Rabu, 07 November 2012

MENGABADIKAN NILAI-NILAI KEBAIKAN DALAM IBADAH HAJI


Syariat Islam ini dititahkan oleh Allah dalam rangka pengejawantahan terhadap diri manusia agar menjadi pribadi-pribadi unggul; bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala. Ya, jika kita teliti ayat-ayat yang menyitir perintah ibadah itu akan kita dapati berujung pada nilai ketakwaan yang tidak lain merupakan karakter tertinggi pada manusia.

Jumat, 14 September 2012

PENDIDIKAN ANAK, TUGAS IBU ATAUKAH AYAH?

Banyak orang yang mengidam-idamkan hidup ditengah keluarga yang bahagia, harmonis dan sejahtera. Namun banyak diantara mereka yang harapannya tidak menjadi kenyataan kandas di tengah jalan, sehingga harapan itu tinggalah menjadi harapan semata.

Benarkah anakku nakal?


                Sering kali orang tua menghukum anaknya atau memarahinya dengan dalih bahwa ia anak nakal. Kesimpulan ini diambil berdasarkan sudut pandang bahwa anak yang tidak taat dan tidak rapi adalah nakal dan pantas mendapat hukuman. Padahal idealnya orang tua harus berusaha memahami mengapa anak memiliki sikap-sikap itu, dan mencoba mempelajari  apa sebenarnya yang harus dilakukan terhadap anaknya.

Keluarga, sekolah pertama


Di saat anak kita lahir, banyak doa yang menghampirinya agar kelak ia menjadi anak yang pintar dan shaleh-shalehah, begitulah harapan setiap orang tua.
                Banyak di antara mereka yang berfikir sederhana, bahwa keshalehan itu akan muncul dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia, apalagi jika ia disekolahkan atau "mondok" di pesantren, serasa lepas beban tanggung jawab pendidikan dan cukup aman cita-cita itu akan terwujud.

Senin, 28 November 2011

Sebuah kesetiaan

Perjanjian Hudaibiyah disepakati oleh Rasulullah saw. dan  pihak Quraisy yang diwakili oleh Suhail. Tertulis di antara poin perjanjian bahwa pihak muslimin harus mengembalikan setiap orang dari pihak Quraisy yang datang ke Madinah.

Belum sempat Rasulullah saw menandatanganinya datanglah Abu Jandal -putra Suhail sendiri- dalam keadaan terikat. Dari kondisinya terlihat bahwa ia telah mengalami siksaan yang berat dari kaum Quraisy. Dengan sinis Suhail pun berkata : "Ini untuk pertama kali kita berlakukan perjanjian kita!".

Sabtu, 29 Oktober 2011

Pondasi akhlak

Abdullah bin Mubarok berkata: "Aku belajar adab selama 30 tahun dan belajar keilmuan 20 tahun, mereka (generasi sebelum beliau) senantiasa belajar adab sebelum belajar keilmuan". (Ghayatun nihayah-Ibnul Jauzi).

Selasa, 20 September 2011

Bentengi dirimu!


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا، اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا

Rasulullah saw Sang Guru mengajarkan doa di atas yang artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan , kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun dan siksa kubur, ya Allah, beri jiwaku ketakwaannya, sucikan ia, Engkau sebaik-baik Dzat yang mensucikannya, Engkau walinya dan pemiliknya, ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', nafsu yang tidak kenyang dan doa yang tidak terkabulkan". (HR. Muslim).