636767169109790"&gt;http://www.mail-archive.com/mencintai-islam@yahoogroups.com/msg00417.html&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6148636767169109790?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6148636767169109790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/qanaah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6148636767169109790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6148636767169109790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/qanaah.html' title='Qanaah'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-1660276304637362249</id><published>2010-06-19T02:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T02:31:09.650-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Kita sedang berlomba</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:RURzjG35P3plSM:http://www.arrahmah.com/images/stories/09/Dew_Drop_Lens_by_BioHaZaRD_101.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:RURzjG35P3plSM:http://www.arrahmah.com/images/stories/09/Dew_Drop_Lens_by_BioHaZaRD_101.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"...Sekiranya Allah  menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja),  tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu,  maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah  kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu"&lt;/i&gt;. (QS. Al Maidah : 48)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata Allah tidak menciptakan kita sama, Beliau membedakan antara satu umat dengan umat yang lain, satu bangsa dengan bangsa lain, satu kelompok dengan kelompok yang lain, bahkan individu kita sendiri tidak ada yang sama. Baik dalam rizki potensi, kecenderungan dan amal kebaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal ini adalah cara Allah untuk menguji hambaNya, untuk diketahui siapa di antara mereka yang benar-benar memanfaatkan modal kemampuan yang telah Allah berikan dan siapa yang menyia-nyiakannya. Tak heran jika Allah memerintahkan dalam ayat di atas untuk berlomba-lomba dalam amal kebaikan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #660000; font-size: small; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #660000; font-size: small; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berkata Assa'di dalam tafsirnya : "Sesungguhnya alkhairat (kebaikan) yang meliputi wajib maupun sunnah adalah hak Allah dan hak manusia sebagai hamba. Pelaku kebaikan tidak akan mengungguli orang lain dan tidak pula dapat menguasai bidangnya kecuali dengan 2 hal;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #660000; font-size: small; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Bersegera melakukannya dan memanfaatkan kesempatan pada saatnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: #660000; font-size: small; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Totalitas dalam melaksanakannya, sempurna sesuai perintah".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="color: #660000; font-size: small; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dari sini jelas bagi kita bahwa tugas kita adalah berkompetisi dengan yang lain, baik individu, kelompok, bangsa atau umat dalam hal ketulusan amal hanya untukNya, kemiripan dengan contoh dari RasulNya saw dan dalam kualitas kinerja dan proses kerja. Jika masing-masing memahami hakekat ini maka Islam akan tinggi dan tidak ada yang melebihi tingginya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-size: small; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-size: small; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;Fastabiqul khairaat...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-1660276304637362249?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/1660276304637362249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1660276304637362249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1660276304637362249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/blog-post.html' title='Kita sedang berlomba'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-5452351130297364343</id><published>2010-06-18T23:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-23T02:33:23.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Nasehat Imam Syafi'i</title><content type='html'>&lt;div class="content"&gt;&lt;div id="post_message_3662510"&gt;&lt;blockquote class="postcontent restore "&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:zyVTG6zqQ4pyXM:http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2008/11/perkamen_.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:zyVTG6zqQ4pyXM:http://www.an-naba.com/wp-content/uploads/2008/11/perkamen_.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;اصبر  على مر الجفا من معلم *** فإن رسوب العلم في نفراته&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Be patient over the teacher’s strictness and harshness&lt;br /&gt;For the stores of knowledge are present in his harshness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;ومن لم يذق ذل التعلم ساعة *** تجرع  ذل الجهل طول حياته&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Whoever does not taste the humility of learning, even for an hour&lt;br /&gt;Will drink the humility of ignorance for the rest of his life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;ومن فاته التعليم وقت شبابه *** فكبر  عليه أربعا لوفاته&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;For him who misses out on learning in his youth,&lt;br /&gt;Then announce four takbirs over him for his death is due&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;حياة الفتى – والله – بالعلم والتقى  *** إذا لم يكونا لا اعتبار لذاته&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;By Allah, the life of a youth is by knowledge and piety&lt;br /&gt;If they are not present, then nothing can express his existence&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;by Imam ash-Shafi'i (rahimullah)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-5452351130297364343?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/5452351130297364343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/nasehat-imam-syafii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5452351130297364343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5452351130297364343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/nasehat-imam-syafii.html' title='Nasehat Imam Syafi&apos;i'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-5431505654313991629</id><published>2010-06-16T20:18:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:27:56.983-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Itsar-puncak ukhuwwah</title><content type='html'>&lt;div class="post-content"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_wZbQWFssmmM/S3eptq00PkI/AAAAAAAAAXU/ArguPo05Q10/s1600/Sedekah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_wZbQWFssmmM/S3eptq00PkI/AAAAAAAAAXU/ArguPo05Q10/s200/Sedekah.jpg" width="175" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;Makna Itsar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;   Secara bahasa itsar berarti mementingkan orang lain lebih dari diri  sendiri. Dari segi fitrah setiap manusia yang masih terjaga fitrah  kemanusiaannya juga dapat berbuat mulia, mementingkan orang lain dan  bukan diri sendiri serta menolong orang lain tanpa memikirkan diri  sendiri. Di Inggris pernah terjadi kasus penyelamatan seorang anak yang  jatuh di rel kereta api oleh seorang laki-laki. Alhamdulillah anak itu  bisa diselamatkan, namun sebelah tangan laki-laki itu putus tersambar  kereta api yang melaju kencang. Mungkin seumur hidupnya anak tersebut  takkan bisa melupakan jasa seseorang yang rela mengorbankan sebelah  tangannya untuk menyelamatkan nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari segi istilah, itsar adalah salah satu  manfaat diniyah (manfaat keagamaan) yang terwujud bila terjalin ukhuwah  di antara orang-orang yang seaqidah. Ia juga dikatakan wujud maksimal  ukhuwah Islamiyah yang dimiliki seseorang. Dalam rangka menggapai  mardhatillah semata, seorang muslim bersedia berkorban mendahulukan  kepentingan orang lain di atas dirinya sendiri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-content"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Urgensi dan keutamaan Itsar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS 9:128 digambarkan sifat-sifat Rasulullah saw. yang mudah  berempati pada penderitaan orang lain, senantiasa menginginkan kebaikan  bagi orang lain dan santun serta pengasih dan penyayang terhadap sesama  mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan di dunia yang jauh dari sifat-sifat mulia akan dipenuhi  keserakahan dan keegoisan, nafsi-nafsi, lu-lu, gua-gua. Semuanya  mementingkan diri dan keluarganya saja termasuk para pemimpinnya yang  mengidap penyakit kronis berupa KKN. Kehidupan yang individualistis  (nafsi-nafsi) egoistis (mementingkan diri sendiri) dan apatis (masa  bodoh terhadap orang lain) adalah cerminan masyarakat yang tidak  menegakkan ukhuwah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya kehidupan di masyarakat metropolis atau kosmopolis ada  seorang tunawisma yang meninggal di dekat tempat sampah lalu di bawa ke  RSCM akhirnya dikuburkan tanpa kehadiran sanak saudaranya. Atau  orang-orang tua yang ditaruh di panti-panti jompo. Jarang dijenguk dan  menjalani proses sakaratul maut sendirian tanpa didampingi atau  ditalkinkan anak-cucu. Benar-benar mengenaskan. Sulit kita membayangkan  keridhaan dan keberkahan Allah Taala akan tercurah kepada masyarakat  yang jauh dari nilai-nilai kebaikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sifat itsar sangat penting untuk memerangi sifat-sifat buruk  seperti egois, kikir, individualis dsb serta menumbuhsuburkan  sifat-sifat mulia seperti peduli, empati, pemurah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan orang yang berbuat itsar di dunia ia akan dicintai oleh  orang-orang yang pernah merasakan kebaikannya dan mempererat ukhuwah  serta di akhirat nanti akan mendapatkan mimbar terbuat dari cahaya,  naungan dan lindungan Allah Taala serta Al-Jannah (surga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Itsar generasi salafus shalih&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya aku diutus untuk  menyempurnakan akhlaq manusia.” Dan beliau dengan pujian Allah Taala  dalam QS 68:4 dan QS 9:128 yang sudah dicantumkan di bagian terdahulu  tulisan ini menggambarkan sosok beliau yang mudah berempati, peka dan  peduli terhadap penderitaan orang lain. Kemudian selalu menginginkan  kebaikan bagi orang lain dan bersifat santun serta kasih sayang terhadap  mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti kemampuan berempati beliau, terlihat saat beliau segera tahu  bahwa Abu Hurairah kelaparan tanpa harus diberitahu, padahal sebelumnya  Abu Bakar dan Umar pun tak bisa menangkap sinyal-sinyal Abu Hurairah  butuh bantuan.&lt;br /&gt;Beliau tidak pernah menolak siapa saja yang minta bantuan dan  pertolongan beliau padahal beliau sendiri sering kelaparan seperti  nampak pada kisah beliau, Abu Bakar dan Umar ra sama-sama lapar dan  dijamu makan oleh Abu Ayyub Al Anshari. Beliau meneteskan air mata  kemudian berucap, “Kelak kalian akan ditanya akan nikmat ini, ketika  kalian pergi dari rumah dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan  kenyang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau hidup sangat sederhana dan tidur di atas tikar jerami sampai  Umar menangis melihatnya dan Fatimah kelak bersyair di tepi kuburan  bapaknya, “Ya ayahhandaku punggungnya penuh dengan bilur-bilur tikar”.  Tetapi beliau tidak mau tikarnya itu dilipat terlalu banyak di bagian  atasnya sebagai bantal karena takut tidurnya terlalu nyenyak bila  terlalu empuk, sehingga khawatir tidak bisa bangun shalat malam.&lt;br /&gt;Rasulullah juga menegaskan bahwa dunia bukan dari dan untuk  keluarga Muhammad di saat Fatimah mendapat perhiasan, bagian dari  rampasan perang hingga akhirnya putrinya mengembalikannya. Ia juga  menasihati Fatimah dan Ali dengan bacaan-bacaan dzikir pada saat mereka  minta khadimah dari tawanan perang. Rasulullah juga menghukum keras  istri-istrinya yang meminta penghidupan (maisah) yang lebih dan  perhiasan dengan cara mengasingkan diri selama sebulan hingga akhirnya  Allah menawarkan opsi dalam wahyu-Nya di surat At Tahrim. Apakah  istri-istri nabi tersebut memilih nabi dan kehidupan akhirat ataukah  dunia. Tentu saja mereka memilih Rasulullah dan surga kelak walaupun  kini hidup prihatin di dunia. Terlihat betapa Rasulullah lebih  mementingkan yang lain ketimbang diri dan keluarganya karena pada saat  yang bersamaan beliau ridha saja para sahabat dan istri-istrinya hidup  berkecukupan dan memakai perhiasan hasil rampasan perang serta memiliki  khadimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sampai di saat-saat terakhir kehidupannya pun beliau tetap  memikirkan umatnya dan bukan dirinya dan keluarganya sehingga ia tidak  mewariskan apa-apa bagi keluarganya. Ucapan yang keluar dari mulut  beliau di akhir kehidupannya adalah, “Ummati….Ummati….” (Umatku…Umatku…)&lt;br /&gt;Keteladanan Rasulullah saw. dalam hal tersebut ternyata membias  pula pada sahabat-sahabat yang utama seperti Abu Bakar, Abu Thalhah atau  istri-istri beliau seperti Khadijah, Aisyah dan Zainab binti Jahsy  serta Saudah binti Zum’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat ketika terjadi pengumpulan dana untuk berjihad  fisabilillah semua sahabat berlomba-lomba untuk menginfaqkan segala yang  dimilikinya.Termasuk sahabat-sahabat yang utama seperti Abu Bakar, Umar  dan Utsman. Kemudian Rasulullah bertanya kepada Umar, “Bagitu banyak  yang kau infaqkan Umar, adakah yang tersisa untuk keluargamu?” Umar pun  lalu menjawab, “Sebanyak itu pula ya Rasulullah”. Jadi istilahnya  fifty-fifty, atau separuh-separuh. Jawaban seperti itu pun meluncur pula  dari lidah Utsman ketika ditanya juga oleh Rasulullah dengan pertanyaan  yang sama. Namun tatkala pertanyaan tersebut diajukan kepada Abu Bakar  As shidiq ra, jawabannya sungguh mencengangkan dan menimbulkan decak  kagum.&lt;br /&gt;“Untuk keluargaku kutinggalkan Allah dan Rasulnya” Artinya  keseluruhannya (100%) diinfaqannya di jalan Allah, sedangkan urusan  keluarganya ia pasrahkan kepada Allah. Umar sampai berucap, “Sungguh aku  tak akan bisa mengalahkan Abu Bakar selama-lamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula, pada saat Abu Bakar pergi hijrah mendampingi  Rasulullah. Dananya dihabiskan untuk membiayai kepergiannya hijrah  bersama Rasulullah. Namun istri dan putri-putrinya memang luar biasa  pula. Ketika kakek Asma atau ayah Abu Bakar yakni Abu Quhafah  marah-marah kepada Abu Bakar yang dianggapnya tidak bertanggung jawab  meninggalkan keluarganya begitu saja, maka Asma menenangkan kakeknya  yang buta itu dengan memperdengarkan bunyi kerikil-kerikil seolah itu  kepingan dirham yang banyak. “Tenang saja kek, ayah tidak menyia-nyiakan  kami”, ujar Asma. Barulah Abu Quhafah menjadi tenang.&lt;br /&gt;Ada lagi kisah itsar yang sangat indah dan diabadikan oleh Allah  dalam QS Al-Hasyr ayat 8 dan 9. Dalam terjemah singkat tafsir Ibnu  Katsier jilid 8 diungkap tentang itsar yang ditunjukkan orang-orang  Anshar terhadap saudara-saudara mereka kaum muhajirin (QS 59:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi iman dan pembuktiannya kaum muhajirin meninggalkan sanak  saudaranya, harta benda, dan kampung halamannya. Seperti Shuaib bin  Sinan Ar Rumy yang dihadang dan dipaksa menyerahkan seluruh harta  bendanya, dan Rasulullah saw. bersabda : ‘Beruntunglah Abu Yahya  (Shuaib) dengan perniagaannya (artinya rela melepas harta benda dunia  dengan keridhoan Allah da Rasul-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah Islamiyah yang dilandasi iman membuat suku Aus dan Khazraj  di Yatsrib (kemudian menjadi Madinah) yang dahulunya bertikai menjadi  damai dan bersaudara (QS 3:103) Kemudian, membuat kaum muhajirin yang  datang dari Mekkah bersatu dengan kaum Anshar (penduduk asli Yatsrib)  yang bersedia menolong dan menampung saudara-saudara seiman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sahabat-sahabat Nabi saw. kaum muhajirin tiba di Yatsrib  (Madinah), mereka segera dipersaudarakan dengan orang-orang Anshar. Di  antaranya Abdurrahman bin Auf dengan Sa’ad bin Raby yang kemudian  menawarkan separuh hartanya dan 1 dari 2 istrinya untuk Abdurrahman bin  Auf. Jika Sa’ad memiliki sifat itsar, maka kebalikannya Abdurrahman bin  Auf memiliki sifat iffah (memelihara diri dari meminta-minta). Ia  menolak halus tawaran Sa’ad bin Raby dan hanya minta ditunjukkan pasar.  Ia pun berusaha sampai berhasil dalam perniagaannya bahkan merintis dan  membangun pasar Ukaz yang menandingi pasarnya Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ayat kesembilannya disebutkan ada orang Anshar yang tulus  mencintai, tanpa pamrih dan dan mengutamakan kawan lebih dari diri  sendiri, meskipun mereka merasa lapar. Dan siapa yang dipelihara dari  kekikiran dirinya, merekalah orang yang berbahagia dan beruntung.&lt;br /&gt;Dalam hadits riwayat muslim dari Abu Hurairah, sepasang suami istri  yang memenuhi perintah Rasulullah untuk memberi makan musafir yang  kelaparan itu adalah Abu Thalhah dan Ummu Sulaim/ Rumaisha binti Milhan.  Mereka sendiri malam itu segera menidurkan anak-anak mereka yang lapar  dan berpura-pura makan agar tamu mereka makan dengan tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal yang sedang disantap oleh tamu mereka itu adalah saru  porsi terakhir yang mereka miliki hari itu.&lt;br /&gt;Di ayat 9 tersebut Allah menegaskan “Wa yu’ tsiruuna alaa anfusihim  walau kana bihim khashan’shah” (mereka itsar terhadap orang lain  dibanding ke diri mereka sendiri walaupun mereka sendiri kelaparan).&lt;br /&gt;Ketika keesokan hari Rasulullah berjumpa dengan Abu Thalhah, beliau  bersabda, “Sungguh Allah sangat gembira (tersenyum) menyaksikan  perbuatan Anda berdua”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir kesemua istri Nabi saw. menunjukkan sifat pemurah dan  itsarnya. Istri pertama yang paling dicintainya, dan tak pernah dapat  dilupakannya: Khadijah menunjukkan itsar saat Rasulullah meminta  pembantu Kahdijah: Zaid bin Haritsah untuk menjadi pembantunya. Beliau  juga menginfqkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan fisabilillah  menyebarkan agama Islam.&lt;br /&gt;Istri Rasulullah seperti Zainab binti Jahsy yang pandai  berwiraniaga juga terkenal dermawan dan suka membantu orang lain. Saudah  bunti Zum’ah istri Rasulullah yang walaupun hanya berjualan roti kuah  ala Thaif pun ikut berinfaq dengan hasil dagangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummul mukminin Aisyah ra yang terkenal kepandaiannya sekaligus juga  kedermawanannya pernah mendapat uang 40.000 dirham dari baitul mal.  Oleh Aisyah harta itu segera di bagi-bagikan kepada fakir miskin  sampai-sampai lupa menyisihkan sedikit saja untuk dirinya. Sampai  ditegur Ummu Burdah yang membantunya, “Ya Ummul mukminin kenapa tak kau  sisihkan sedikit saja untuk membeli makanan berbuka, bukankah engkau  sedang berpuasa,” “Ya Ummu Burdah, kenapa tadi tak kau ingatkan”, jawab  Aisyah tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah itsar yang sangat heroik terjadi pada saat perang Yarmuk.  Ikrimah bin Abu Jahl seorang mujahid bersama dua sahabat yang lain  terbaring dengan luka-luka sangat parah. Ketika seorang sahabat hendak  memberinya minum, ia menolak dan menyuruh air itu diberikan ke teman di  sebelahnya. Ketika air itu akan diberikan kesebelahnya, orang tersebut  juga menyuruh diberikan lagi ke sebelahnya pula. Ia memilih mengalah  pula pada saat-saat yang penting tersebut. Namun orang ketiga yang  dimaksud sudah meninggal, ketika kembali lagi si pemberi minum ke  sahabat yang tengah, ternyata ia sudah syahid juga.Dan ketika beranjak ke Ikrimah, ia pun telah syahid. Subhanallah  dalam detik-detik terakhir kehidupan atau di saat-saat kritis sekalipun  mereka tetap menjaga itsar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penutup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat kontras terjadi pada kita, saat kita menoleh ke  kondisi umat Islam saat ini yang terpecah-pecah, tercabik-cabik dan  terkotak-kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Nabi saw. yang dikabulkan saat meminta umatnya diselamatkan  dari bahaya banjir dan kelaparan dan tidak dikabulkan saat meminta  umatnya diselamatkan dari bahaya perpecahan, seyogianya membuat kita  berfikir bahwa kerja mempersatukan umat adalah kerja besar yang harus  diikhtiarkan secara maksimal baru kemudian Allah berkenan membantu (QS  13:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat QS 3:103, nyata jelas bahwa hanya dengan  sama-sama I’tisham bi hablillah (berpegang teguh di jalan Allah)  sajalah, persatuan hati dan persaudaraan akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’&lt;br /&gt;Fiqhul Ukhuwah Islamiyah, Dr Abdul Halim Mahmud; Risalatul Usrah;  Imam As Syahid Hasan Al-Bana; Khuluq Al muslim; Muhammad Al Ghozali;  Mensucikan jiwa; Said Hawa; Ihya ‘Ulumuddin; Imam Al Ghazali; Mamarratul  Ukhuwatul Islamiyah; Abdullah Nashih Ulwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beranda.blogsome.com/2006/05/18/itsar-puncak-ukhuwah/"&gt;http://beranda.blogsome.com/2006/05/18/itsar-puncak-ukhuwah/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-5431505654313991629?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/5431505654313991629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/itsar-puncak-ukhuwwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5431505654313991629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5431505654313991629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/itsar-puncak-ukhuwwah.html' title='Itsar-puncak ukhuwwah'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_wZbQWFssmmM/S3eptq00PkI/AAAAAAAAAXU/ArguPo05Q10/s72-c/Sedekah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-8503799875874148413</id><published>2010-06-16T18:52:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:28:25.930-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Penghalang ilmu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:AZ9suioHeUo_aM:http://img339.imageshack.us/img339/6997/putrimalu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:AZ9suioHeUo_aM:http://img339.imageshack.us/img339/6997/putrimalu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“Ada dua orang yang tidak akan bisa belajar; orang yang malu dan orang yang sombong”.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ya, nasehat Rasul Sang Guru ini sudah seharusnya melekat pada diri kita seorang pembelajar. Bagaimana tidak, dua sifat itu akan menghalangi hadirnya ilmu, mencegah masuknya sebuah pengetahuan dan pada akhirnya akan menolak kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sifat malu yang dimaksud dalam untaian nasehat ini bukan malu yang disebut sebagai bagian dari iman. Namun malu yang ditandai dengan sikap-sikap berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malu bertanya dan rela dengan ketidaktahuan hanya karena takut dikatakan orang bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malu untuk mengatakan: “Tidak tahu” karena khawatir ditinggalkan teman atau muridnya sehingga ia sesat dan menyesatkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Malu kepada gurunya sehingga selalu berada di barisan belakang dalam belajar meskipun ia harus memaksa pendengarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan pun tidak kalah bahayanya dengan sifat malu. Sifat ini pula yang mengakibatkan iblis terlaknat selamanya. Bagi penuntut ilmu tidak pantas sifat ini menjadi perangainya, seorang penyair berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;Ilmu itu akan memerangi pemuda tinggi hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti air yang enggan mengalir ke tempat yang lebih tinggi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Merasa lebih dari pada orang lain, ingin tampak dan terkenal, tidak rela orang lain mengetahui apa yang diketahuinya, tidak mau belajar dari orang sebaya atau yang lebih rendah darinya adalah contoh dari sekian banyak sikap yang menandakan kesombongan. Orang ini tidak akan bisa belajar dan tidak akan menjadi manusia pembelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungi kita dari segala sifat tercela, Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-8503799875874148413?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/8503799875874148413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/penghalang-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8503799875874148413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/8503799875874148413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/penghalang-ilmu.html' title='Penghalang ilmu'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-5924840238170974254</id><published>2010-06-15T03:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T03:22:37.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><title type='text'>Jibril ajari adab menuntut ilmu</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:PczjGhFXvoRwBM:http://www.tuaregviatges.es/fotografia/argelia__varias_rutas_de_desierto_4.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:PczjGhFXvoRwBM:http://www.tuaregviatges.es/fotografia/argelia__varias_rutas_de_desierto_4.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Hadits Jibril yang panjang memberi kita para penuntut ilmu pelajaran berharga, bagaimana seorang penuntut ilmu harus bersikap. Berikut sebagian dari pelajaran itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disunnahkan untuk senantiasa duduk di majelis Ilmu, sebab majelisnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah&amp;nbsp; majelis ilmu; Rasulullah&amp;nbsp; adalah sumber Ilmu, perkataan beliau adalah ilmu, perbuatan&amp;nbsp; beliau adalah ilmu bahkan diamnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ilmu sehingga dengan bermajelis bersama beliau kita akan tahu kapan seseorang harus berbicara, diam dan bagaimana kita harus beramal.&amp;nbsp; Sehingga ulama kita mengambil faidah dari perkataan Umar radhiyallahu 'anhu ini sunnahnya duduk dalam majelis-majelis ilmu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Diantara hal yang menunjukkan urgensinya majelis ilmu :&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak akan merugi orang yang duduk di majelis ilmu, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits qudsi tentang seseorang yang duduk di majelis ilmu tanpa dia niatkan sebelumnya,&lt;br /&gt;”Mereka adalah kaum yang tidak celaka/merugi orang-orang yang duduk bersama mereka” (HR.Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu )&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dalam sebuah hadits dari sahabat Abu Hurairah dan Abu Said Al Khudry disebutkan tentang rahmat Allah, pengampunan Allah dan ketenangan yang dilimpahkan kepada tholabul 'ilmi (penuntut ilmu) .&lt;br /&gt;Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di rumah dari rumah-rumah Allah ; mereka membaca Al Quran dan saling mempelajarinya diantara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah menyebut nama-nama mereka di sisi para malaikat (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keutamaan para sahabat yang pernah bermajelis dengan&amp;nbsp; Rasulullah&amp;nbsp; shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka adalah orang yang paling semangat di dalamnya karena pengetahuan mereka yang sangat&amp;nbsp; mendalam tentang keutamaan majelis ilmu dan semangat ini diteruskan oleh para As Salaf Ash Sholih sesudah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini contohnya :&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seorang Amirul Mu'minin dalam hadits Syu’bah bin Hajjaj jatuh sakit karena tidak sempat mudzakaroh (mengulangi pelajaran/hafalan) hadits.[1]&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beliau (Syu’bah bin al-Hajjaj juga pernah mengatakan: “ Setiap aku melihat orang yang berlari-lari, pasti aku katakan dia orang gila atau penuntut ilmu hadits.” [2]&lt;br /&gt;Maksudnya penuntut ilmu hadits berlari karena mereka begitu semangatnya untuk mencari hadits yang merupakan harta warisan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu&amp;nbsp; bahwa shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;”Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham mereka hanya mewariskan ilmu dien, maka siapa yang telah mendapatkannya berarti ia telah mengambil bagian yang besar”&amp;nbsp; ( HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Juga dikisahkan, bahwa kematian Husyaim adalah akibat berdesak-desakannya para pelajar atau penuntut ilmu hadits untuk mendatanginya: “Para penuntut ilmu hadits berdesak-desakan mendatanginya sehingga mejatuhkan beliau (tanpa sengaja) dari atas keledainya, dan itu menjadi penyebab kematiannya.”[3].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keutamaan duduk bersama orang-orang sholeh.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;“Perumpamaan teman duduk yang sholeh dan teman duduk yang buruk ibarat penjual parfum dan peniup api/tukang besi. Adapun penjual minyak wangi maka; boleh jadi kamu akan diberi hadiah, kamu membeli minyak wangi tersebut atau kamu mencium darinya bau yang&amp;nbsp; wangi. Adapun peniup besi/pandai besi; kalau dia tidak membakar pakaianmu maka kau akan mendapat bau yang tidak sedap darinya. (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang akan menyesal akibat berteman dengan orang jahat di dunia, sebagaimana yang Allah subhaana wa ta'ala firmankan :&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul." Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur'an ketika Al Qur'an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia”.(QS. Al Furqan:27-29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disyariatkannya mendatangi majelis ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Malik menegaskan :&lt;br /&gt;"Ilmu didatangi bukan mendatangi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abbas menceritakan : "Ketika wafat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saya berkata kepada seorang dari kalangan Anshar : 'Ayo kita pergi ke para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena hari ini jumlah mereka masih banyak' Laki-laki Anshar itu berkata : "Sungguh menakjubkan engkau wahai Ibnu Abbas apakah engkau menyangka orang akan membutuhkanmu padahal di tengah manusia masih banyak sahabat-sahabat (yang besar)?!. Orang Anshar itu tidak memenuhi ajakannya maka aku pergi untuk bertanya kepada sahabat Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits; (suatu hari) saya mendengar ada seorang diantara mereka memiliki hadits maka saya mendatangi pintu rumahnya sementara dia sedang tidur siang maka aku bersandar pada pintunya beralaskan selendangku, hingga angin berhembus meniupkan tanah padaku. Pada saat sahabat itu telah terbangun dan keluar dari rumahnya lau berkata : 'Wahai sepupu Rasulullah apa yang membuatmu datang ke sini, mengapa engkau tidak mengutus seseorang agar aku yang mendatangimu!" Ibnu Abbas berkata : "Sayalah yang harus mendatangimu", lalu beliau bertanya tentang hadits..." [4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disebabkan oleh mulianya pahala orang yang mengadakan perjalanan untuk menuntut ilmu sebagaimana dalam suatu hadits :&lt;br /&gt;”Dan barangsiapa yang menjalani sebuah jalan untu mencari ilmu maka Allah memudahkan baginya jalan menuju ke surga” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat rihlahnya Nabi Musa alaihissalam untuk menuntut ilmu yang diceritakan dalam surat Al Kahfi (ayat 60-82), demikian pula para as salaf&amp;nbsp; ash-shalih [5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pentingnya mempelajari ilmu langsung dari seorang guru dan tidak boleh mencukupkan dengan sekedar banyak membaca buku, Imam Auza'i mengatakan : "Dulunya ilmu ini mulia dimana orang-orang mengambilnya dari para guru namun ketika sudah masuk dalam buku-buku maka masuk juga dalam ilmu ini yang bukan ahlinya" [6] Karenanya&amp;nbsp; salah satu syarat seseorang dikatakan hafizh (ahli hadits) adalah mengambil ilmu/hadits langsung dari mulut para masyayikh (guru) bukan hanya lewat buku-buku sebagaimana yang disebutkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar [7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jibril alaihissalam bisa berubah wujud menjadi manusia,&amp;nbsp; dan biasanya beliau datang dalam bentuk seperti seorang sahabat yang mulia Dihyah al-Kalbi radhiyallahu 'anhu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang disebutkan oleh sahabat pada suatu kesempatan :&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;"Dihyah Al kalbi lewat di depan kami&amp;nbsp; dan beliau itu jenggot, gigi dan wajahnya mirip Jibril alaihissalam " (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;Hadits ini juga sekaligus menunjukkan keutamaan sahabat yang telah melihat Jibril alaihissalam walaupun hanya dalam bentuk seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seorang yang duduk di majelis ilmu hendaknya memperbaiki penampilannya dan dalam&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; keadaan terbaik, demikian pula dengan kondisi dirinya.&lt;br /&gt;8.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anjuran untuk menghormati majelis ilmu (berhias) baik seorang pengajar ataupun pentuntut&amp;nbsp; ilmu. Sebagaimana yang&amp;nbsp; dicontohkan oleh Jibril alaihissalam dengan pakaiannya yang sangat putih. Karena&amp;nbsp; majelis ilmu adalah salah satu dari bagian syi'ar Allah dan didatangi oleh malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dianjurkannya mengenakan pakaian putih karena dia yang paling afdhol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Pakailah pakaian yang putih, karena ia adalah pakaian terbaik bagimu dan&amp;nbsp; kafanilah orang yang meninggal diantara kalian dengannya". (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keutamaan pakaian yang rapi dan bersih dalam segala hal, terutama jika hendak&amp;nbsp; masuk ke&amp;nbsp;&amp;nbsp; masjid, hendak menuntut ilmu atau bertemu dengan seorang alim ; sebagaimana ulama salaf ketika akan menghadiri majelis ilmu maka mereka menghadirinya&amp;nbsp; dengan keadaan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhaana wa ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.(QS. Al A'raaf:31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan kesalahan yang sering terjadi pada kita; terkadang kita tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya, kadang kita lebih memperbaiki penampilan kita ketika berhadapan dengan manusia dibandingkan ketika kita berhadapan dengan Allah pada saat sholat. Padahal justru di hadapan Allah sepantasnya untuk kita mengagungkanNya dengan penampilan terbaik kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;"…karena sesungguhnya Allah yang paling berhak untukkita berhias kepada-Nya"[8].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh para ulama salaf dalam menyikapi masalah ini:&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Imam Malik : Beliau jika didatangi seseorang maka beliau bertanya dulu apakah ia datang untuk hanya berziarah atau untuk menuntut ilmu hadits, jika sekadar berziarah maka beliau hadapi dengan seadanya, namun jika untuk menuntut ilmu hadits maka beliau masuk ke dalam rumah untuk mandi, dan berpakaian indah dan memakai sorban, lalu berkata : "Saya ingin mengagungkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan saya tidak mau membacakan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan tidak suci/kotor” [9].&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Abu Hurairah radhiyallahu anhu : Beliau pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan junub lalu beliau menghindar dengan alasan sedang junub dan tidak ingin bertemu dengan seorang alim dalam keadaan junub.&lt;br /&gt;·&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Diriwayatkan daripada Abu Hurairah&amp;nbsp; radhiyallahu 'anhu katanya: Beliau bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di salah satu jalan di Madinah, sedangkan beliau dalam keadaan berjunub. Maka dia menyelinap/mengelakkan diri dari bertemu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan pergi untuk mandi sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencari-carinya. Ketika beliau datang kembali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya: Kemana kamu pergi wahai Abu Hurairah? Beliau menjawab: Wahai Rasulullah! engkau berjumpa denganku sedangkan aku dalam keadaan berjunub. Aku merasa tidak enak duduk bersamamu sebelum aku mandi. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Maha Suci Allah! Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis” [10].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disyariatkannya mengagungkan Allah subhaana wa ta'ala dan syiar-syiar-Nya seperti ilmu dan ulama dengan zhohir dan batin. Allah subhaana wa ta'ala mencela orang yang beribadah kepada-Nya namun&amp;nbsp; tidak mengagungkan-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa kamu tidak menghargai akan kebesaran Allah”. (QS. Nuh :13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan rambut yang sangat hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan kelebihan rambut hitam.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang memiliki rambut hendaknya dia memuliakannya “ (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh para sahabatnya untuk meyemir rambutnya jika beruban&amp;nbsp; agar menyelisihi kaum Yahudi dan Nashara. Namun menyemir ini dilarang dengan warna hitam sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan merupakan fitrah manusia senang dengan rambut hitam sehingga terkadang banyak orang yang telah beruban berlomba-lomba untuk kembali menghitamkan rambutnya dengan cat/semir rambut. Maka hal ini merupakan imtihan (ujian) bagi mereka untuk bertaqwa kepada Allah dengan menghindari cat rambut hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits Jibril tersebut, rambut yang sangat hitam maksudnya rambut tanpa debu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Dalam riwayat lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang hadits Jibril&amp;nbsp; ini dari Imam Nasai [11] disebutkan bahwa Jibril datang dengan bau yang sangat harum. Dan Nabi kita menyukai dan menggunakan parfum serta menganjurkan muslim laki-laki untuk itu. Padahal&amp;nbsp; nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membutuhkan parfum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim [12]. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu&amp;nbsp; berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke rumah kami lalu tidur&amp;nbsp; siang&amp;nbsp; hingga beliau berkeringat dan ibuku (Ummu Sulaim ÑÖí Çááå ÚäåÇ ) datang membawa botol untuk menadah keringat beliau pada botol tersebut, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terjaga dan berkata kepada Ummu Sulaim:"Wahai Ummu Sulaim apa yang kamu lakukan ?" Beliau&amp;nbsp; berkata:"Ini adalah keringatmu yang kami jadikan pada parfum kami dan dia adalah parfum yang terharum"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memakai parfum sebenarnya merupakan ajakan dan penekanan kepada ummat ini (khususnya kaum lelaki) tentang pentingnya hal ini karena beliau yang sebenarnya tidak membutuhkannya namun senantiasa memakainya maka apatah lagi selainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana masalah istighfar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighfar 100 kali sehari padahal beliau telah diampuni oleh Allah atas segala dosa beliau yang telah lampau dan yang akan datang. Maka hal ini tidak lain sebagai ajakan untuk ummat ini agar memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah subhaana wa ta'ala&amp;nbsp; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sebab diperintahkannya mandi sebelum sholat Jumat karena dahulu diantara sahabat ada yang datang untuk sholat Jumat dari tempat kerja mereka, lalu menebar bau yang tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam sebuah hadits bahwa para sahabat kalau menghadiri majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan-akan diatas kepala mereka ada burung-burung.[13] Menurut&amp;nbsp; ulama maknanya bahwa mereka tunduk khusyuk dan tidak bergerak sehingga burung tersebut tidak terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat telah mengagungkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sebenarnya sampai di antara mereka ada yang sering bermajelis dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam namun dia tidak bisa melukiskan bagaimana wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sangat segannya untuk menatap wajah beliau. Diantaranya adalah&amp;nbsp; Amr bin Ash radhiyallahu 'anhu seorang sahabat yang mulia- sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ketika&amp;nbsp; beliau akan meninggal dunia ia menangis dan mnemalingkan wajahnya ke tembok maka anaknya bertanya: “Wahai bapakku (mengapa engkau menangis) bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memberi kabar gembira kepadamu dengan ini dan itu? Maka beliau menoleh sambil berkata : "Sesungguhnya hal yang afdhal yang kami siapkan adalah Syahadatain, saya telah menjalani kehidupan ini dalam 3 periode.( Pertama ketika saya musyrik) maka orang yang paling saya benci dan jengkel adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam&amp;nbsp; tidak ada orang yang paling saya ingin sakiti dan saya bunuh melainkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seandainya saya mati saat itu maka tidak ada tempat saya kecuali neraka. (Periode kedua) ketika Allah subhaana wa ta'ala memberikan hidayah kepadaku dalam Islam maka tidak ada orang yang paling saya cintai dan yang saya sangat memuliakan melebihi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga saya tidak kuasa memandang wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlama-lama sehingga seandainya waktu itu saya diperintahkan untuk melukiskan atau mensifatkan wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka saya tidak akan mampu, seandainya saya wafat pada saat itu maka saya berharap termasuk penghuni surga, kemudian datang kepada kami beberapa hal (periode ketiga) saya tidak mengetahui akan bagaimana keadaan saya saat itu...[14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ulama kita selalu mengajarkan tentang adab dalam majelis ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abdurrahman bin Mahdi [15]; tidak memperbolehkan seorangpun berbicara dalam majelisnya bahkan tersenyum atau mengkorok-korok pinsilnya kalau beliau mendengarkan atau mengetahui hal itu maka beliau langsung meninggalkan majelis ilmunya. Sehingga majelis-majelis terdahulu khusyu' dan dirahmati Allah subhaana wa ta'ala. Maka kosongnya hati kita sekarang ini dari hidayah Allah meski sering mengikuti pengajian karena berkah ilmu tidak datang. Dan salah satu cara mengundangnya adalah dengan mengamalkan sunnah dan adab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam majelis ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Referensi)&lt;br /&gt;[1] Syaraf Ashhabil Hadits (hal 115 no: 260)&lt;br /&gt;[2] Lihat: Jami’u Akhlaqi ar-Raawi wa Adabis Sami’(1:152)&lt;br /&gt;[3] Sebagaimana yang diceritakan oleh al-Khattabi dalam kitabnya al-‘Uzlah hal. 101, yang kami kutip dari Hilyatul Alim Al Mu'allim (hal 23)&lt;br /&gt;[4] Diriwayatkan oleh Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak (1:188-189 no. 363)&lt;br /&gt;[5] Baca kisah-kisah mereka dalam : "Ar Rihlah fi Thalabil Hadits" (karya Imam Al Khathib Al Baghdadi)&lt;br /&gt;[6] Lihat : Hilyatu Tholib Al 'Ilm (hal 33)&lt;br /&gt;[7] An Nukat 'ala Ibn Ash Sholah (1:268)&lt;br /&gt;[8] Lihat : Tamamul Minnah (hal 164)&lt;br /&gt;[9] Manaqib Al Imam Malik bin Anas oleh Al Qadhi Isa Azzawawi (hal.140-141)&lt;br /&gt;[10] Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Mandi No 274,276:Muslim&amp;nbsp; dalam kitab Haid No 556; At-Tirmidzi dalam Kitab&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bersuci No112, An-Nasai dalam kitab Bersuci no. 269&amp;nbsp; dll&lt;br /&gt;[11] Sunan An Nasaai (4991)&lt;br /&gt;[12] Shohih Muslim; Kitab Al Fadhoil, Bab Thib 'Araqin Nabi (2331)&lt;br /&gt;[13] Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya (3855)&lt;br /&gt;[14] Shohih Muslim ; Kitab Al Imam, Bab Kaunul Islam Yahdimu Maa Qablahu (121)&lt;br /&gt;[15] Seorang ulama besar semasa dengan Imam Syafi’i &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dari artikel Al Wahdah dengan berbagi perubahan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-5924840238170974254?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/5924840238170974254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/hadits-jibril-yang-panjang-memberi-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5924840238170974254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5924840238170974254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/hadits-jibril-yang-panjang-memberi-kita.html' title='Jibril ajari adab menuntut ilmu'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-4868569326777356999</id><published>2010-06-15T02:17:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:29:05.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>ABDULLAH BIN ABBAS-Lisannya bertanya, Qalbunya mencerna</title><content type='html'>&lt;h3 align="center"&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:scl9KhO5zo8Q1M:http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/pena.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:scl9KhO5zo8Q1M:http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/pena.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di antara sahabat-sahabat RasuluLlah SAW, terdapat beberapa sahabat  kecil yang ketika melafadzkan syahadat mereka berusia sangat muda, atau ketika mereka  dilahirkan, ayah bunda mereka telah muslim. Perhatian RasuluLlah SAW kepada para sahabat cilik  ini, tidak berbeda dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Bahkan beliau sangat memperhatikan  mereka dan meluangkan waktu untuk bermain, bicara dan menasehati mereka. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;AbduLlah bin Abbas (Ibnu Abbas) adalah salah satu kelompok sahabat  junior ini. Beliau dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah. Semenjak kecilnya, beliau sudah  menunjukkan kecerdasan dan ke  sungguhannya terhadap suatu masalah. RasuluLlah  mengetahui poten  si besar yang ada pada anak muda ini, seperti halnya beliau  melihat potensi yang sama pada Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah dan sahabat-sahabat  cilik lainnya. &lt;br /&gt;RasuluLlah SAW sering terlihat berdua bersama si kecil AbduL  lah bin  Abbas. Suatu ketika, misalnya, RasuluLlah SAW mengajak Ibnu Abbas RA berjalan-jalan  seraya menyampaikan tarbiyahnya kepada pemuda cilik ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya ghulam, maukah engkau mendengarkan beberapa kalimat yang sangat  berguna? &lt;br /&gt;Jagalah ALlah SWT (ajaran-ajaranNya), maka engkau akan menda   patkanNya selalu menjagamu. Jagalah ALlah SWT (larangan-laran  ganNya), maka engkau akan  mendapatkanNya selalu dekat di hadapan  mu. Kenalilah ALlah dalam sukamu, maka ALlah  akan mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada ALlah. Jika engkau  memerlukan pertolongan, mohonkanlah kepada ALlah. Semua hal (yang terjadi denganmu)  telah selesai ditulis. Ketahuilah, seandainya semua makhluk bersepakat untuk  membantumu dengan apa yang tidak ditaqdirkan ALlah untukmu, mereka tidak akan mampu membantumu.  Atau bila mereka berkonspirasi untuk mengha  langi engkau mendapatkan apa yang  ditaqdirkan untukmu, mereka juga tidak akan dapat melakukannya. Semua aktifitasmu kerjakan   lah dengan keyakinan dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa bersabar dalam musibah itu  akan memberikan hasil positif; dan bahwa kemenangan itu dicapai dengan kesabaran; dan  bahwa kesuksesan itu sering dilalui lewat tribulasi; dan bahwa kemudahan itu tiba setelah  kesulitan. &lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;[Hadist Riwayat Ahmad, Hakim, Tirmidzi] &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah rangkaian prinsip aqidah, ilmu dan 'amal yang   manakah  hasil tarbiyah RasuluLlah itu? AbduLlah bin Abbas tumbuh menjadi seorang muslim yang  penuh inisiatif, haus ilmu, dekat dengan ALlah dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, Ibnu Abbas ingin mengetahui secara langsung bagaimana  cara RasuluLlah shalat. Untuk itu, ia sengaja menginap di rumah bibinya: ummahatul  mu'minin, Maimunah bint al-Harist. Ketika itu ia melihat RasuluLlah bangun tengah malam dan  pergi berwudhu. Dengan sigap Ibnu Abbas membawakan air untuk berwudhu, dengan demikian ia dapat  melihat sendiri bagaimana RasuluLlah berwudhu. RasuluLlah - sang murobbi agung itu -  tidak menyepele kan hal ini, beliau mengelus dengan lembut kepala Ibnu Abbas, seraya  mendo'akan: "Ya ALlah, faqih-kanlah ia dalam perkara agama-Mu, dan ajarilah ia tafsir  Kitab-Mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian RasuluLlah berdiri untuk sholat lail yang dimakmumi oleh  isteri beliau, Maimunah. Ibnu Abbas tak tinggal diam, dia segera berdiri di belakang  RasuluLlah SAW; tetapi RasuluLlah kemudian menariknya agar ia berdiri sedikit berjajar  dengannya. Ibnu Abbas berdiri sejajar dengan RasuluLlah, tetapi kemudian ia mundur lagi  ke shaf belakang. Seusai sholat, RasuluLlah memper  tanyakan sikap Ibnu Abbas ini, dan  dijawab oleh Ibnu Abbas bahwa rasanya tak pantas dirinya berdiri sejajar dengan seorang  Utusan ALlah SWT. RasuluLlah ternyata tidak memarahinya, bahkan beliau mengulangi do'anya  ketika berwudhu tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ibnu Abbas berusia 13 tahun, RasuluLlah wafat. Beliau sangat  merasa kehilangan. Tapi hal ini tidak menjadikannya berse  dih atau lemah. Dengan segera ia  mengajak teman sebayanya untuk bertanya dan belajar pada sahabat-sahabat senior  mengenai apa saja yang berkenaan dengan RasuluLlah dan ajaran al-Islam. Logika Ibnu Abbas,  saat itu mengatakan bahwa para sahabat masih berada di Madinah, inilah kesempatan  terbaik untuk menimba ilmu dan informasi dari mereka, sebelum mereka berpencaran ke  kota-kota lain atau sebelum mereka wafat. Namun sayang, ajakan ini tidak ditanggapi oleh  rekan-rekan sebayanya, karena mereka rata-rata beranggapan bahwa para sahabat senior  tidak akan memperhatikan pertanyaan anak-anak kecil macam mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas tak patah arang. Beliau sendiri mendatangi para sahabat  yang diperkirakan mengetahui apa saja yang ingin ia tanyakan. Dengan sabar, beliau  menunggu para sahabat pulang dari kerja keseharian atau da'wahnya. Bahkan kalau sahabat tadi  kebet  ulan sedang berisitirahat, Ibnu Abbas dengan sabar menanti di depan pintu  rumahnya, hingga tertidur, tergolek beralaskan pakai  annya. Tentu saja para sahabat  terkejut menemui Ibnu Abbas terti  dur di depan rumahnya, "Oh keponakan RasuluLlah, ada  apa gerangan? Kenapa tidak kami saja yang datang menemuimu, bila engkau ada  keperluan?" "Tidak,"kata Ibnu Abbas, "sayalah yang harus datang menemui anda." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah masa kecil Ibnu Abbas. Bagaimana dengan masa dewasanya?  Beliau katakan sebagai seorang muda yang berwawasan dewasa, yang lisannya selalu  bertanya dan qalbunya selalu mencerna. Umar bin Khattab selalu mengundang Ibnu Abbas dalam  majelis syuro'nya dengan beberapa sahabat senior, dan beliau selalu berkata kepada Ibnu  Abbas agar ia tidak perlu sungkan menyampaikan pendapat. Inilah bentuk tarbiyah lain yang  diperoleh oleh Ibnu Abbas, dengan selalu berada dalam kalangan sahabat senior. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA, beliau berga  bung  dengan pasukan muslimin yang berekspedisi ke Afrika Utara, di bawah pimpinan AbduLlah  bin Abi-Sarh. Beliau terlibat dalam pertempuran dan juga dalam da'wah di sana. Di masa  pemerintahan Ali bin Abi Thalib RA, Ibnu Abbas mengajukan permohonan untuk menemui dan  berda'wah kepada kaum Khawarij. Melalui dialog dan diskusinya yang intens, sekitar 12.000  dari 16.000 khawarij bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. &lt;br /&gt;AbduLlah bin Abbas, yang muda yang ulama, wafat dalam usia 71 tahun  pada tahun 68H. Sahabat Abu Hurairah RA, berkata "Hari ini telah wafat Ulama Ummat.  Semoga ALlah SWT berkenan memberikan pengganti AbduLlah bin Abbas." &lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-4868569326777356999?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/4868569326777356999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/abdullah-bin-abbas-lisannya-bertanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4868569326777356999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4868569326777356999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/abdullah-bin-abbas-lisannya-bertanya.html' title='ABDULLAH BIN ABBAS-Lisannya bertanya, Qalbunya mencerna'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-4326030966964759340</id><published>2010-06-12T02:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T02:51:00.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Putra Abu Jahal-ikon itsar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:jedIgWBguz8fOM:http://farm4.static.flickr.com/3003/3079738417_bbdf846aeb_o.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:jedIgWBguz8fOM:http://farm4.static.flickr.com/3003/3079738417_bbdf846aeb_o.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW berhasil menaklukkan kota Makkah, maka Ikrimah berkata : Aku tidak akan tinggal di tempat ini!” Setelah berkata demikian, dia pun pergi berlayar dan memerintahkan supaya istrinya membantunya. Akan tetapi istrinya berkata: “Hendak kemana kamu wahai pemimpin pemuda Quraisy?” Apakah kamu akan pergi kesuatu tempat yang tidak kamu ketahui?” Ikrimah pun melangkahkan kakinya tanpa sedikitpun memperhatikan perkataan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepada Rasulullah istri Ikrimah berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya Ikrimah telah melarikan diri ke negeri Yaman karena ia takut kalau-kalau engkau akan membunuhnya. Justru itu aku memohon kepadamu supaya engkau berkenan menjamin keselamatannya.” Rasulullah SAW menjawab: “Dia akan berada dalam keadaan aman!” Mendengar jawaban itu, maka isteri Ikrimah memohon diri dan pergi untuk mencari suaminya. Akhirnya dia berhasil menemukannya di tepi pantai yang berada di Tihamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ikrimah menaiki kapal, maka orang yang mengemudikan kapal tersebut berkata kepadanya: “Wahai Ikrimah, ikhlaskanlah saja!” Ikrimah bertanya: “Apakah yang harus aku ikhlaskan?” “Ikhlaskanlah bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan akuilah bahwa Muhammad adalah utusan Allah!” Kata pengemudi kapal itu. Ikrimah menjawab: “Tidak, justru aku melarikan diri karena ucapan itu.” Selepas itu datanglah isterinya dan berkata: “Wahai Ikrimah, aku datang menemuimu membawa pesan dari orang yang paling utama, dari manusia yang paling mulia dan manusia yang paling baik. Aku memohon supaya engkau jangan menghancurkan dirimu sendiri. Aku telah memohonkan jaminan keselamatan untukmu kepada Rasulullah SAW.” Kepada isterinya Ikrimah bertanya: “Benarkah apa yang telah engkau lakukan itu?” Isterinya menjawab: “Benar, aku telah berbicara dengan baginda dan baginda pun akan memberikan jaminan keselamatan atas dirimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saja mendengar berita gembira dari isterinya itu, pada malam harinya Ikrimah bermaksud untuk melakukan persetubuhan dengan isterinya, akan tetapi isterinya menolaknya sambil berkata: “Engkau orang kafir, sedangkan aku orang Muslim.” Kepada isterinya Ikrimah berkata: “Penolakan kamu itu adalah merupakan suatu masalah besar bagi diriku.” Tidak lama selepas Ikrimah bertemu dengan isterinya itu, mereka pun pulang kembali, setelah mendengar berita bahwa Ikrimah sudah pulang, maka Rasulullah SAW segera ingin menemuinya. Karena rasa kegembiraan yang tidak terkira, sehingga membuatkan Rasulullah SAW terlupa memakai serbannya. Setelah bertemu dengan Ikrimah, baginda pun duduk. Ketika itu Ikrimah berserta dengan isterinya berada di hadapan Rasulullah SAW. Ikrimah lalu berkata: “Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Mendengar ucapan Ikrimah itu, Rasulullah SAW sangat merasa gembira, selanjutnya Ikrimah kembali berkata: “Wahai Rasulullah, ajarkanlah sesuatu yang baik yang harus aku ucapkan.” Rasulullah SAW menjawab: “Ucapkanlah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Ikrimah kembali bertanya: “Selepas itu apa lagi?” Rasulullah menjawab: “Ucapkanlah sekali lagi, aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.” Ikrimah pun mengucapkan apa yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW selepas itu baginda bersabda: “Jika sekiranya pada hari ini kamu meminta kepadaku sesuatu sebagaimana yang telah aku berikan kepada orang lain, niscaya aku akan mengabulkannya.” Ikrimah berkata: “Aku memohon kepadamu ya Rasulullah, supaya engkau berkenan memohonkan ampunan untukku kepada Allah atas setiap permusuhan yang pernah aku lakukan terhadap dirimu, setiap perjalanan yang aku lalui untuk menyerangmu, setiap yang aku gunakan untuk melawanmu dan setiap perkataan kotor yang aku katakan di hadapan atau di belakangmu.” Maka Rasulullah SAW pun berdoa: “Ya Allah, ampunilah dosanya atas setiap permusuhan yang pernah dilakukannya untuk bermusuh denganku, setiap langkah perjalanan yang dilaluinya untuk menyerangku yang tujuannya untuk memadamkan cahaya-Mu dan ampunilah dosanya atas segala sesuatu yang pernah dilakukannya baik secara langsung berhadapan denganku mahupun tidak.” Mendengar doa yang dimohon oleh Rasulullah SAW itu, alangkah senangnya hati Ikrimah, maka ketika itu juga ia berkata: “Ya Rasulullah! Aku bersumpah demi Allah, aku tidak akan membiarkan satu dinar pun biaya yang pernah aku gunakan untuk melawan agama Allah, melainkan akan aku ganti berlipat ganda demi membela agama-Nya. Begitu juga setiap perjuangan yang dahulu aku lakukan untuk melawan agama Allah, akan aku ganti dengan perjuangan yang berlipat ganda demi membela agama-Nya, aku akan ikut berperang dan berjuang sampai ke titisan darah yang terakhir.” Demikianlah keadaan Ikrimah, setelah ia memeluk Islam, ia sentiasa ikut dalam peperangan hingga akhirnya ia terbunuh sebagai syahid. Semoga Allah berkenan melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada Ikrimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain pula diceritakan, bahwa ketika terjadinya Perang Yarmuk, Ikrimah juga ikut serta berperang sebagai pasukan perang yang berjalan kaki, pada waktu itu Khalid bin Walid mengatakan: “Jangan kamu lakukan hal itu, karena bahaya yang akan menimpamu adalah lebih besar!” Ikrimah menjawab: “Karena kamu wahai Khalid telah terlebih dahulu ikut berperang bersama Rasalullah SAW, maka biarlah hal ini aku lakukan!” Ikrimah tetap meneruskan niatnya itu, hingga akhirnya ia gugur di medan perang.&lt;br /&gt;Pada waktu Ikrimah gugur, ternyata di tubuhnya terdapat lebih kurang tujuh puluh luka bekas tikaman pedang, tombak dan anak panah. Abdullah bin Mas'ud pula berkata: Di antara orang-orang yang termasuk dalam barisan Perang Yarmuk adalah Haris bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amar. Di saat-saat kematian mereka, ada seorang sahabat yang memberinya air minum, akan tetapi mereka menolaknya. Setiap kali air itu akan diberikan kepada salah seorang dari mereka yang bertiga orang itu, maka masing-masing mereka berkata: “Berikan saja air itu kepada sahabat di sebelahku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keadaan mereka seterusnya, sehingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas yang terakhir dalam keadaan belum sempat meminum air itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain pula ditambahkan: “Sebenarnya Ikrimah bermaksud untuk meminum air tersebut, akan tetapi pada waktu ia akan meminumnya, ia melihat ke arah Suhail dan Suhail pun melihat ke arahnya pula, maka Ikrimah berkata: “Berikanlah saja air minum ini kepadanya, barangkali ia lebih memerlukannya daripadaku.” Suhail pula melihat kepada Haris, begitu juga Haris melihat kepadanya. Akhirnya Suhail berkata: “Berikanlah air minum ini kepada siapa saja, barangkali sahabat-sahabatku itu lebih memerlukannya daripadaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah keadaan mereka, sehingga air tersebut tidak seorangpun di antara mereka yang dapat meminumnya, sehingga mati syahid semuanya. Semoga Allah melimpahkan kurnia dan rahmat-Nya kepada mereka bertiga. Amin.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-4326030966964759340?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/4326030966964759340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/putra-abu-jahal-ikon-itsar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4326030966964759340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/4326030966964759340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/putra-abu-jahal-ikon-itsar.html' title='Putra Abu Jahal-ikon itsar'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-271264550212866644</id><published>2010-06-12T00:56:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:29:45.505-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Murid'/><title type='text'>Di atas langit ada langit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:F7nHJIK_k6jAiM::www.turismocarrefour.com.br/wp-content/uploads/FEN-1.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=163&amp;amp;w=309&amp;amp;usg=__s6WGJV5Wz4E7jalf3DX_6iTNLac=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="105" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:F7nHJIK_k6jAiM::www.turismocarrefour.com.br/wp-content/uploads/FEN-1.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=163&amp;amp;w=309&amp;amp;usg=__s6WGJV5Wz4E7jalf3DX_6iTNLac=" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Nabi Khidir ditugaskan membimbing Nabi Musa yang hidup di zamannya, sebagaimana kita sekarang wajib menyampaikan dakwah kepada orang lain di sekeliling kita. Beliau tidak dikaruniai Mukjizat seperti Nabi Musa.&lt;br /&gt;Salah satu kisah Al-Qur’an yang sangat mengagumkan dan dipenuhi dengan misteri, kisah seorang hamba yang Allah SWT memberinya rahmat dari sisi-Nya dan mengajarinya ilmu. Yang mana kisah tersebut terdapat dalam surah al-Kahfi di mana ayat-ayatnya dimulai dengan cerita Nabi Musa, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan-jalan sampai bertahun-tahun.” (QS. al-Kahfi: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat yang samar menunjukkan bahwa Musa telah bertekad untuk meneruskan perjalanan selama waktu yang cukup lama kecuali jika beliau mampu mencapai majma’ al-Bahrain (pertemuan dua buah lautan). Seandainya tempat itu harus disebutkan niscaya Allah SWT akan rnenyebutkannya. Namun Al-Qur’an al-Karim sengaja menyembunyikan tempat itu, sebagaimana Al-Qur’an tidak menyebutkan kapan itu terjadi. Begitu juga, Al-Qur’an tidak menyebutkan nama-nama orang-orang yang terdapat dalam kisah itu karena adanya hikmah yang tinggi yang kita tidak mengetahuinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT mengisyaratkan ilmu nabi tersebut dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”(QS. al-Kahfi: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur’an al-Karim tidak menyebutkan siapa nama hamba yang dimaksud, yaitu seorang hamba yang dicari oleh Musa AS agar ia dapat belajar darinya. Nabi Musa adalah seorang yang diajak bicara langsung oleh Allah SWT dan ia salah seorang ulul azmi dari para rasul. Beliau adalah pemilik mukjizat tongkat dan tangan yang bercahaya dan seorang Nabi yang Taurat diturunkan kepadanya tanpa melalui perantara. Namun dalam kisah ini, beliau menjadi seorang pencari ilmu yang sederhana yang harus belajar kepada gurunya dan menahan penderitaan di tengah-tengah belajarnya itu yang di dalam hadis yang suci disebutkan bahwa ia adalah Khidir as. Musa berjalan bersama hamba yang menerima ilmunya dari Allah SWT . Mula-mula Khidir menolak ditemani oleh Musa. Khidir memberitahu Musa bahwa ia tidak akan mampu bersabar bersamanya. Akhirnya, Khidir mau ditemani oleh Musa tapi dengan syarat, hendaklah ia tidak bertanya tentang apa yang dilakukan Khidir sehingga Khidir menceritakan kepadanya. Khidir merupakan simbol ketenangan dan diam; ia tidak berbicara dan gerak-geriknya menimbulkan kegelisahan dan kebingungan dalam diri Musa. Sebagian tindakan yang dilakukan oleh Khidir jelas-jelas dianggap sebagai kejahatan di mata Musa; sebagian tindakan Khidir yang lain dianggap Musa sebagai hal yang tidak memiliki arti apa pun; dan tindakan yang lain justru membuat Musa bingung dan membuatnya menentang. Meskipun Musa memiliki ilmu yang tinggi dan kedudukan yang luar biasa namun beliau mendapati dirinya dalam keadaan kebingungan melihat perilaku hamba yang mendapatkan karunia ilmunya dari sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini menunjukkan bahwa adanya hamba-hamba Allah SWT yang bukan termasuk nabi dan syuhada namun para nabi dan para syuhada “cemburu” dengan ilmu mereka. Kisah ini di awali pada saat Nabi Musa as berbicara di tengah-tengah Bani Israil. Ia mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT dan menceritakan kepada mereka tentang kebenaran. Setelah beliau menyampaikan pembicaraannya, salah seorang Bani Israil bertanya: “Apakah ada di muka bumi seseorang yang lebih alim darimu wahai Nabi Allah?” Dengan nada emosi, Musa menjawab: “Tidak ada.” Allah SWT tidak setuju dengan jawaban Musa. Lalu Allah SWT mengutus Jibril untuk bertanya kepadanya: “Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui di mana Allah SWT meletakkan ilmu-Nya?” Musa mengetahui bahwa ia terburu-buru mengambil suatu jawaban. Jibril kembali berkata kepadanya: “Sesungguhnya Allah SWT mempunyai seorang hamba yang berada di majma’ al-Bahrain yang ia lebih alim daripada kamu.” Musa bertanya bagaimana ia dapat menemui orang alim itu. Kemudian ia mendapatkan perintah untuk pergi dan membawa ikan di keranjang. Ketika ikan itu hidup dan melompat ke lautan maka di tempat itulah Musa akan menemui hamba yang alim. Akhirnya, Musa sampai di tempat di mana ikan itu melompat. Di sanalah mereka mendapatkan seorang lelaki yang dijelaskan oleh Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba -hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahrnat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah aspek yang penting dalam kisah itu. Kisah itu terfokus pada sesuatu yang ada di dalam jiwa, bukan tertuju pada hal-hal yang bersifat fisik atau lahiriah. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Maka tatkala mereka berjalan sampai ke pertemuan dua buah laut itu, maka mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu. Tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: ‘Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita merasa letih karena perjalanan hita ini.’ Muridnya menjawab: ‘Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.’ Musa berkata: ‘Itulah (tempat) yang kita cari; lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. “(QS. al-Kahfi: 61-65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam surah al-Kahfi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Musa berkata kepadanya: ‘Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu ?’ Dia menjawab: ‘Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku. Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?’ Musa berkata: ‘Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusan pun.’ Dia berkata: ‘Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu.’” (QS. al-Kahfi: 66-70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidir melobanginya. Musa berkata: ‘Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya hamu menenggelamkan penumpangnya? Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.’ Dia (Khidir) berkata: ‘Bukankah aku telah berkata: ‘Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku.’ Musa berkata: ‘Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku.’ Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidir membunuhnya. Musa berkata: ‘Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih itu, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.’ Khidir berkata: ‘Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan sabar bersamaku?’ Musa berkata: ‘Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah engkau memperbolehkan aku menyertairnu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur kepadaku.’ Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidir menegakkan dinding itu. Musa berkata: ‘Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu.’ Khidir berkata: ‘Inilah perpisahan antara aku dengan kamu. Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin dan kami khawatir bahwa dia ahan mendorong orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki supaya Tuhan mereha mengganti bagi mereka dengan anak yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam dari hasih sayangnya (kepada ibu dan bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya seseorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakuhannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.’” (QS. al-Kahfi: 71-82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba saleh itu menyingkapkan dua hal pada Musa: ia memberitahunya bahwa ilmunya, yakni ilmu Musa sangat terbatas, kemudian ia memberitahunya bahwa banyak dari musibah yang terjadi di bumi justru di balik itu terdapat rahmat yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah bahwa nikmat terkadang membawa sesuatu bencana dan sebaliknya, suatu bencana terkadang membawa nikmat. Banyak hal yang lahirnya baik temyata justru di balik itu terdapat keburukan. Mula-mula Nabi Allah SWT Musa menentang dan mempersoalkan tindakan hamba Allah SWT tersebut, kemudian ia menjadi mengerti ketika hamba Allah SWT itu menyingkapkan kepadanya maksud dari tindakannya dan rahmat Allah SWT yang besar yang tersembunyi dari peristiwa-peristiwa yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dari berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Di atas langit ada langit. Tidak pantas bagi kita untuk menyombongkan diri khususnya dalam hal keilmuan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ilmu adalah barang hilang milik orang mukmin. Di manapun dan pada siapapun ilmu itu kita berhak mendapatkannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbaik sangka kepada guru. Akan ada banyak hal yang tidak kita pahami saat belajar, namun terkuak kebenarannya di kemudian hari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-271264550212866644?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/271264550212866644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/di-atas-langit-ada-langit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/271264550212866644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/271264550212866644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/06/di-atas-langit-ada-langit.html' title='Di atas langit ada langit'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-7878749509279786977</id><published>2010-05-31T09:36:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:41:38.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Beranda'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang di blog PESANTREN...&lt;br /&gt;Miniatur masyarakat muslim, tempat di mana kita dapat belajar segalanya; keilmuan, tingkah laku, persahabatan, kepatuhan dan karakter-karakter lainnya. Di tempat ini pula para ulama' memulai pencariannya dan kemudian berbagi warisan ilmu kepada generasi berikutnya.&lt;br /&gt;Pesantren ibarat ibu yang melahirkan para pejuang tangguh dan para pahlawan yang senantiasa siap menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Memberikan pendidikan sebenarnya, membentuk sikap dan budi pekerti serta mengajarkan pengetahuan sebagai bekal pengabdian kepada Rabb alam semesta.&lt;br /&gt;Rasul Sang Guru telah menggambarkan pola pendidikan terbaik. Tugas kita untuk menelaah lembaran kehidupannya dan membaca untaian tutur katanya, agar pendidikan kita bangkit sebagai landasan peradaban dan pilar kemenangan sejati...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-7878749509279786977?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/7878749509279786977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/selamat-datang-di-blog-pesantren.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7878749509279786977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7878749509279786977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/selamat-datang-di-blog-pesantren.html' title=''/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-2230068968407046450</id><published>2010-05-19T21:39:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:30:14.601-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dunia pesantren'/><title type='text'>Pesantren, kembalilah!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Wo4SMbqAqMc/SuCo9LvXdnI/AAAAAAAAAL0/7iKAPFh6axo/s1600/an%2Barab%2BJesus%2Bwearing%2Bhead%2Bcover.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_Wo4SMbqAqMc/SuCo9LvXdnI/AAAAAAAAAL0/7iKAPFh6axo/s200/an%2Barab%2BJesus%2Bwearing%2Bhead%2Bcover.jpg" width="130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pesantren...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tempat yang sakral,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gudang ilmu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tempat pembentukan karakter, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simbol kesucian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;desirnya adalah lantunan Al Qur'an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;identik dengan kebersihan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik tempat, hati dan perbuatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, mari kita jujur melihat fenomena pesantren pada umumnya saat ini. Seakan identitas pesantren itu telah hilang bersama keteledoran kita sebagai pengelola..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita simak cuplikan kisah yang memilukan dari buku "Sorban yang terluka" berikut ini..&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;"Di tahun pertama, aku mulai sedikit mengerti&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tentang dunia pesantren. Suatu hari, selepas acara&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;muhadzaroh1 (latihan pidato) pada malam Jum’at&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;yang diikuti oleh seluruh santri, aku merasa letih sekali.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku merasa pusing, sangat mengantuk, dan badan terasa&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;meriang. Mungkin karena sudah seharian aku mengikuti&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kegiatan. Sebab kalau hari Kamis, santri disibukkan dengan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;berbagai macam kegiatan. Kamis pagi, para santri masuk&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kelas sampai waktu dzuhur. Selepas makan siang ada acara&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;latihan pidato bahasa Arab. Ba’da ashar, masih ada latihan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pramuka. Malamnya, selesai shalat isya’, para santri masih&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;mengikuti acara latihan pidato bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tepat jam 9.30 malam, aku mulai membaringkan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;badan di atas lantai yang hanya beralaskan karpet. Aku tidur&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;nyenyak sekali. Paginya, sebelum adzan subuh, aku sudah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;dibangunkan oleh suara pengurus bagian peribadatan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tentu agar santri segera bergegas ke masjid karena sebentar&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;lagi sudah waktunya shalat subuh. Tetapi, aku kaget. Aku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;merasa di kedua pahaku ada banyak cairan. Karena masih&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;baru bangun tidur, aku belum sadar apa sebenarnya cairan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;itu. Apakah aku tanpa sengaja buang air kecil saat tidur?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tanyaku dalam hati. Namun, mana mungkin aku tanpa&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sengaja buang air kecil saat tidur. Tidak mungkin itu terjadi&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;karena aku membiasakan buang air kecil sebelum tidur.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Cairan itu sampai membasahi kedua pahaku dan kain&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sarung yang kupakai waktu tidur. Beberapa saat kemudian,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;setelah aku betul-betul sadar, aku baru tahu kalau cairan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;itu adalah sperma. “Apakah aku mimpi basah?” Ah, rasanya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;aku tidak mimpi basah. Cairan ini bukan spermaku. Ya,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ini bukan spermaku.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Karena salah seorang pengurus bagian peribadatan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;menyuruhku cepat-cepat ke masjid, aku pun tidak menghiraukan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;itu, meskipun hatiku sebenarnya sangat penasaran.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Paginya aku menceritakan apa yang aku alami&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pada salah seorang kakak kelasku. Dia santri kelas dua.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Hanya selisih setahun denganku.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Ya akhi, kamu pernah mengalami kejadian aneh&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;nggak saat bangun tidur?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Kejadian aneh bagaimana maksud kamu? Kamu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;jangan mengada-ada! Di pesantren ini tidak ada cerita&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tahayul,” sambil sedikit tersenyum ia menjawab pertanyaanku.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tampaknya dia menganggap aku hanya mau&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;bercanda dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Bukan itu maksudku. Tadi malam saat bangun tidur,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;di pahaku banyak cairan.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Spontan temanku itu tertawa terbahak-bahak. Aneh&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pikirku, apanya yang lucu. Malah justru santri itu semakin&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tertawa-tawa.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Semalam kamu tidur pasti pake sarung ya?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Iya! Memangnya mengapa kalau pake sarung?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Saat kamu tidur, kamu tidak merasakan apa-apa sama&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sekali?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Tidak. Aku capek. Makanya aku tidur sangat nyenyak.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Kamu itu telah dihomo.”2&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Maksudmu apa?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Tadi malam ada seseorang yang telah melampiaskan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;nafsunya padamu. Orang itu sudah tidak tahan untuk&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;melakukan seks. Karena tidak ada lawan jenis, sebagai pelampiasannya,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kamu dijadikan gantinya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Kurang ajar. Siapa yang berbuat begitu padaku?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Alah, tidak usah dipikirin! Kejadian seperti itu sudah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;lumrah terjadi di pesantren. Itu baru yang pertama kamu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;alami. Biasanya kamu akan mengalami kedua kalinya. Dan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;memang yang sering dijadikan pelampiasannya pasti para&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;santri baru, karena mereka belum tahu apa-apa. Aku juga&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pernah mengalami sesuatu yang tak pernah terbayangkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Seorang santri senior, melecehkan aku secara seksual. Ia&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;memasturbasi diriku saat aku tidur. Aku berontak. Tapi&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ancamannya—santri senior punya kekuasaan untuk menghukum—&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;membuat aku diam. Dan kejadian itu berulang.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Ia bahkan mulai berani mengoral aku, dan terakhir menyodomiku.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Kira-kira kamu tahu siapa orangnya yang berbuat&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;seperti itu padaku?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Tentu aku tidak tahu pasti siapa yang melakukan itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tetapi, siapa lagi kalau bukan santri yang senior, terutama&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;mereka yang sudah menjadi pengurus. Kalau santri yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;belum menjadi pengurus, tidak akan berani berbuat seperti&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;itu. Soalnya dulu sudah ada salah seorang santri yang diusir&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;gara-gara menghomo santri baru. Memang pelampiasan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;itu biasa dilakukan malam Jum’at. Karena kegiatan santri&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sangat padat siang sebelumnya. Malamnya, sang korban&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;yang menjadi palampiasan sulit bangun saat digituin karena&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sangat letih. Makanya, kalau tidur pake celana biar sulit&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;dibukanya, atau paling tidak kamu pasti akan bangun.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Aku tidak terima diperlakukan seperti itu. Memangnya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;aku perempuan yang bisa dijadikan pelampiasan nafsu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;laki-laki. Aku benci orang itu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Ya apa boleh buat. Di sini kan pesantren. Dan di pesantren&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;mana pun, praktik seperti itu sudah dianggap&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;lumrah.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Benarkah sampai begitu?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Ya, masih banyak yang belum kamu ketahui. Lain&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kali hati-hati! Tetapi, kayaknya kamu perlu bersyukur.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Bersyukur bagaimana maksud kamu? Aku saja tidak&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;rela dengan kejadian ini. Mana mungkin aku bersyukur!”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Kalau kamu dihomo, itu menandakan bahwa kamu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;termasuk orang cakep. Biasanya orang yang tipe begituan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sukanya dengan orang yang cakep saja. Nah, kamu untung.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Berarti kamu cakep.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Jangan ngawur!”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Ya maaf, pesanku hanya itu. Lain kali hati-hati.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Orang itu biasanya akan mengulangi kedua kalinya.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Mendengar keterangan kakak kelasku itu, aku mulai&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ragu-ragu dengan dunia pesantren. Padahal aku masih&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;belum genap satu tahun di pesantren. Rasanya ada banyak&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sisi pesantren yang tidak aku sangka sebelumnya. Mungkin&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;perlu waktu panjang untuk mengetahui semua yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;terjadi di pesantren. Kejadian yang menimpaku malam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;itu jelas masih mengganjal hatiku. Benarkah pelampiasan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;seksual pada sesama jenis telah menjadi budaya di pesantren?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Obrolan singkat dengan kakak kelasku masih&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;terngiang di telinga. Rasanya sangat naif bila di dalam lembaga&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pendidikan agama seperti pesantren ada budaya yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“menjijikkan.” Apalagi temanku sampai mengatakan,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;masih banyak yang belum aku ketahui di pesantren.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku memegang erat nasihat kakak kelasku. Minggu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;berikutnya aku berhati-hati betul. Aku pun memakai celana&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;waktu tidur sebagaimana anjuran temanku. Apalagi dia&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;mengatakan rawannya pelampiasan seks itu pada malam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Jum’at karena santri sudah lelah dengan kegiatan seharian.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku masih tetap penasaran dengan kejadian yang menimpaku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;malam itu. Makanya, meskipun aku sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;letih, aku tetap bertahan untuk tidak terlelap tidur. Sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;aku tidak ada niat untuk berbuat balas dendam.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku hanya penasaran dengan kejadian semacam itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Ruangan kamarku sudah gelap gulita. Tampaknya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;seluruh teman sekamar sudah mulai terlelap. Suasana&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pesantren semakin sunyi. Tidak ada suara gemuruh sebagaimana&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;di siang hari. Hanya ada beberapa orang yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;suaranya terdengar dari luar kamar. Suara-suara itu adalah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;santri yang bertugas berjaga malam. Petugas penjaga&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;malam disebut haritsul laili.3 Santri-santri yang ditunjuk&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;menjadi penjaga malam adalah yang sudah bermukim&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;lebih dari dua tahun di pesantren. Jadi, aku dan kakak kelas&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;satu tahun di atasku masih belum dapat menjadi penjaga&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;malam.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Teman-teman sekamarku tampaknya mulai menikmati&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;mimpi-mimpi yang menghiasi tidur mereka. Karena&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;gelap, aku sudah tidak tahu waktu menunjukkan jam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;berapa. Meski aku sudah mulai mengantuk, aku tetap&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;menahan rasa kantukku. Aku penasaran, siapa tahu malam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ini ada santri senior yang ingin melampiaskan nafsunya&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pada sesama jenis.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Malam semakin larut. Di antara sadar dan tidak, karena&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;aku sudah sangat mengantuk, aku merasa ada yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;membuka pintu. Ada seseorang yang masuk ke kamarku.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku sudah mulai curiga. Aku terkejut. Aku merasa secara&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;perlahan-lahan ada tangan yang ingin membuka sarungku.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Meraba-raba pahaku. Dan sesekali mencium pipiku.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Sengaja kubiarkan tangan itu membuka sarung yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kujadikan selimut tidurku. Tetapi, tampaknya tangan itu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kesulitan karena aku masih mengenakan celana panjang.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tangan itu sudah mulai berani berusaha keras membuka&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;celanaku. Beberapa saat kemudian, secepat kilat aku langsung&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;memegang tangan itu. Seketika pula aku langsung&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;bangun dari tidur.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Kamu siapa? Mau apa datang ke sini?” Masih dalam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kegelapan, aku mencoba ingin tahu siapa sebenarnya orang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;itu. Tetapi, tampaknya dia tenang-tenang saja. Aku semakin&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;heran.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Aku pengurus bagian penerangan. Kamu tidur saja.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku hanya mengontrol.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Lalu mengapa tadi kamu membuka sarungku?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Aku hanya merasa kesepian. Dan kamu mungkin&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tahu apa maksudku. Jadi, aku minta maaf. Lain kali aku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tidak mengulangi lagi padamu.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku semakin heran dengan orang itu. Tampaknya ia&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tidak merasa bersalah. Bahkan sikapnya sangat dingin, seakan-&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;akan tidak berbuat apa-apa. Padahal, menurutku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;seharusnya dia merasa malu karena niat jahatnya ketahuan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Malam Jum’at yang lalu kamu sudah berbuat seperti&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ini padaku kan?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Aku minta maaf. Aku tahu kalau aku salah. Aku berani&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;berbuat seperti itu karena kamu aku anggap masih belum&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;berani melawan. Tapi tampaknya aku salah.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Aku akan melaporkan kamu ke ustadz.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tapi, tampaknya omonganku tidak ia hiraukan. Justru,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;dia malah tertawa. Aku tambah marah dibuatnya. Orang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;yang jelas-jelas mau berbuat jahat padaku, malah menertawakanku.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Mengapa kamu tertawa?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Aku tertawa karena kamu mau melaporkan aku ke&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ustadz.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Memangnya mengapa?”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“Kalau kamu mau melaporkan santri yang berbuat&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;seperti itu, seharusnya bukan cuma aku. Terlalu banyak&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;santri senior yang berbuat seperti itu. Di pesantren, perbuatan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;seperti itu sudah lumrah. Dan kamu harus ketahui,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;yang menghomo kamu minggu lalu bukan hanya satu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;orang.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Sambil tertawa sinis, dia meninggalkanku. Kamarku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;masih dalam keadaan gelap.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Aku semakin terkejut dengan kata-katanya. Mengapa&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;praktik homoseksual dianggap lumrah di pesantren?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Mungkin karena di lingkungan laki-laki, ini bagian dari&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;eksperimen seksual, sebab eksperimen dengan perempuan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;bisa terkena sanksi yang luar biasa. Namun, itu menurutku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;bukanlah alasan yang tepat untuk membenarkan homoseksual.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Bukankah agama melarang orang melakukan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;perbuatan itu?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Apa yang sebenarnya terjadi di dunia pesantren? Lagilagi&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pertanyaan itu mulai terngiang di benakku. Aku mulai&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ragu-ragu dengan pesantren yang disanjung-sanjung oleh&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kedua orangtuaku. “Jika aku terus diperlakukan seperti ini,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;lebih baik aku pulang saja ke rumah”, demikian sempat&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;terlintas dalam pikiranku. Sebenarnya, kejadian ini aku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;adukan dengan kakak senior lain, di saat berbelanja keper&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;luan sehari-hari di KOPTI (Koperasi Santri). Tetapi, aku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;malah diminta diam saja, dan menghindar.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Setelah kejadian itu berlalu, aku mengadu pada Aba&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;dan Umi di rumah. Aba dan Umi menyarankan untuk&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;bersabar. Menurutnya, itu hanya cobaan bagi orang yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;menuntut ilmu. Suatu saat pasti akan ada hikmahnya. Aku&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pun mengikuti sarannya. Apa boleh buat. Aku hanya santri&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;junior yang tidak bisa berbuat apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Setelah dia tak lagi melecehkanku, baru kuketahui,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;teman-teman sekelasku yang lain juga pernah mengalami&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;hal yang sama. Dan di luar dugaan, ternyata praktik homoseksual&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;telah menjadi “kebutuhan”4 santri di pesantren.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Oleh karena tidak ada lawan jenis yang dapat dijadikan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pelampiasan, laki-lakilah yang menjadi sasarannya. Yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;lebih mengerikan lagi, ada homoseksual yang dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;dengan dasar suka sama suka. Jadi, pelakunya tidak perlu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;menunggu mangsanya tidur terlelap. Cukup dengan mencari&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;waktu dan kesempatan. Yang dihomo cukup dipenuhi&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;saja kebutuhan sehari-harinya di pesantren, pasti dia mendapatkan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;“jatah.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Hampir setiap malam ada saja sepasang laki-laki yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sedang mabuk asmara menikmati indahnya cinta kasih&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sayang sesama jenis. Bagi yang tidak memiliki pasangan,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;santri yang sudah terlelap tidur menjadi sasaran pelampiasan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;nafsu. Kejadian semacam itu biasa terjadi di kelas,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;kamar, aula, kamar mandi, bahkan ruang pertemuan.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Santri yang kelihatan tampan, pasti sudah ada yang punya.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Artinya, di pesantren juga terjadi penyaluran nafsu yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;tidak halal. Lantas, apa bedanya dengan di lokalisasi?&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Selama ini, masyarakat mengenal dunia pesantren&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sebagai lembaga yang sangat lekat dengan nuansa agama.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Setiap hari, tidak sesuatu pun dikerjakan santri pesantren&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;selain belajar agama. Setiap pagi, siang, sore, hingga malam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;hari, kegiatan yang dilakukan di pesantren selalu berkaitan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;dengan pendalaman agama, akhlak, akidah, maupun etika.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tentu saja, kegiatan mengaji al-Qur’an, shalat berjamaah&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;di masjid setiap lima waktu, shalat tahajud, shalat dhuha di&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pagi hari, adalah rutinitas yang selalu dijalankan santri setiap&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;hari.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Tetapi di luar semua itu, tidak ada yang menyangka&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;jika di balik nuansa religius pesantren, terdapat banyak kejadian&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;yang justru melenceng jauh dari ketentuan agama&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Islam. Bagaikan di sebuah tempat memadu kasih, pesantren&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;sering dijadikan tempat untuk menyalurkan hasrat libido&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;santri pada santri lain yang sesama jenis. Jika di lokalisasi,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;transaksi seksual harus mengeluarkan duit sesuai kesepakatan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;antara penjual dan pembeli, di pondok pesantren&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;justru kegitan seksual dijalankan secara sembunyisembunyi&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;dan umumnya dilakukan di tengah malam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ketika “korban” sedang tertidur lelap.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Mengejutkan memang, praktik seksual di pondok&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pesantren dilampiaskan antarsesama jenis kelamin. Praktik&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;homoseksual di kalangan santri sangat sulit dihilangkan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;karena pelaku sangat cerdik dalam menjalankan aksinya,&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;di luar pengetahuan orang lain. Tradisi ini dilestarikan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;secara turun-temurun hingga kini. Barangkali, tidak semua&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;orang di luar pesantren menyadari kenyataan semacam&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;ini. Sehingga image yang muncul di benak publik tentang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pesantren selalu diasumsikan sebagai tempat yang “suci.”&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Kesucian pesantren hanya terletak pada dzat-nya, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;hakikatnya sebagai lembaga keagamaan yang mencetak&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;manusia berakhlak mulia. Tetapi, banyak santri yang menyalahi&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;hakikat itu.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Jangankan masyarakat di luar pesantren, santri yang&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;hidup di dalam pesantren sekalipun terkadang belum&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;mengetahui sepenuhnya tentang dunia gelap pesantren&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;secara keseluruhan. Para orangtua santri yang menyekolahkan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;anaknya di pesantren, mungkin tidak menyadari&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;bahwa anaknya sering dijadikan korban pelampiasan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;seksual sesama jenis, atau bahkan pelaku pelampiasan seks&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;antarsesama jenis.&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;Bagi orang yang pernah nyantri di pesantren, persoalan&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;homoseksual bukanlah hal aneh. Hanya saja, memang ada&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;perbedaan antara pesantren zaman dulu dengan pesantren&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;modern. Meskipun pernah hidup di pesantren, tetapi&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;pesantren klasik, tidak menutup kemungkinan ia belum&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;mengetahui seluk-beluk dunia pesantren sebagaimana&lt;/span&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;br style="color: #0b5394;" /&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;yang terjadi dewasa ini".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sungguh, sebuah fenomena yang tidak boleh kita anggap remeh. Bagi kita pengelola pesantren atau sekolah berasrama tanpa &lt;i&gt;ikhtilath &lt;/i&gt;(bercampur laki-laki dan perempuan) mesti ada pengamanan ekstra ketat berkaitan dengan hubungan tidak normal ini. Jangan sekali-kali kita anggap itu mustahil terjadi di lingkungan yang menjunjung tinggi Al Qur'an dan hadits. Cek dan pantau. Kita harus waspada sebelum hal itu dianggap lumrah oleh penduduk pesantren, &lt;i&gt;na'uudzu billah min dzalik&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berikut ini beberapa langkah sebagai upaya menyelesaikan permasalahan ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;1. Ruang kamar disetting agar mudah diakses dari luar, tidak tertutup. Dianjurkan bagian depan berkaca supaya bagian dalam kamar terlihat meski hanya dengan melintas di depannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;2. Kita waspadai kedekatan dua siswa yang berlebihan. Biasanya ditandai dengan seringnya duduk berduaan, tidak banyak berteman dengan yang lain, surat-menyurat padahal tiap hari bertemu, ada sikap cemburu bila ia berjalan dengan orang lain kemudian berlanjut ke sikap marah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;3. Sesegera mungkin kita mengambil sikap jika tanda-tanda itu muncul. Mendekat dengan keduanya secara terpisah, kita mencari keterangan, klarifikasi dan dianjurkan tidak&amp;nbsp; dengan bahasa sindiran. Sampaikan dengan terbuka prasangka kita terhadap kejanggalan sikap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;4. Pisahkan kamar mereka jika sebelumnya berada dalam satu ruang, tempatkan orang yang dapat dipercaya untuk memantau kamar itu, atau bahkan tinggal dan tidur di ruang mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;5. Terkadang pelaku menganggap itu bagian dari persaudaraan karena Allah. Tidak, itu adalah bisikan syetan yang menghiasi dosa. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Berikan pemahaman yang benar tentang ukhuwwah fillah, melalui kajian atau pendekatan personal. Berikan motivasi untuk bertaubat dari perbuatan  keji itu dan menyudahinya sekarang juga dan tidak menunda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;6. Bagian-bagian terkait di pesantren itu harus satu kata untuk menyelesaikan masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Sebuah harapan besar, pesantren kembali ke fungsi penggemblengan budi pekerti dan akhlak mulia, bukan sebaliknya. Allah bersama kita. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #0b5394;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-2230068968407046450?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/2230068968407046450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/pesantren-kembalilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/2230068968407046450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/2230068968407046450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/pesantren-kembalilah.html' title='Pesantren, kembalilah!'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Wo4SMbqAqMc/SuCo9LvXdnI/AAAAAAAAAL0/7iKAPFh6axo/s72-c/an%2Barab%2BJesus%2Bwearing%2Bhead%2Bcover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6299824734049700914</id><published>2010-05-19T03:00:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:31:29.169-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Untaian nasehat Abu Ishaq Al Elbery</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:tueY4CJO3V3QFM:http://patomi.files.wordpress.com/2009/03/jam-gj.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:tueY4CJO3V3QFM:http://patomi.files.wordpress.com/2009/03/jam-gj.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;تفت فؤادك الأيام فتا * * * وتنحت جسمك الساعات نحتا&lt;br /&gt;وتدعوك المنون دعاء صدق * * * ألا يا صاح أنت أريد أنتا&lt;br /&gt;أراك تحب عرسا ذات خدر * * * أبتَّ طلاقها الأكياس بتا&lt;br /&gt;تنام الدهر ويحك في غطيط * * * بها حتى إذا مت انتبهتا&lt;br /&gt;فكم ذا أنت مخدوع وحت * * * متى لا ترعوي عنها وحتى&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;أبا بكر دعوتك لو أجبتا * * * إلى ما فيه حظك لو عقلتا&lt;br /&gt;إلى علم تكون به إماما * * * مطاعاً إن نهيت وإن أمرتا&lt;br /&gt;ويجلو ما بعينك من غشاها * * * ويهديك الطرق إذا ضللتا&lt;br /&gt;وتحمل منه في ناديك تاجا * * * ويكسوك الجمال إذا عريتا&lt;br /&gt;ينالك نفعه ما دمت حيا * * * ويبقى ذكره لك إن ذهبتا&lt;br /&gt;هو العضب المهند ليس ينبو * * * تصيب به مقاتل من أردتا&lt;br /&gt;وكنز لا تخاف عليه لصا * * * خفيف الحمل يوجد حيث كنتا&lt;br /&gt;يزيد بكثرة الإنفاق منه * * * وينقص إن به كفا شددتا&lt;br /&gt;فلو قد ذقت من حلواه طعما * * * لآثرت التعلم واجتهدتا&lt;br /&gt;ولم يشغلك عنه هوى مطاعٌ * * * ولا دنيا بزخرفها فُتنتا&lt;br /&gt;ولا ألهاك عنه أنيق روضٍ * * * ولا دنيا بزينتها كلفتا&lt;br /&gt;فقوت الروح أرواح المعاني * * * وليس بأن طعمت ولا شربتا&lt;br /&gt;فواظبه وخذ بالجد فيه * * * فإن أعطاكه الله انتفعتا&lt;br /&gt;وإن أعطيت فيه طويل باعٍ * * * وقال الناس إنك قد علمتا&lt;br /&gt;فلا تأمن سؤال الله عنه * * * بتوبيخ : علمتَ فما عملتا&lt;br /&gt;فرأس العلم تقوى الله حقا * * * وليس بأن يقال لقد رأستا&lt;br /&gt;وأفضل ثوبك الإحسان لكن * * * نرى ثوب الإساءة قد لبستا&lt;br /&gt;إذا ما لم يفدك العلم خيرا * * * فخير منه أن لو قد جهلتا&lt;br /&gt;وإن ألقاك فهمك في مهاوٍ * * * فليتك ثم ليتك ما فهمتا&lt;br /&gt;ستجني من ثمار العجز جهلا * * * وتصغر في العيون إذا كبرتا&lt;br /&gt;وتُفقد إن جهلت وأنت باق * * * وتوجد إن علمت ولو فُقدتا&lt;br /&gt;وتذكر قولتي لك بعد حين * * * إذا حقا بها يوما عملتا&lt;br /&gt;وإن أهملتها ونبذت نصحا * * * وملت إلى حطام قد جمعتا&lt;br /&gt;فسوف تعض من ندم عليها * * * وما تغني الندامة إن ندمتا&lt;br /&gt;إذا أبصرت صحبك في سماء * * * قد ارتفعوا عليك وقد سفلتا &lt;br /&gt;فراجعها ودع عنك الهوينى * * * فما بالبطء تدرك ما طلبتا &lt;br /&gt;ولا تختَل بمالك والهُ عنه * * * فليس المال إلا ما علمتا&lt;br /&gt;وليس لجاهل في الناس مغن * * * ولو مُلك العراق له تأتا&lt;br /&gt;سينطق عنك علمك في ملاءٍ * * * ويكتب عنك يوما إن كتمتا&lt;br /&gt;وما يغنيك تشييد المباني * * * إذا بالجهل نفسك قد هدمتا&lt;br /&gt;جعلت المال فوق العلم جهلا * * *لعمرك في القضية ما عدلتا&lt;br /&gt;وبينهما بنص الوحي بون * * * ستعلمه إذا طه قرأتا&lt;br /&gt;لئن رفع الغني لواء مال * * * لأنت لواء علمك قد رفعتا&lt;br /&gt;لئن جلس الغني على الحشايا * * * لأنت على الكواكب قد جلستا&lt;br /&gt;وإن ركب الجياد مسومات * * * لأنت مناهج التقوى ركبتا&lt;br /&gt;ومهما افتض أبكار الغواني * * * فكم بكر من الحِكم افتضضتا&lt;br /&gt;وليس يضرك الإقتار شيئا * * * إذا ما أنت ربك قد عرفتا&lt;br /&gt;فماذا عنده لك من جميل * * * إذا بفناء طاعته أنختا&lt;br /&gt;فقابل بالقبول لنصح قولي * * * فإن أعرضت عنه فقد خسرتا&lt;br /&gt;وإن راعيته قولا وفعلا * * * وتاجرت الإله به ربحتا&lt;br /&gt;فليست هذه الدنيا بشيءٍ * * * تسوؤك حقبة وتسر وقتا&lt;br /&gt;وغايتها إذا فكرت فيها * * * كفيئك أو كحلمك إذ حلُمتا&lt;br /&gt;سجنتَ بها وأنت لها محب * * * فكيف تحب ما فيه سجنتا&lt;br /&gt;وتطعمك الطعام وعن قريب* * * ستطعم منك ما فيها طعمتا&lt;br /&gt;وتعرى إن لبست بها ثيابا * * * وتكسى إن ملابسها خلعتا&lt;br /&gt;وتشهد كل يوم دفن خل * * * كأنك لا تراد لما شهدتا&lt;br /&gt;ولم تخلق لتعمرها ولكن * * * لتعبرها فجد لما خلقتا&lt;br /&gt;وإن هدمت فزدها أنت هدما * * * وحصن أمر دينك ما استطعتا&lt;br /&gt;ولا تحزن على ما فات منها * * * إذا ما أنت في أخراك فزتا&lt;br /&gt;فليس بنافع ما نلت منها * * * من الفاني إذا الباقي حرمتا&lt;br /&gt;ولا تضحك مع السفهاء يوما * * * فإنك سوف تبكي إن ضحكتا&lt;br /&gt;ومن لك بالسرور وأنت رهن * * * وما تدري أتُفدى أم غللتا&lt;br /&gt;وسل من ربك التوفيق فيها * * * وأخلص في السؤال إذا سألتا&lt;br /&gt;وناد إذا سجدت له اعترافا * * * بما نادا ذو النون ابن متى&lt;br /&gt;ولازم بابه قرعا عساه * * * سيفتح بابه لك إن قرعتا&lt;br /&gt;وأكثر ذكره في الأرض دأبا * * * لتُذكر في السماء إذا ذكرتا&lt;br /&gt;ولا تقل الصبا فيه امتهال * * * ونكر كم صغير قد دفنتا&lt;br /&gt;وقل يا ناصحي بل أنت أولى * * * بنصحك لو لفعلك قد نظرتا&lt;br /&gt;تقطعني على التفريط لوما * * * وبالتفريط دهرك قد قطعتا&lt;br /&gt;وفي صغري تخوفني المنايا * * * وما تدري بحالك حيث شختا&lt;br /&gt;وكنت مع الصبا أهدى سبيلا * * * فما لك بعد شيبك قد نكثتا&lt;br /&gt;وها أنا لم أخض بحر الخطايا * * * كما قد خضته حتى غرقتا&lt;br /&gt;ولم أشرب حُميا أم دفرٍ * * * وأنت شربتها حتى سكرتا&lt;br /&gt;ولم أنشأ بعصر فيه نفع * * * وأنت نشأت فيه وما انتفعتا&lt;br /&gt;ولم أحلل بواد فيه ظلم * * * وأنت حللت فيه وانتهكتا&lt;br /&gt;لقد صاحبتَ أعلاما كبارا * * * ولم أرك اقتديت بمن صحبتا&lt;br /&gt;وناداك الكتاب فلم تجبه * * * ونبهك المشيب فما انتبهتا&lt;br /&gt;ويقبح بالفتى فعل التصابي * * * وأقبح منه شيخ قد تفتا&lt;br /&gt;ونفسك ذم لا تذمم سواها * * * لعيب فهي أجدر من ذممتا&lt;br /&gt;وأنت أحق بالتفنيد من * * * ولو كنت اللبيب لما نطقتا&lt;br /&gt;ولو بكت الدما عيناك خوفا * * * لذنبك لم أقل لك قد أمنتا&lt;br /&gt;ومن لك بالأمان وأنت عبد * * * أُمرت فما ائتمرت ولا أطعتا&lt;br /&gt;ثقلت من الذنوب ولست تخشى * * * لجهلك أن تخف إذا وزنتا&lt;br /&gt;وتشفق للمصر على المعاصي * * * وترحمه ونفسك ما رحمتا&lt;br /&gt;رجعت القهقرى وخبطت عشوى * * * لعمرك لو وصلت لما رجعتا&lt;br /&gt;ولو وافيت ربك دون ذنب * * * ونوقشت الحساب إذاً هلكتا&lt;br /&gt;ولم يظلمك في عمل ولكن * * * عسير أن تقوم بما حملتا&lt;br /&gt;ولو قد جئت يوم الحشر فردا * * * وأبصرت المنازل فيه شتى&lt;br /&gt;لأعظمت الندامة فيه لهفا * * * على ما في حيتك قد أضعتا&lt;br /&gt;تفر من الهجير وتتقيه * * * فهلا من جهنم قد فررتا&lt;br /&gt;ولست تطيق أهونها عذابا * * * ولو كنت الحديد به لذبتا&lt;br /&gt;ولا تنكر فإن الأمر جد * * * وليس كما حسبت ولا ظننتا&lt;br /&gt;أبا بكر كشفت أقل عيبي * * * وأكثره ومعظمه سترتا&lt;br /&gt;فقل ما شئت في من المخازي * * * وضاعفها فإنك قد صدقتا&lt;br /&gt;ومهما عبتني فلفرط علمي * * * بباطنه كأنك قد مدحتا&lt;br /&gt;فلا ترض المعايب فهو عار * * * عظيم يورث المحبوب مقتا &lt;br /&gt;وتهوي بالوجيه من الثريا * * * ويبدله مكان الفوق تحتا&lt;br /&gt;كما الطاعات تبلك الدراري * * * وتجعلك القريب وإن بعدتا&lt;br /&gt;وتنشر عنك في الدنيا جميلا * * * وتلقى البر فيها حيث شئتا&lt;br /&gt;وتمشي في مناكبها عزيزا * * * وتجني الحمد فيما قد غرستا&lt;br /&gt;وأنت ان لم تُعرف بعيبٍ* * * ولا دنست ثوبك مذ نشأتا&lt;br /&gt;ولا سابقت في ميدان زورٍ * * * ولا أوضعتَ فيه ولا خببتا&lt;br /&gt;فإن لم تنأ عنه نشبت فيه * * * ومن لك بالخلاص إذا نشبتا&lt;br /&gt;تدنس ما تطهر منك حتى * * * كأنك قبل ذلك ما طهرتا&lt;br /&gt;وصرت أسير ذنبك في وثاق * * * وكيف لك الفكاك وقد أُسرتا&lt;br /&gt;فخف أبناء جنسك واخش منهم * * * كما تخشى الضراغم والسبنتا&lt;br /&gt;السَّبَنتَا : النمر&lt;br /&gt;وخالطهم وزايلهم حِذارا * * * وكن كالسامري إذا لُمستا&lt;br /&gt;وإن جهلوا عليك فقل سلام * * * لعلك سوف تسلم إن فعلتا&lt;br /&gt;ومن لك بالسلامة في زمان * * * تنال العصم إلا إن عصمتا&lt;br /&gt;ولا تلبث بحي فيه ضيمٌ * * * يميت القلب إلا إن كُبلتا&lt;br /&gt;وغرب فالتغرب فيه خير * * *وشرق إن بريقك قد شرقتا&lt;br /&gt;فليس الزهد في الدنيا خمولا * * * لأنت بها الأمير إذا زهدتا&lt;br /&gt;ولو فوق الأمير تكون فيها * * * سموا وارتفاعا كنت أنتا&lt;br /&gt;فإن فارقتها وخرجت منها * * * إلى دار السلام فقد سلمتا&lt;br /&gt;وإن أكرمتها ونظرت فيها * * * لإكرام فنفسك قد أهنتا&lt;br /&gt;جمعتُ لك النصائح فامتثلها * * * حياتك فهي أفضل ما امتثلتا&lt;br /&gt;وطولتُ العتاب وزدت فيه * * * لأنك في البطالة قد أطلتا&lt;br /&gt;ولا يغررك تقصيري وسهوي * * * وخذ بوصيتي لك إن رشدتا&lt;br /&gt;وقد أردفتها تسعا حسانا * * * وكانت قبل ذا مائة وستا&lt;br /&gt;وصلى على تمام الرسل ربي * * * وعترته الكريمة ما ذكرتا&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Hari-hari senantiasa menggilasmu&lt;br /&gt;Dan waktu akan selalu memahat tubuhmu&lt;br /&gt;Kematian pun memanggil&lt;br /&gt;“Wahai sahabatku, aku menginginkan dirimu”&lt;br /&gt;Aku melihatmu mencintai seorang wanita&lt;br /&gt;Padahal orang cendikia ingin sekali menceraikannya&lt;br /&gt;Akankah engkau tidur dalam dengkuran sepanjang waktu&lt;br /&gt;Hingga terbangun ketika mati menjemputmu?!&lt;br /&gt;Untuk kesekian kali engkau tertipu &lt;br /&gt;Entah sampai kapan engkau akan tertipu...&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Abu Bakr Anakku...&lt;br /&gt;Aku akan mengajakmu bila kau mau&lt;br /&gt;Ke tempat kemenanganmu jika kau sadari itu&lt;br /&gt;“Ilmu “&lt;br /&gt;Dengannya engkau akan menjadi yang terdepan&lt;br /&gt;Akan ditaati ketika memerintah dan melarang&lt;br /&gt;Pandangan matamu akan bening dan terang&lt;br /&gt;Menunjukkan kebenaran saat engkau tersesat jalan&lt;br /&gt;Ilmu adalah mahkota yang engkau kenakan &lt;br /&gt;Ilmu adalah gaun keindahan yang kau jadikan pakaian&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Manfaatnya akan menghampirimu selama kau hidup&lt;br /&gt;Akan menjadi sebutanmu jika kau mati&lt;br /&gt;Ilmu adalah pedang&lt;br /&gt;Yang akan mengenai siapapun yang kau inginkan&lt;br /&gt;Ilmu adalah hartamu yang tidak akan dicuri&lt;br /&gt;Ringan dibawa, ada di manapun kau berada&lt;br /&gt;Akan bertambah tatkala kau berikan&lt;br /&gt;Dan akan berkurang jika kau simpan&lt;br /&gt;Jika kau telah rasakan manisnya&lt;br /&gt;Niscaya kau akan terus belajar dengan benar&lt;br /&gt;Jangan kau sibukkan dirimu dengan mengikuti hawa nafsu&lt;br /&gt;Jangan cintai dunia dan perhiasannya karena kau akan terpedaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6299824734049700914?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6299824734049700914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/untaian-nasehat-abu-ishaq-al-elbery.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6299824734049700914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6299824734049700914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/untaian-nasehat-abu-ishaq-al-elbery.html' title='Untaian nasehat Abu Ishaq Al Elbery'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-7295547573614940604</id><published>2010-05-19T00:09:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:31:54.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Simbol Ittiba'</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UVxaEnfQqQE/S7yJwcF6ddI/AAAAAAAAADI/BFpKB2FNC0o/s1600/drop_ki-mizu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_UVxaEnfQqQE/S7yJwcF6ddI/AAAAAAAAADI/BFpKB2FNC0o/s200/drop_ki-mizu.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;Abdullah bin Umar bin Khattab (bahasa Arab: عبد الله بن عمربن الخطاب) atau sering disebut Abdullah bin Umar atau Ibnu Umar saja (lahir 612 - wafat 693/696 atau 72/73 H) adalah seorang sahabat Nabi dan merupakan periwayat hadits yang terkenal. Ia adalah anak dari Umar bin Khattab, salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin yang kedua.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Biografi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;Ibnu Umar masuk Islam bersama ayahnya saat ia masih kecil, dan ikut hijrah ke Madinah bersama ayahnya. Pada usia 13 tahun ia ingin menyertai ayahnya dalam Perang Badar, namun Rasulullah menolaknya. Perang pertama yang diikutinya adalah Perang Khandaq. Ia ikut berperang bersama Ja'far bin Abu Thalib dalam Perang Mu'tah, dan turut pula dalam pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Setelah Nabi Muhammad meninggal, ia ikut dalam Perang Yarmuk dan dalam penaklukan Mesir serta daerah lainnya di Afrika.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;Khalifah Utsman bin Affan pernah menawari Ibnu Umar untuk menjabat sebagai hakim, tapi ia tidak mau menerimanya. Setelah Utsman terbunuh, sebagian kaum muslimin pernah berupaya membai'atnya menjadi khalifah, tapi ia juga menolaknya. Ia tidak ikut campur dalam pertentangan antara Ali bin Abi Thalib dan Muawiyah bin Abu Sufyan. Ia cenderung menjauhi dunia politik, meskipun ia sempat terlibat konflik dengan Abdullah bin Zubair yang pada saat itu telah menjadi penguasa Makkah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Periwayat hadits&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;Ibnu Umar adalah seorang yang meriwayatkan hadist terbanyak kedua setelah Abu Hurairah, yaitu sebanyak 2.630 hadits, karena ia selalu mengikuti kemana Rasulullah pergi. Bahkan Aisyah istri Rasulullah pernah memujinya dan berkata :"Tak seorang pun mengikuti jejak langkah Rasulullah di tempat-tempat pemberhentiannya, seperti yang telah dilakukan Ibnu Umar". Ia bersikap sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadist Nabi. Demikian pula dalam mengeluarkan fatwa, ia senantiasa mengikuti tradisi dan sunnah Rasulullah, karenanya ia tidak mau melakukan ijtihad. Biasanya ia memberi fatwa pada musim haji, atau pada kesempatan lainnya. Diantara para Tabi'in, yang paling banyak meriwayatkan darinya ialah Salim dan hamba sahayanya, Nafi'.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Pujian dari Sahabat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;Kesalehan Ibnu Umar sering mendapatkan pujian dari kalangan sahabat Nabi dan kaum muslimin lainnya. Jabir bin Abdullah berkata: " Tidak ada di antara kami disenangi oleh dunia dan dunia senang kepadanya, kecuali Umar dan putranya Abdullah." Abu Salamah bin Abdurrahman mengatakan: "Ibnu Umar meninggal dan keutamaannya sama seperti Umar. Umar hidup pada masa banyak orang yang sebanding dengan dia, sementara Ibnu Umar hidup di masa yang tidak ada seorang pun yang sebanding dengan dia".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #660000; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: small;"&gt;Ibnu Umar adalah seorang pedagang sukses dan kaya raya, tetapi juga banyak berderma. Ia hidup sampai 60 tahun setelah wafatnya Rasulullah. Ia kehilangan pengelihatannya di masa tuanya. Ia wafat dalam usia lebih dari 80 tahun, dan merupakan salah satu sahabat yang paling akhir yang meninggal di kota Makkah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-7295547573614940604?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/7295547573614940604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/simbol-ittiba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7295547573614940604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7295547573614940604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/simbol-ittiba.html' title='Simbol Ittiba&apos;'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UVxaEnfQqQE/S7yJwcF6ddI/AAAAAAAAADI/BFpKB2FNC0o/s72-c/drop_ki-mizu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-5467456585663768950</id><published>2010-05-18T02:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T02:31:59.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Murid Pertama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_gsh40XSdjTs/SXRRSUZ7P3I/AAAAAAAAAAU/MB8cNmx8gKI/s1600/pohon%2Bkurma.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_gsh40XSdjTs/SXRRSUZ7P3I/AAAAAAAAAAU/MB8cNmx8gKI/s320/pohon%2Bkurma.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Abu Bakar Ash-Shiddiq&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Abu Bakar  Ash-Shiddiq yang sebenarnya adalah Abdullah bin Usman bin Amir bin Amru  bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai bin Ghalib  bin Fihr Al-Qurasy At-Taimi. &lt;br /&gt;Ibunya adalah Ummu Al-Khair Salma  binti Shakhr bin Amir bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim. Ayah dan ibunya  berasal dari kabilah Bani Taim. Ayahnya diberi kunyah (sebutan  panggilan) Abu Quhafah. Pada masa jahiliyah, Abu Bakar diberi gelar  “Atiq”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jasa Abu Bakar di dalam Mengumpulkan Al-Qur’an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahun 12 H., Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit agar mengumpulkan  Al-Qur’an dari berbagai tempat penulisan, baik yang ditulis di  kulit-kulit, dedaunan, maupun dari hafalan yang tersimpan dalam dada  kaum muslimin.  Peristiwa itu terjadi setelah para Qari’ penghafal  Al-Qur’an banyak yang terbunuh dalam peperangan Yamamah. Zaid bin Tsabit  pernah berkata, “Abu Bakar mengirim surat kepadaku tentang orang-orang  yang terbunuh di perang Yamamah. Pada saat aku mendatanginya, aku  melihat Umar bin Khathab berada disampingnya. Abu bakar lalu berkata,  ‘Umar mendatangiku dan berkata, ‘Sesungguhnya banyak Qari’ penghafal  Al-Qur’an yang telah gugur dalam peperangan Yamamah. Aku takut jika para  Qari’ yang masih hidup, lalu di kamudian hari terbunuh dalam  peperangan, akan mengakibatkan hilangnya sebagaian besar dari ayat  Al-Qur’an. Menurut pendapatku, engkau harus menginstruksikan agar segera  mengumpulkan dan membukukan Al-Qur’an.’ &lt;br /&gt;Aku (Abu Bakar) bertanya  kepada Umar, ‘Bagaimana aku melakukan sesuatu yang tidak pernah  dilakukan Rasulullah?’ Umar menjawab, “Demi Allah, ini adalah  kebaikan!’” Dan Umar terus menuntut Abu Bakar hingga Allah melapangkan  dadanya untuk segera melaksanakannya, akhirnya Abu Bakar pun setuju  dengan pendapat Umar.&lt;br /&gt;Zaid bin Tsabit berkata, “Kemudian Abu Bakar  berkata kepadaku, ‘Engkau adalah seorang pemuda yang jenius, berakal,  dan penuh amanah. Selain itu, engkau pun telah terbiasa menulis wahyu  untuk Rasulullah, maka carilah seluruh ayat Al-Qur’an yang berserakan  dan kumpulkanlah.’” Lalu, Zaid berkata pada dirinya sendiri, “Demi  Allah, jika mereka memerintahkan aku untuk memikul gunung, tentulah  lebih ringan bagiku daripada melaksanakan perintah Abu Bakar untuk  mengumpulkan Al-Qur’an.” Kemudian Zaid bin Tsabit pun mulai mengumpulkan  tulisan-tulisan Al-Qur’an yang tertulis di daun-daunan, kulit, maupun  dari hafalan para penghafal Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedermawanan Abu  Bakar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Umar Bin  Khathab, dia berkata, “Rasulullah menyuruh kami untuk mengeluarkan  sedekah. Kebetulan saat itu aku sedang mamiliki harta. Lalu aku katakan,  ‘Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar dimana aku tidak pernah  mengalahkan Abu Bakar sebelum ini. Aku datang kepada Rasulullah untuk  menginfakkan sebagian dari harta milikku.’ Rasulullah bertanya kepadaku,  ‘Lalu apa yang kamu sisakan untuk keluargamu?’ Aku katakan kepada  Rasulullah bahwa aku meninggalkan (untuk keluargaku) seperti apa yang  aku infakkan (masih tersisa setengah harta untuk keluargaku red-)  Kemudian Abu Bakar datang kepada Rasulullah dengan menginfakkan seluruh  hartanya. Rasulullah menanyakan padanya, ‘Lalu apa yang engkau sisakan  untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Aku menyisakan untuk mereka  Allah dan Rasulullah.’ Aku (Umar) berkata setelah itu bahwa aku tidak  mungkin untuk mengalahkannya dalam segala hal untuk selamanya.” (HR. Abu  Daud, Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kecerdasan Abu Bakar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu  Umar pernah ditanya, “Siapa yang memberikan fatwa di zaman Rasulullah?”  Dia berkata, “Abu Bakar dan Umar. Aku tidak tahu orang lain selain  mereka berdua.” Pada suatu saat, Rasulullah &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi  wasallam&lt;/i&gt; berkhutbah dihadapan para sahabat, lalu beliau bersabda, &lt;i&gt;“Sesungguhnya  Allah Yang Mahaagung telah memberikan pilihan kepada seorang hamba  antara dunia dan akhirat. Lalu, hamba itu memilih apa yang ada di sisi  Allah.” &lt;/i&gt;Ketika mendengar hal itu, Abu Bakar menangis lalu berkata,  “Kami menjadikan anak-anak dan ibu-ibu kami sebagai jaminan.” Kami (para  sahabat red-) merasa aneh dengan tangisannya yang spontan tatkala  Rasulullah memberitahukan tentang seorang hamba yang diberi dua pilihan.  Rasulullah adalah orang yang diberi pilihan itu, sedangkan Abu Bakar  adalah orang yang pandai di antara kami. Rasulullah kemudian bersabda, &lt;i&gt;“Sesungguhnya  orang yang paling setia dalam persahabatannya denganku dan dalam  hartanya, adalah Abu Bakar. Andaikata aku mengambil seseorang mejadi  kekasih selalin Tuhanku, niscaya aku akan jadikan Abu Bakar sebagai  kekasih. Namun aku menjadikan dia sebagai saudara seagama yang penuh  cinta.”&lt;/i&gt; (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;Ibnu Katsir berkata, “Abu Bakar  adalah sahabat yang paling baik bacaannya─yakni dialah yang paling  mengerti tentang Al-Qur’an. Oleh karena itu, Rasulullah menjadikannya  sebagai imam shalat para sahabat.” Selain paham Al-Qur’an, Abu Bakar  merupakan orang yang paling paham sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Abu bakar  Merupakan Sahabat yang Paling Utama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari  meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Kami diperintahkan  memilih orang-orang (yang paling utama) di zaman Rasulullah, lalu kami  memilih Abu Bakar, lalu Umar, kemudian Utsman.” &lt;br /&gt;Diriwayatkan dari  Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, dia berkata, “Aku menanyakan pada  ayahku, siapa manusia yang paling baik setelah Rasulullah?” Beliau  menjawab, “Abu Bakar.” Kemudian aku tanyakan lagi, “Siapa setelahnya?”  Beliau menjawab, “Umar.” Dan aku takut jika dia menyebut Utsman  setelahnya. Maka kukatakan, “Setelah itu pasti Anda.” Namun beliau  menjawab, “Aku hanyalah salah seorang dari kaum muslimin.” (HR.  Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengangkatannya Sebagai Khalifah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Waqidi  meriwayatkan dari Aisyah, “Sesungguhnya Abu Bakar di ba’iat pada saat  Rasulullah wafat, pada hari Senin tanggal dua belas Rabiul Awwal sebelas  Hiriyah.”&lt;br /&gt;Az-Zuhri berkata, “Diriwayatkan dari Anas bin Malik,  dia berkata, ‘Aku mendengar Umar berkata pada hari itu (hari wafatnya  Rasulullah) kepada Abu Bakar, ‘Naiklah ke atas mimbar,’ maka ia (Umar)  pun terus menuntut hingga Abu Bakar naik ke atas mimbar dan di ba’iat  oleh seluruh kaum muslimin.’”&lt;br /&gt;Terlihat dengan jelas bahwa para  sahabat dari kalangan Muhajirin maupun Anshar telah sepakat untuk  mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wafatnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu  Bakar wafat pada hari Senin di malam hari. Ada pula yang mengatakan  bahwa Abu Bakar wafat setelah maghrib (malam selasa) dan dikuburkan pada  malam itu juga, yaitu tepatnya delapan hari sebelum berakhirnya bulan  Jumadil Akhir 13 Hijriyah. Sebelum meninggal, Abu Bakar sakit selama  lima belas hari. Pada saat sakit, Abu Bakar mewasiatkan agar tampuk  pemerintahan kelak diberikan kepada Umar bin Khathab.&lt;br /&gt;Abu Bakar  memimpin sebagai khalifah selama dua tahun tiga bulan. Beliau wafat pada  umar 63 tahun. Di antara wasiat Abu Bakar kepada Aisyah, “Aku tidak  meninggalkan harta untuk kalian kecuali hewan yang sedang hamil, serta  budak yang selalu membantu kita membuat pedang kaum muslimin. Oleh  karena itu, jika aku wafat, tolong berikan seluruhnya kepada Umar.”  Ketika Aisyah menunaikan wasiat itu kepada Umar, maka Umar berkata,  “Semoga Allah merahmati Abu Bakar. Sesungguhnya dia telah membuat  kesulitan (untuk mengikutinya) bagi orang-orang yang menjadi khalifah  setelahnya.”&lt;br /&gt;Beliau dimakamkan berdampingan dengan makam  Rasulullah yang terletak di kamar Aisyah. Beliau pun di shalatkan oleh  Umar bin Khathab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-5467456585663768950?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/5467456585663768950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/murid-pertama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5467456585663768950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5467456585663768950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/murid-pertama.html' title='Murid Pertama'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gsh40XSdjTs/SXRRSUZ7P3I/AAAAAAAAAAU/MB8cNmx8gKI/s72-c/pohon%2Bkurma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6764662543053343257</id><published>2010-05-17T15:52:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:32:55.921-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Guru Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:lzEzIt_FKPBSJM:http://tsdipura.files.wordpress.com/2009/03/al-quran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:lzEzIt_FKPBSJM:http://tsdipura.files.wordpress.com/2009/03/al-quran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke rumah Arqam, Abdullah bin Mas’ud telah beriman kepadanya dan merupakan orang keenam yang masuk Islam dan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian ia termasuk golongan yang mula pertama masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-213"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertemuannya yang mula-mula dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu diceritakannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;“Ketika itu saya masih remaja, menggembalakan kambing kepunyaan Uqbah bin Mu’aith. Tiba-tiba datang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersama Abu Bahar radhiyallahu ‘anhu, dan bertanya: “Hai nak, apakah kamu punya susu untuk minuman kami’: “Aku orang kepercayaan” ujarku’: “dan tak dapat memberi anda berdua minuman …!”&lt;br /&gt;maka sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apakah kamu punya kambing betina mandul, yang belum dikawini oleh salah seekor jantan”? ada : ujarku. Lalu saya bawa ia kepada mereka. Kambing itu diikat kakinya oleh Nabi lalu disapu susunya sambil memohon kepada Allah. Tiba-tiba susu itu berair banyak …. Kemudian Abu Bahar mengambilkan sebuah batu cembung yang digunakan Nabi untuk menampung perahan susu. Lalu Abu Bakar pun minum, dan saya pun tidak ketinggalan …. Setelah itu Nabi menitahhan kepada susu: “Kempislah!’: maka susu itu menjadi kempis….&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu saya datang menjumpai Nabi, kataku: “Ajarkanlah kepadaku kata-kata tersebutl”&lt;br /&gt;Ujar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Engkau akan menjadi seorang anak yang terpelajar!”&lt;br /&gt;Alangkah heran dan ta’jubnya Ibnu Mas’ud ketika menyaksikan seorang hamba Allah yang shalih dan utusan-Nya yang dipercaya memohon kepada Tuhannya sambil menyapu susu hewan yang belum pernah berair selama ini, tiba-tiba mengeluarkan karunia dan rizqi dari Allah berupa air susu murni yang enak untuk diminum …!&lt;br /&gt;Pada saat itu belum disadarinya bahwa peristiwa yang disaksikannya itu hanyalah merupakan mu’jizat paling enteng dan tidak begitu berarti, dan bahwa tidak berapa lama iagi dari Rasulullah yang mulia ini akan disaksikannya mu’jizat yang akan menggoncangkan dunia dan memenuhinya dengan petunjuk serta cahaya ….&lt;br /&gt;Bahkan pada saat itu juga belum diketahuinya, bahwa dirinya sendiri yang ketika itu masih seorang remaja yang lemah lagi miskin, yang menerima upah sebagai penggembala kambing milik ‘Uqbah bin Mu’aith, akan muncul sebagai salah satu dari mu’jizat ini, yang setelah ditempa oleh Islam menjadi seorang beriman, akan mengalahkan kesombongan orang-orang Quraisy dan menaklukkan kesewenangan para pemukanya….&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Maka ia, yang selama ini tidak berani lewat di hadapan salah seorang pembesar Quraisy kecuali dengan menjingkatkan kaki dan menundukkan kepala, di kemudian hari setelah masuk Islam, ia tampil di depan majlis para bangsawan di sisi Ka’bah, sementara semua pemimpin dan pemuka Quraisy duduk berkumpul, lain berdiri di hadapan mereka dan mengumandangkan suaranya yang merdu dan membangkitkan minat, berisikan wahyu ilahi al-Quranul Karim:&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim ….&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Rahman ….&lt;br /&gt;Yang telah mengajarkan al-Quran ….&lt;br /&gt;Menciptakan insan ….&lt;br /&gt;Dan menyampaikan padanya penjelasan ….&lt;br /&gt;Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan ….&lt;br /&gt;Sedang bintang dan kayu-kayuan sama sujud kepada Tuhan….&lt;br /&gt;Lain dilanjutkannya bacaannya, sementara pemuka-pemuka Quraisy sama terpesona, tidak percaya akan pandangan mata dan pendengaran telinga mereka …. dan tak tergambar dalam fikiran mereka bahwa orang yang menantang kekuasaan dan kesombongan mereka …, tidak lebih dari seorang upahan di antara mereka, dan penggembala kambing dari salah seorang bangsawan Quraisy …. yaitu Abdullah bin Mas’ud, seorang miskin yang hina dina …. !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita dengar keterangan dari saksi mata melukiskan peristiwa yang amat menarik dan menakjubkan itu! Orang itu tiada lain dari Zubair radhiyallah ‘anhu katanya:&lt;br /&gt;“Yang mula-mula menderas al-quran di Mekah setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ialah Abdullah bin Mas'ud radhiyallah ‘anhu . Pada suatu hari para shahabat Rasulullah berkumpul, kata mereka:&lt;br /&gt;“Demi Allah orang-orang Quraisy belum lagi mendengar sedikit pun al-quran ini dibaca dengan suara keras di hadapan mereka….&lt;br /&gt;Nah, siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka ….”&lt;br /&gt;Maha kata Ibnu Mas’ud: “Saya “.&lt;br /&gt;Kata mereka: “Kami Khawatir akan keselamatan dirimu!&lt;br /&gt;Yang kami inginkan ialah seorang laki-laki yang mempunyai kerabat yang akan mempertahankannya dari orang-orang itu jika mereka bermaksud jahat ….’:&lt;br /&gt;“Biarkanlah saya!” kata Ibnu Mas’ud pula, “Allah pasti membela Maka datanglah Ibnu Mas’ud kepada kaum Quraisy di waktu dluha, yakni ketika mereka sedang berada di balai pertemuannya….&lt;br /&gt;la berdiri di panggung lalu membaca: Bismillahirrahmaanirrahim, dan dengan mengeraskan suaranya: Arrahman Allamal Quran ….&lt;br /&gt;Lalu sambil menghadap kepada mereka diteruskanlah bacaannya. Mereka memperhatikannya sambil bertanya sesamanya:&lt;br /&gt;“Apa yang dibaca oleh anak si Ummu ‘Abdin itu … .&lt;br /&gt;Sungguh, yang dibacanya itu ialah yang dibaca oleh Muhammad”&lt;br /&gt;Mereka bangkit mendatangi dan memukulinya, sedang Ibnu Mas’ud meneruskan bacaannya sampai batas yang dihehendaki Allah. Setelah itu dengan muka dan tubuh yang babak-belur ia kembali hepada para shahabat. Kata mereka:&lt;br /&gt;“Inilah yang kami khawatirkan terhadap dirimu ….!”&lt;br /&gt;Ujar Ibnu Mas’ud “Sekarang ini tak ada yang lebih mudah bagimu dari menghadapi musuh-musuh Allah itu! Dan seandainya tuan-tuan menghendaki, saya akan mendatangi mereka lagi dan berbuat hal yang sama esok hari ”&lt;br /&gt;Ujar mereha: “Cukuplah demikian! Kamu telah membacakan kepada mereka barang yang menjadi tabu bagi mereka!”&lt;br /&gt;Benar, pada saat Ibnu Mas’ud tercengang melihat susu kambing tiba-tiba berair sebelum waktunya, belum menyadari bahwa ia bersama kawan-kawan senasib dari golongan miskin tidak berpunya, akan menjadi salah satu mu’jizat besar dari Rasulullah, yakni ketika mereka bangkit memanggul panji-panji Allah dan menguasai dengannya cahaya slang dan sinar matahari. Tidak diketahuinya bahwa saat itu telah dekat …. Kiranya secepat itu hari datang dan lonceng waktu telah berdentang, anak remaja buruh miskin dan terlunta-lunta serta-merta menjadi suatu mu’jizat di antara berbagai mu’jizat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam….!&lt;br /&gt;Dalam kesibukan dan berpacuan hidup, tiadalah ia akan menjadi tumpuan mata ….&lt;br /&gt;Bahkan di daerah yang jauh dari kesibukan pun juga tidak … .! Tak ada tempat baginya di kalangan hartawan, begitu pun di dalam lingkungan ksatria yang gagah perkasa, atau dalam deretan orang-orang yang berpengaruh.&lt;br /&gt;Dalam soal harta, ia tak punya apa-apa, tentang perawakan ia kecil dan kurus, apalagi dalam soal pengaruh, maka derajatnya jauh di bawah ….Tapi sebagai ganti dari kemiskinannya itu, Islam telah memberinya bagian yang melimpah dan perolehan yang cukup dari pebendaharaan Kisra dan simpanan Kaisar. Dan sebagai imbalan dari tubuh yang kurus dan jasmani yang lemah, dianugerahi-Nya kemauan baja yang dapat menundukkan para adikara dan ikut mengambil bagian dalam merubah jalan sejarah. Dan untuk mengimbangi nasibnya yang tersia terlunta-lunta, Islam telah melimpahinya ilmu pengetahuan, kemuliaan serta ketetapan, yang menampilkannya sebagai salah seorang tokoh terkemuka dalam sejarah kemanusiaan ….&lt;br /&gt;Sungguh, tidak meleset kiranya pandangan jauh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mengatakan kepadanya: “Kamu akan menjadi seorang pemuda terpelajar”. Ia telah diberi pelajaran oleh Tuhannya hingga menjadi faqih atau ahli hukum ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dan tulang punggung para huffadh al-Quranul Karim .&lt;br /&gt;Mengenai dirinya ia pernah mengatakan:&lt;br /&gt;“Saya telah menampung 70 surat alquran yang kudengar langsung dari RasululIah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiada seorang pun yang menyaingiku dalam hal ini….”&lt;br /&gt;Dan rupanya Allah swt. memberinya anugerah atas keberaniannya mempertaruhkan nyawa dalam mengumandangkan alQuran secara terang-terangan dan- menyebarluaskannya di segenap pelosok kota Mekah di saat siksaan dan penindasan merajalela, maka dianugerahi-Nya bakat istimewa dalam membawakan bacaan al-Quran dan kemampuan luar biasa dalam memahami arti dan maksudnya.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi wasiat kepada para shahabat agar mengambil Ibnu Mas’ud sebagai teladan, sabdanya:&lt;br /&gt;“Berpegang-teguhlah kepada ilmu yang diberihan oleh Ibnu Ummi ‘Abdin ….!”&lt;br /&gt;Diwasiatkannya pula agar mencontoh bacaannya, dan mempelajari cara membaca al-Quran daripadanya. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang ingin hendak mendengar al-quran tepat seperti diturunhan, hendaklah ia mendengarhannya dari Ibnu Ummi ilbdin …!&lt;br /&gt;Barangsiapa yang ingin hendak membaca al-quran tepat seperti diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi ;Ibdin …!”&lt;br /&gt;Sungguh, telah lama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyenangi bacaan al-Quran dari mulut Ibnu Mas’ud …. Pada suatu hari ia memanggilnya sabdanya:&lt;br /&gt;“Bacakanlah kepadaku, hai Abdullah!”&lt;br /&gt;“Haruskah aku membacakannya pada anda, wahai Rasulullah..?”&lt;br /&gt;Jawab Rasulullah: “Saya ingin mendengarnya dari mulut orang lain”&lt;br /&gt;Maka Ibnu Mas’ud pun membacanya dimulai dari surat an-Nisa hingga sampai pada firman Allah Ta’ala:&lt;br /&gt;Maka betapa jadinya bila Kami jadikan dari setiap ummat itu seorang saksi, sedangkan kamu Kami jadikan sebagai saksi bagi mereka … .!&lt;br /&gt;Ketika orang-orang kafir yang mendurhakai Rasul sama berharap kiranya mereka disamaratakan dengan bumi … .! dan mereka tidah dapat merahasiahan pembicaraan dengan Allah ….!” (QS 4 an-Nisa: 41 — 42)&lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tak dapat manahan tangisnya, air matanya meleleh dan dengan tangannya diisyaratkan kepada Ibnu Mas’ud yang maksudnya: “Cukup …,cukuplah sudah, hai lbnu Mas’ud …!”&lt;br /&gt;Suatu ketika pernah pula Ibnu Mas’ud menyebut-nyebut karunia Allah kepadanya, katanya:&lt;br /&gt;‘”Tidah suatu pun dari al-quran itu yang diturunkan, kecuali aku mengetahui mengenai peristiwa apa diturunkannya.&lt;br /&gt;Dan tidah seorang pun yang lebih mengetahui tentang Kitab Allah daripadaku. Dan sehiranya aku tahu ada seseorang yang dapat dicapai dengan berkendaraan unta dan ia lebih tahu tentang Kitabullah daripadaku, pastilah aku ahan menemuinya. Tetapi aku bukanlah yang terbaih di antaramu!”&lt;br /&gt;Keistimewaan Ibnu Mas’ud ini telah diakui oleh para shahabat. Amirul Mu’minin Umar berkata mengenai dirinya:&lt;br /&gt;“Sungguh ilmunya tentang fiqih berlimpah-Iimpah’:&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Dan berkata Abu Musa al-Asy’ari:&lt;br /&gt;“Jangan tanyakan kepada kami sesuatu masalah, selama kiyai ini berada di antara tuan-tuan.’”&lt;br /&gt;Dan bukan hanya keunggulannya dalam al-Quran dan ilmu fiqih saja yang patut beroleh pujian, tetapi juga keunggulannya dalam keshalihan dan ketaqwaan.&lt;br /&gt;Berkata Hudzaifah tentang dirinya:&lt;br /&gt;“Tidah seorang pun saya lihat yang lebih mirip kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam baik dalam cara hidup, perilaku dan ketenangan jiwanya, daripada Ibnu Mas’ud….&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang dikenal dari shahabat-shahabat Rasulullah sama mengetahui bahwa putera dari Ummi ‘Abdin adalah yang paling dekat kepada Allah ….!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6764662543053343257?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6764662543053343257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/guru-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6764662543053343257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6764662543053343257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/guru-al-quran.html' title='Guru Al Qur&apos;an'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-7429614967580061633</id><published>2010-05-16T18:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T18:28:50.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teladan'/><title type='text'>Wali Murid Teladan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #741b47; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:DYGCTu0yxZ6mYM:http://muslimstory.files.wordpress.com/2009/04/hijab-saman-aghvami.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:DYGCTu0yxZ6mYM:http://muslimstory.files.wordpress.com/2009/04/hijab-saman-aghvami.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #741b47;"&gt;Tersebutlah seorang mujahid bernama Farrukh r.a. membawa harta rampasan  hasil kemenangannya bersama kaum muslimin dari suatu peperangan. Dengan  harta tersebut, ia membangun rumah dekat masjid dan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika istrinya sedang mengandung, datanglah panggilan jihad kepadanya  agar bergabung dengan ekspedisi kaum muslimin menuju Khurasan untuk  berperang di masa pemerintahan Bani Umayyah. Sebelum berangkat, ia  menitipkan uang sejumlah 30.000 dinar kepada sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun berlalu. la tidak pernah mendengar kabar tentang  suaminya sehingga tersiarlah kabar bahwa sang suami tercinta telah gugur  sebagai syuhada di medan perang. Anak yang terlahir dari rahimnya pun  telah beranjak dewasa. Anak lelaki itu bernama Rabi'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=5173494776468305544&amp;amp;postID=7429614967580061633" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Kini, sang ibu bertanggung jawab atas anaknya. la  ingat peninggalan harta suaminya berjumlah 30.000 dinar yang  disimpannya. la pun menggunakan harta itu untuk pendidikan sang buah  hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rabi'ah r.a. mencapai usia balig, sang ibu memanggil dua orang  guru dan dua orang pelatih untuk mendidik anaknya dengan baik. Tidak  memerlukan waktu lama sehingga Rabi'ah r.a. mampu menguasai baca tulis,  menghafal Al-Qur'an, menelaah hadis-hadis Rasulullah saw., dan mengkaji  masalah-masalah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak tumbuh dalam ketaatan kepada Allah SWT dan menghabiskan  waktunya untuk mereguk ilmu sebanyak-banyaknya. Sementara itu, sang ibu  terus-menerus mengeluarkan biaya untuk kedua pengajar dan dua orang  pelatih anaknya tersebut. la mendambakan anaknya tidak hanya menjadi  penuntut ilmu, tetapi juga seorang ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabi'ah r.a. sendiri tidak kenal lelah dalam menuntut ilmu, hingga  seorang gurunya menasihatinya untuk mengasihani dirinya sendiri. Namun,  Rabi'ah r.a. menjawab, "Sesungguhnya ilmu tiada akan memberikan  sebagiannya kepadamu sehingga engkau memberikan seluruh dirimu  kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan tahun berjalan, sang anak telah mencapai tingkatan ulama dan  Farrukh r.a. sang mujahid kembali ke Medinah dengan menunggang kuda  serta memegang tombakditangannya. Sesampainyadirumah,iamembuka pintu  rumah dengan tombaknya, tetapi Rabi'ah r.a. yang belum mengenal ayahnya  segera membentaknya, "Hai musuh Allah! Engkau hendak membobol rumahku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak!" bantah Farrukh r.a., "hai musuh Allah! Jadi, kamu laki-laki  asing yang berani mengganggu istriku?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya pun berkelahi dalam pergumulan yang hebat, kemudian dilerai  oleh orang-orang di sekitarnya. Rabi'ah r.a. menggertak ke arah  laki-laki yang masih asing menurutnya, "Demi Allah, aku tak akan  melepaskanmu sebelum membawamu ke hadapan Sultan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farrukh r.a. menimpali, "Aku takakan melepaskanmu juga dan kau  tertangkap basah ada bersama istriku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, seseorang yang melerai mereka berkata kepada laki-laki mujahid  itu, "Wahai Pak Tua, silakan Anda mencari rumah lainnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang saja Farrukh r.a. tidak terima diperlakukan demikian. Bagaimana  tidak, rumah itu dibelinya dari harta rampasan perang miliknya. Kemudian  ia berseru, "Ini rumahku sendiri! Akulah Farrukh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriakan tersebut terdengar oleh sang istri dari dalam rumah. la pun  bergegas keluar rumah dan menjelaskan persoalannya, "Orang ini adalah  suamiku dan pemuda ini adalah putraku. Suamiku ini meninggalkanku dalam  keadaan mengandung anaknya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kedua laki-laki yang tadinya berseteru berpelukan melepas  rindu selayaknya seorang ayah kepada anaknya, begitu pula sebaliknya  sambil bercucuran air mata. Mereka pun masuk ke dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Farrukh r.a. tenggelam dalam pembicaraan bersama istrinya  tentang sebab musabab terputusnya berita selama ia berjihad. Namun,  pikiran sang istri menerawang jauh memikirkan 30.000 dinar titipan sang  suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta itu telah habis untuk keperluan pendidikan sang anak. la bingung  mempertanggungjawabkannya kepada sang suami karena telah menggunakan  hartanya tanpa seizinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah, hal yang dikhawatirkan terjadi. Tiba-tiba Farrukh r.a.  berkata, "Aku membawa 4.000 dinar. Ambillah uang yang kutitipkan  kepadamu dahulu. Mari kita kumpulkan semua, lalu kita belikan kebun atau  rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri pura-pura tidak mendengar dan mencari kesibukan agar tidak  perlu menjawab pertanyaan suaminya itu. Namun, Farrukh r.a. kembali  menagih, "Ayo, lekaslah, mana uang itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyataazan berkumandangsehingga Ummu Rabi'ah r.a. terbebas sementara  dari tuntutan sang suami yang menghendaki uangnya. la berkata kepada  suaminya, "Ayo, berangkatlah untuk shalat di masjid Rasulullah (Masjid  Nabawi)!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami pun berangkat dan shalat berjemaah di sana. Seusai shalat, ia  melihat sebuah halaqah (kumpulan majelis ilmu) yang dihadiri oleh  tokoh-tokoh Medinah serta kerumunan para jemaah yang duduk mengitarinya.  Farrukh r.a. pun tertarik untuk bergabung dan orang-orang memberi jalan  untuknya sehingga ia bisa melihat syekh yang berada di tengah-tengah  halaqah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, syekh itu menundukkan kepalanya sehingga Farrukh r.a. tidak bisa  mengenalinya dengan jelas. Kemudian ia bertanya kepada orang di  sebelahnya, "Siapakah syekh ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa Anda bukan warga Medinah?" tanya orang tersebut.&lt;br /&gt;"Saya penduduk sini," jawab Farrukh r.a.&lt;br /&gt;"Masihkah ada orang Medinah yang tidak mengenalnya?" kata orang itu  heran.&lt;br /&gt;"Maaf, saya benar-benar tidak tahu karena sejak puluhan tahun yang lalu  saya meninggalkan kota ini. Baru tadi saya kembali," jelas Farrukh r.a.&lt;br /&gt;"Oo, wajar kalau begitu. Syekh itu adalah seorang tokoh tabiin dan ulama  terpandang. Dialah ahli hadisnya kota Medinah. Dia juga seorang ahli  fiqih dan imam panutan kami," ujar orang tersebut.&lt;br /&gt;"Masya Allah, la quwwata illa billah," kata Farrukh kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia juga terkenal sangat dermawan dan bijaksana. Di Medinah tidak ada  orang yang lebih dermawan terhadap kawan dan kerabatnya daripada dia.  Dia hanya mengharap apa yang di sisi Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farrukh r.a. menyela, "Anda belum menyebutkan namanya."&lt;br /&gt;"Namanya adalah Rabi'ah Ar-Ra'yi," jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la melanjutkan, "Nama aslinya Rabi'ah, tetapi para ulama dan pemuka  Medinah biasa memanggilnya Rabi'ah Ar-Ra'yi. Karena setiap kali mereka  menjumpai kesulitan atau merasa tidak jelas tentang suatu nash Al-Qur'an  atau hadis, mereka bertanya kepadanya. Kemudian beliau berijtihad dalam  masalah tersebut dengan menggunakan qiyas apabila tidak menemukan dalil  yang jelas dalam Al-Qur'an dan Hadis, kemudian menyimpulkan hukum bagi  mereka yang memerlukannya secara bijaksana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari nasab mana ia berasal?" tanya Farrukh r.a. kembali.&lt;br /&gt;"Dia adalah Rabi'ah bin Abi Abdirrahman (Abi Abdirrahman adalah nama  lain Farrukh-pen) yang berangkat jihad fl sabHHlah puluhan tahun yang  lalu. Kemudian ibunyalah yang memelihara dan mendidiknya. Tapi, sebelum  shalat tadi, saya mendengar dari orang-orang bahwa ayahnya telah  kembali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berderailah air mata Farrukh r.a. di hadapan orang yang bercerita  tersebut, kemudian ia segera pulang ke rumahnya. Melihat kondisi  demikian, sang istri bertanya kepada suaminya, "Apa yang menimpamu,  wahai Abu Rabi'ah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farrukh r.a bercerita tentang derajat ilmu yang telah dicapai putranya.  Kemudian hal ini pun dimanfaatkan oleh sang istri untuk membeberkan  perihal 30.000 dinar titipan suaminya kepadanya, "Manakah yang lebih  kamu sukai,  uang tiga puluh ribu dinar, ataukah ilmu dan kemuliaan yang  dicapai oleh anakmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farrukh r.a. menjawab pasti, "Demi Allah, derajat itu lebih aku sukai  dan lebih utama bagiku daripada seluruh harta kekayaan di dunia!"&lt;br /&gt;Ummu Rabi'ah r.a. berkata, "Sungguh, seluruh harta yang engkau amanahkan  kepada saya telah saya gunakan untuk biaya pendidikan putra kita.  Apakah engkau rida dengan apa yang saya lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sangat rida. Semoga Allah memberikan sebaik-baik balasan kepadamu,  kepadaku, dan kepada kaum muslimin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan juga bahwa ada lagi seorang ibunda yang memperjuangkan Hmu  bagi anaknya, yaitu ibunda Sufyan Ats-Tsauri r.a. Untuk membiayai  putranya menimba ilmu, ia membuat tenunan dan dijualnya seharga 10  dirham. Sufyan Ats-Tsauri r.a. memiliki daya ingat yang luar biasa. la  hafal 300.000 hadis, tetapi hanya sepersepuluhnya yang diriwayatkannya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-7429614967580061633?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/7429614967580061633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/wali-murid-teladan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7429614967580061633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/7429614967580061633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/wali-murid-teladan.html' title='Wali Murid Teladan'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-1479016596239243520</id><published>2010-05-14T21:59:00.001-07:00</published><updated>2010-11-22T10:33:47.564-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Akibat Fatal Salah Niat</title><content type='html'>&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:8279YdZA7Iw1wM:http://muslimstory.files.wordpress.com/2009/12/hell.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:8279YdZA7Iw1wM:http://muslimstory.files.wordpress.com/2009/12/hell.jpg" style="float: right; height: 150px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 113px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: #000099; font-family: Mudir MT; font-size: 130%;"&gt;وأخرج الإمام الترمذي في سننه  بسنده, عن عقبة بن مسلم أن شفيا الأصبحي حدثه : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-family: Mudir MT; font-size: 130%;"&gt; أنه دخل المدينة فإذا هو برجل قد اجتمع عليه  الناس, فقال:&lt;br /&gt;من هذا؟&lt;br /&gt;فقالوا: أبو هريرة,&lt;br /&gt;فدنوت منه حتى قعدت بين يديه وهو  يحدث الناس. فلما سكت وخلا قلت له:&lt;br /&gt;أنشدك بحق وبحق لما حدثتني حديثا سمعته  من رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته,&lt;br /&gt;فقال أبو هريرة: افعل  لأحدثنك حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته,&lt;br /&gt;ثم نشغ  أبو هريرة نشغة فمكثنا قليلا ثم أفاق فقال:&lt;br /&gt;لأ حدثنك حديثا حدثنيه رسول  الله صلى الله عليه وسلم في هذا البيت ما معنا أحد غيري وغيره,&lt;br /&gt;ثم نشغ أبو  هريرة نشغة شديدة, ثم أفاق ومسح وجهه وقال:&lt;br /&gt;أفعل لأ حدثنك حديثا حدثنيه  رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا وهو في هذا البيت ما معنا أحد غيري  وغيره,&lt;br /&gt;ثم نشغ أبو هريرة نشغة شديدة, ثم مال خارا على وجهه, فأسندته طويلا,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #000099; font-family: Mudir MT; font-size: 130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #000099; font-family: Mudir MT; font-size: 130%;"&gt;ثم أفاق فقال:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #000099; font-family: Mudir MT; font-size: 130%;"&gt;حدثني رسول الله  صلى الله عليه وسلم أن الله تبارك وتعالى إذا كان يوم القيامة ينزل إلى  العباد ليقضي بينهم وكل أمة  جاثية, فأول من يدعو به رجل جمع القرآن, ورجل قتل في سبيل الله, ورجل كثير  المال, فيقول الله للقارئ:&lt;br /&gt;ألم أعلمك ما أنزلت على رسولي؟&lt;br /&gt;قال: بلى يا رب.&lt;br /&gt;قال: فماذا عملت فيما علمت؟&lt;br /&gt;قال: كنت أقوم به آناء الليل  وآناء النهار,&lt;br /&gt;فيقول الله له: كذبت,&lt;br /&gt;وتقول له الملائكة: كذبت,&lt;br /&gt;ويقول الله:  بل أردت أن يقال إن فلانا قارئ فقد قيل ذلك,&lt;br /&gt;ويؤتى بصاحب المال  فيقول الله له: ألم أوسع عليك حتى لم أدعك تحتاج إلى أحد؟&lt;br /&gt;قال: بلى يا رب.  قال: فماذا عملت فيما آتيتك؟&lt;br /&gt;قال: كنت أصل الرحم, وأتصدق,&lt;br /&gt;فيقول الله له:  كذبت,&lt;br /&gt;وتقول له الملائكة: كذبت,&lt;br /&gt;ويقول الله تعالى: بل أردت أن يقال فلان  جواد وقد قيل ذلك,&lt;br /&gt;ويؤتى بالذي قتل في سبيل الله, فيقول الله له: فيما ذا  قتلت؟&lt;br /&gt;فيقول: أمرت بالجهاد في سبيلك فقاتلت حتى قتلت,&lt;br /&gt;فيقول الله تعالى له:  كذبت,&lt;br /&gt;وتقول له الملائكة: كذبت,&lt;br /&gt;ويقول الله: بل أردت أن يقال فلان جريء  فقد قيل ذلك.&lt;br /&gt;ثم ضرب رسول الله صلى الله عليه وسلم على ركبتي فقال:&lt;br /&gt;يا أبا  هريرة: أولئك الثلاثة أول خلق الله تسعر بهم النار يوم القيامة&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #000099; font-family: Mudir MT; font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="أخرج الإمام الترمذي في سننه بسنده, عن عقبة  بن مسلم أن شفيا الأصبحي حدثه :"&gt;Imam At-Tirmidzi dalam  kitab Sunan, dengan sanadnya, dari Oqbah bin Muslim bahwa Syafiyy  Al Asbahi bercerita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="أنه دخل المدينة فإذا هو برجل قد اجتمع عليه الناس, فقال: من هذا؟"&gt;Dia memasuki kota Madinah dan mendapati satu orang yang dikerumuni banyak orang, ia bertanya:&lt;br /&gt;"Siapa ini?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فقالوا: أبو هريرة,  فدنوت منه حتى قعدت بين يديه وهو يحدث الناس."&gt;Mereka menjawab: "Abu  Huraira".&lt;br /&gt;Aku mendekat hingga duduk tepat di depannya, sementara beliau terus berceramah. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فلما سكت وخلا قلت له: أنشدك بحق وبحق لما حدثتني حديثا سمعته من  رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, فقال أبو هريرة: افعل لأحدثنك  حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, ثم نشغ أبو هريرة  نشغة فمكثنا قليلا ثم أفاق فقال"&gt;Ketika ia selesai dan  senggang  aku mengatakan kepadanya:&lt;br /&gt;"Saya benar-benar mendesak Anda untuk mengatakan kepada saya sebuah hadits yang anda dengar dari Rasul  Allah saw dan anda fahami".&lt;br /&gt;Kata Abu Huraira: "Akan saya lakukan, saya akan menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah saw yang telah saya fahami".&lt;br /&gt;Kemudian beliau pingsan sebentar. Kami diam sejenak, setelah beliau tersadar beliau kembali berkata:&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فلما سكت وخلا قلت له: أنشدك بحق وبحق لما  حدثتني حديثا سمعته من  رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, فقال أبو هريرة: افعل لأحدثنك  حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, ثم نشغ أبو هريرة  نشغة فمكثنا قليلا ثم أفاق فقال"&gt;Saya akan menyampaikan  sebuah hadits dari Rasulullah saw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فلما سكت وخلا قلت له: أنشدك بحق وبحق لما حدثتني حديثا سمعته من  رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, فقال أبو هريرة: افعل لأحدثنك  حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, ثم نشغ أبو هريرة  نشغة فمكثنا قليلا ثم أفاق فقال"&gt; yang beliau ajarkan kepada saya di rumah ini, dan saat itu tidak ada orang selain saya dan beliau saw".&lt;br /&gt;Abu Huraira kembali pingsan, setelah siuman beliau mengusap wajahnya dan berkata:&lt;br /&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فلما سكت وخلا قلت له: أنشدك بحق وبحق لما  حدثتني حديثا سمعته من  رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, فقال أبو هريرة: افعل لأحدثنك  حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, ثم نشغ أبو هريرة  نشغة فمكثنا قليلا ثم أفاق فقال"&gt;Saya akan menyampaikan  sebuah hadits dari Rasulullah saw&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فلما سكت وخلا قلت له: أنشدك بحق وبحق لما حدثتني حديثا سمعته من  رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, فقال أبو هريرة: افعل لأحدثنك  حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, ثم نشغ أبو هريرة  نشغة فمكثنا قليلا ثم أفاق فقال"&gt; yang beliau ajarkan  kepada saya di rumah ini, dan saat itu tidak ada orang selain saya dan  beliau saw".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فلما سكت وخلا قلت له: أنشدك بحق وبحق لما حدثتني حديثا سمعته من  رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, فقال أبو هريرة: افعل لأحدثنك  حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم عقلته وعلمته, ثم نشغ أبو هريرة  نشغة فمكثنا قليلا ثم أفاق فقال"&gt;&lt;br /&gt;Beliau pingsan lagi, jatuh tersungkur di atas wajahnya. Aku menyandarkannya beberapa saat, hingga beliau siuman dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title=": لأ حدثنك حديثا  حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم في هذا البيت ما معنا أحد غيري وغيره,  ثم نشغ أبو هريرة نشغة شديدة, ثم أفاق ومسح وجهه وقال: أفعل لأ حدثنك  حديثا حدثنيه رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا وهو في هذا البيت ما"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="معنا أحد غيري  وغيره, ثم نشغ أبو هريرة نشغة شديدة, ثم مال خارا على وجهه, فأسندته طويلا,  ثم أفاق فقال:"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="حدثني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن الله تبارك وتعالى إذا كان  يوم القيامة ينزل إلى العباد ليقضي بينهم وكل أمة جاثية, فأول من يدعو به  رجل جمع القرآن, ورجل قتل في سبيل الله, ورجل كثير المال, فيقول الله  للقارئ: ألم أعلمك ما أنزلت"&gt;"Rasulullah  saw menyampaikan kepadaku bahwa perdamaian Allah saw bahwa Allah Maha Kuasa ketika hari kiamat turun ke tempat hambaNya untuk menjadi hakim mereka, setiap bangsa berlutut. Yang pertama  dari dipanggil adalah orang yang hafal Alquran,  orang yang  terbunuh dalam peperangan di jalan Allah, dan orang yang banyak harta, Allah berkata kepada  pembaca:&lt;br /&gt;"Bukankah Aku telah mengajarkan kepadamu tentang apa yang Aku turunkan untuk RasulKu&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="على رسولي؟"&gt;?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="قال: بلى يا رب."&gt;Dia berkata: "Ya, ya  Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="قال: فماذا عملت فيما علمت؟"&gt;&lt;br /&gt;Dia berkata: "Apa yang telah engkau perbuat dengan ilmu yang engkau ketahui?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="قال: كنت أقوم به آناء الليل وآناء النهار,  فيقول الله له: كذبت, وتقول له الملائكة: كذبت, ويقول الله: بل أردت أن  يقال إن فلانا قارئ فقد قيل ذلك, ويؤتى بصاحب المال فيقول الله له: ألم  أوسع عليك حتى لم أدعك تحتاج"&gt;Dia berkata: "Aku selalu shalat pada malam dan dan siang hari".&lt;br /&gt;Allah menyanggah: "Bohong kamu!".&lt;br /&gt;Malaikat-Nya juga berkata: "Bohong kamu!".&lt;br /&gt;Allah mengatakan: "Tapi kau ingin dikatakan bahwa Fulan adalah seorang Qari' (pembaca Al Qur'an) dan itu sudah dikatakan".&lt;br /&gt;Kemudian didatangkan pemilik harta dan Allah  berkata kepadanya:&lt;br /&gt;"Bukankah Aku telah meluaskan rizkimu sehingga kamu tidak butuh uluran orang lain&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="إلى أحد؟"&gt;?".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="قال: بلى يا رب."&gt;Dia berkata: "Ya, ya  Tuhan".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" title="قال: فماذا عملت فيما آتيتك؟"&gt;Allah bertanya : "Apa yang  kamu perbuat dengan apa yang Aku berikan?&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="قال: كنت أصل الرحم, وأتصدق, فيقول الله له: كذبت, وتقول له  الملائكة: كذبت, ويقول الله تعالى: بل أردت أن يقال فلان جواد وقد قيل ذلك,  ويؤتى بالذي قتل في سبيل الله, فيقول الله له: فيما ذا قتلت؟"&gt;".&lt;br /&gt;Dia menjawab: "Aku selalu menyambung tali persaudaraan dan bersedekah".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="قال: كنت أقوم به آناء الليل وآناء النهار,  فيقول الله له: كذبت, وتقول له الملائكة: كذبت, ويقول الله: بل أردت أن  يقال إن فلانا قارئ فقد قيل ذلك, ويؤتى بصاحب المال فيقول الله له: ألم  أوسع عليك حتى لم أدعك تحتاج"&gt;Allah menyanggah: "Bohong  kamu!".&lt;br /&gt;Malaikat-Nya juga berkata: "Bohong kamu!".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="long_text" id="result_box"&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="قال: كنت أصل الرحم, وأتصدق, فيقول الله له: كذبت, وتقول له  الملائكة: كذبت, ويقول الله تعالى: بل أردت أن يقال فلان جواد وقد قيل ذلك,  ويؤتى بالذي قتل في سبيل الله, فيقول الله له: فيما ذا قتلت؟"&gt;&lt;br /&gt;Allah mengatakan: "Tapi kau ingin dikatakan sebagai seorang dermawan dan hal itu sudah dikatakan".&lt;br /&gt;Selanjutnya didatangkan orang yang terbunuh dalam peperangan di jalan Allah, Allah bertanya kepadanya: "Atas alasan apa kamu dibunuh?".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="فيقول: أمرت  بالجهاد في سبيلك فقاتلت حتى قتلت, فيقول الله تعالى له: كذبت, وتقول له  الملائكة: كذبت, ويقول الله: بل أردت أن يقال فلان جريء فقد قيل ذلك."&gt;Dia mengatakan:  "Aku diperintahkan untuk berjihad di jalanMu, aku berperang sehingga aku terbunuh".&lt;br /&gt;Allah SWT  berkata kepadanya: "Bohong!".&lt;br /&gt;Dan para malaikat juga berkata : "Bohong!".&lt;br /&gt;Allah mengatakan: "Tapi kau hanya ingin dikatakan fulan  berani dan itu telah dikatakan".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" style="background-color: white;" title="ثم ضرب رسول الله صلى الله عليه وسلم على  ركبتي فقال يا أبا هريرة: أولئك الثلاثة أول خلق الله تسعر بهم النار يوم  القيامة."&gt;Kemudian Rasulullah saw menepuk lututku dan berkata:&lt;br /&gt;"Wahai Abu Huraira! mereka  adalah makhluk pertama yang menjadi bahan bakar api neraka pada  hari kiamat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-1479016596239243520?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/1479016596239243520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/akibat-fatal-salah-niat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1479016596239243520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/1479016596239243520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/akibat-fatal-salah-niat.html' title='Akibat Fatal Salah Niat'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-5803685777818730169</id><published>2010-05-12T19:24:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:34:17.552-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dirasat'/><title type='text'>Niat pun harus dipelajari</title><content type='html'>&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:06pmfDOQHK-b6M:http://ferylinggar.files.wordpress.com/2008/04/airterjuntinoor_large.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:06pmfDOQHK-b6M:http://ferylinggar.files.wordpress.com/2008/04/airterjuntinoor_large.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 113px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:06pmfDOQHK-b6M:http://ferylinggar.files.wordpress.com/2008/04/airterjuntinoor_large.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tidak pernah mengobati sesuatu yang lebih berat dari pada niatku&lt;/span&gt;". Begitu Sufyan Ats Tsaury menasehati kita dengan segala kerendahan hati. Sebuah tradisi ulama' pewaris para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat menempati posisi penting dalam setiap gerak ibadah anak manusia. Tidak terkecuali dalam penitian jembatan ilmu. Lurus dan melencengnya terbukti berpengaruh kuat terhadap kesungguhan proses dan keberkahan ilmu itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Yang perlu menjadi kewaspadaan kita adalah tabiat niat yang diciptakan untuk bersembunyi di sudut ruang relung hati, bahkan tidak jarang kita sendiri tidak mampu mendeteksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah benarkah niat kita dalam menuntut ilmu ini? Untuk menghilangkan kebodohan dari pribadi kita?&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan ada keinginan untuk untuk muncul ke permukaan?&lt;br /&gt;Atau sekedar untuk mengungguli orang lain?&lt;br /&gt;Atau sarana untuk layak menerima pendapatan lebih besar?&lt;br /&gt;Atau untuk ditempatkan di posisi tinggi dalam masyarakat?&lt;br /&gt;Atau ada niatan lain yang belum bisa didiagnosa karena kita tidak mau jujur dengan diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya ilmu yang harus terus menerus kita cari dan kita pelajari, niat adalah mata pelajaran yang membutuhkan kejujuran, kesungguhan, dan kerja keras tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat belajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-5803685777818730169?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/5803685777818730169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/niat-pun-harus-dipelajari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5803685777818730169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/5803685777818730169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/niat-pun-harus-dipelajari.html' title='Niat pun harus dipelajari'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5173494776468305544.post-6494862902320434667</id><published>2010-05-05T01:11:00.000-07:00</published><updated>2010-11-22T10:34:41.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><title type='text'>Guru</title><content type='html'>&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:nyO1bRzCD804QM::tatangsyarifudin.files.wordpress.com/2009/11/guru-penyuluh-hidup-kami.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=268&amp;amp;w=189&amp;amp;usg=__QJkA6UpnsNE_pdQFXESTfmTkJu0=" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:nyO1bRzCD804QM::tatangsyarifudin.files.wordpress.com/2009/11/guru-penyuluh-hidup-kami.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=268&amp;amp;w=189&amp;amp;usg=__QJkA6UpnsNE_pdQFXESTfmTkJu0=" style="float: right; height: 268px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 189px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Arab, guru disebut &lt;i&gt;al-mu’allim&lt;/i&gt;. Kata &lt;i&gt;al-mu’allim&lt;/i&gt;  merupakan ism fail dari kata &lt;i&gt;‘allama yu’allimu&lt;/i&gt;, artinya  transfer ilmu atau mengajar. Dalam Al-Qur’an Allah menegaskan bahwa  tugas para nabi adalah mengajarkan Al-Kitab dan Al-Hikmah (&lt;i&gt;wa  yu’allimuhul kitaaba wal hikmah&lt;/i&gt;). Allah berfirman: &lt;i&gt;“Sungguh  Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah  mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri,  yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa)  mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah. Dan  sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar  dalam kesesatan yang nyata.”&lt;/i&gt; (Ali Imran : 164). Dan dari ayat ini  setidaknya ada tiga tugas pokok seorang rasul yang bisa dijadikan  pegangan oleh setiap guru atau pendidik (murabbi):&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama:&lt;/i&gt; Membacakan ayat-ayat Allah (&lt;i&gt;tilawah&lt;/i&gt;).  Maksud ayat-ayat Allah: (a) &lt;i&gt;ayaatullah al-masyhuudah&lt;/i&gt; (ayat-ayat  Allah yang nampak di alam semesta). Di sini seorang guru harus juga  mempunyai wawasan keilmuan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan  dan penemuan-penemuan nya. Tentu dalam hal ini sangat dianjurkan untuk  menggunakan tehnologi sebagai sarana yang paling efektif untuk  menjelaskan hal tersebut. (b) &lt;i&gt;ayaatullah al-matluwah&lt;/i&gt; (ayat-ayat  Allah yang terbaca dalam Al-Qur’an). Di sini seorang guru harus juga  mempunyai wawasan tentang wahyu. Lebih dari itu ia juga harus mempunyai  iman yang kuat, sebab dari iman yang kuat pesan-pesan wahyu akan mudah  dipahami secara mendalam. Sungguh, tidak sedikit murid yang salah paham  tentang maksud Al-Qur’an, karena sang guru yang mengajarkannya tidak  beriman. Itulah rahasia mengapa ulama terdahulu selalu mensyaratkan  kebersihan jiwa untuk mendapatkan ilmu Allah swt. Sebab ilmu Allah  adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak mungkin bersenyawa dengan para  pendosa. Dari semua itu kita paham bahwa seorang guru tidak lain hanya  mentransfer ajaran wahyu agar regenerasi kehambaan kepada Allah –  sebagai Pemilik langit dan bumi – terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua: &lt;/i&gt;Membersihkan jiwa (&lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt;). Kata &lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt;  dalam Al-Qur’an sangat penting kedudukannya. Allah swt. Mengulang-ulang  kata tersebut sebagai keniscayaan untuk mencapai kepatuhan sejati.  Ketika Nabi Musa as. diperintahkan untuk berdakwah kepada Firaun, Allah  memerintahkan agar pertama-tama mengajaknya melakukan &lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt;.  Allah berfirman dalam surah An-Nazi’at, 18: &lt;i&gt;“Faqul hallaka ilaa an  tazakkaa &lt;/i&gt;(dan katakanlah (kepada Firaun): &lt;i&gt;“Adakah keinginan  bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).”&lt;/i&gt; Imam Abu Saud  dalam tafsirnya, menjelaskan beberapa dimensi &lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt;: (a)  Pembersihan jiwa dari penyakit hati: sombong, dengki, hasad dan lain  sebagainya. Berbagai maksiat dilakukan karena kesombongan. Firaun  mengaku tuhan karena perasaannya yang menipu, sehingga ia merasa hebat.  Seorang guru harus bekerja keras untuk membersihkan penyakit-penyakit  hati semacam ini. (b) Pembersihan jiwa dari aqidah yang salah. Sebab  kesalahan aqidah akan sangat mempengaruhi kesalahan perilaku. Banyak  orang yang tulus ingin berbuat baik, namun karena aqidahnya salah,  perilakunya malah membawa  malapetaka bagi kemanusiaan. (c) Pembersihan  jiwa dari dosa. Karena setiap dosa menyebabkan kekerasan hati. Bila hati  keras maka segala kebaikan tidak akan masuk. Allah berfirman dalam  surah Al-Baqarah ayat 74: &lt;i&gt;“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras  seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu  sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya  sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di  antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah.  Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga:&lt;/i&gt; Mengajarkan Al-Qur’an (&lt;i&gt;kitab&lt;/i&gt;) dan sunnah (&lt;i&gt;hikmah&lt;/i&gt;).  Maksudnya menyampaikan pesan wahyu secara utuh baik yang terdapat dalam  Al-Qur’an maupun yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Di sini ada  penekanan pentingnya menggabung antara Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam  pengajaran. Sebab antara kedua sumber ini saling melengkapi dan saling  menjelaskan. Tidak mungkin seorang paham Al-Qur’an dengan benar tanpa  merujuk kepada sunnah, sebab banyak dalam Al-Qur’an panduan-panduan  global yang sangat membutuhkan penjelasan As-Sunnah. Contoh perintah  shalat, dalam Al-Qur’an hanya berupa teks: &lt;i&gt;“Tegakkanlah shalat”,&lt;/i&gt;  tetapi bagaimana caranya secara detail terdapat dalam As-Sunnah. Itulah  rahasia mengapa Rasulullah saw. Bersabda: &lt;i&gt;shalluu kamaa ra  aitumuunii &lt;/i&gt;ushalli (shalatlah kalian sebagaimana aku shalat).&lt;br /&gt;Bila ditarik garis merah antara ketiga point di atas, kita akan  menemukan bahwa point pertama lebih bermakna sebagai upaya membangun  persepsi melalui &lt;i&gt;tilawah&lt;/i&gt;, namun &lt;i&gt;tilawah&lt;/i&gt; ini tidak  cukup tanpa dilengkapi dengan &lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt;, sebab dengan &lt;i&gt;tazkiyah&lt;/i&gt;  rohani akan hidup. Maka dengan hidupnya, akan tergerak kan secara  otomatis untuk melakukan tugas mulia yaitu &lt;i&gt;at-ta’lim&lt;/i&gt;. Ini semua  menunjukkan betapa mulianya seorang guru karena tugasnya. Dan betapa  dekatnya tugas seorang guru dengan tugas-tugas kenabian. &lt;i&gt;Wallahu  a’lam bisshawab&lt;/i&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5173494776468305544-6494862902320434667?l=madrasah-daris.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/feeds/6494862902320434667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/guru.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6494862902320434667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5173494776468305544/posts/default/6494862902320434667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://madrasah-daris.blogspot.com/2010/05/guru.html' title='Guru'/><author><name>madrasah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01756690071513329499</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_ACy5DwNeTZo/TP0NLdI8elI/AAAAAAAAACw/IJTmmXLonWs/S220/DSC00186.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
