Rabu, 16 April 2014

Para guru, maksimalkan fungsimu!



Guru memiliki peranan strategis dalam pendidikan anak bangsa setelah orang tua. Darinya mereka membangun budaya keilmuan dan bersamanya mereka membuka cakrawala berfikir seluas-luasnya.

Ada teori yang meyebutkan bahwa pembentukan pengetahuan seseorang dilakukan sendiri oleh orang itu dan bukan oleh guru, sehingga para guru hanya berfungsi mendorong para siswa agar aktif dalam pembelajaran untuk membentuk pengetahuannya sendiri. Dorongan para guru sangat memicu dan memacu para Siswa aktif dan giat belajar.

Kamis, 13 Maret 2014

Jika Harus Marah, Marahlah yang Bijak!



Tak semua keinginan dan kemauan orang tua dilakukan oleh anak, entah karena ia tidak mampu atau karena tidak mau. Hal ini sering kali menjadi pemicu sikap marah kita sebagai orang tua.
Sebagaimana sikap yang lain, marah adalah sikap yang diciptakan oleh Allah sebagai fitrah manusia. Setidaknya setiap menghadapi hal yang tidak disukainya, terlintas keinginan untuk marah. Hanya saja ada yang dapat menahannya dan ada pula yang memperturutkannya baik dengan ucapan maupun tindakan.

Rabu, 05 Februari 2014

Menjelajah Jalan Hijrah



Rambu penunjuk arah di jalanan Mekkah membawa kita ke masa awal tumbuh kembangnya Islam. Nama-nama tempat yang dulu hanya seperti dongeng di buku cerita kini kita lewati dan kita singgahi. Ya, Allah telah menganugerahkan kenikmatan tiada tara dengan kesempatan menginjakkan kaki di bumi suci untuk melihat dari dekat tapak tilas perjalanan Nabi mulia Muhammad -shallallah 'alaihi wasallam- dan para shahabatnya yang mulia.

Senin, 06 Januari 2014

Bersahabat dengan pubertas



Masa pubertas anak seringkali dianggap sebagai masa yang paling sulit dihadapi oleh orang tua. Pasalnya anak dalam masa ini biasanya menunjukan indikasi 'pembangkangan' terhadap perintah siapapun demi memperlihatkan bahwa ia sudah besar dan tidak pantas lagi didekte ini dan itu.
Perlu kiranya para orang tua mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dalam masa ini dan selanjutnya berusaha menemukan cara yang tepat dalam berinteraksi dengan mereka. Ya, karena kesalahan dalam menentukan pola pendidikan bisa berakibat fatal pada saat ini dan di kemudian hari.

Minggu, 29 Desember 2013

Mengelola Kelas



     Benar kata para pakar pendidikan, bahwa guru adalah poros berputarnya bola pembelajaran. Selain mentransfer ilmu pengetahuan guru merupakan manajer di kelas peserta didiknya.
Layaknya manajer perusahaan, guru harus mengetahui satu per satu anak didiknya agar dapat menempatkannya pada pekerjaan secara tepat. Satu hal yang tidak boleh diabaikan, bahwa guru semestinya hafal nama murid-muridnya. Karena bagaimanapun anak yang dipanggil dengan namanya merasa dikenal dan diperhatikan, dan ini akan memberi stimulus tersendiri bagi anak untuk lebih dekat dengan sang guru selanjutnya. Baik saat pelajaran di kelas maupun dalam interaksi di luar kelas.

Renungan Haji 1434 H, Belajar di Rumah Ibrahim Alaihis Salam



Keluarga ayah para Nabi, Ibrahim 'alaihis salam, tidak dapat dipisahkan dari rangkaian manasik haji. Semua amalah haji sangat tersentral pada profil-profil mulia keluarga ini. Bagaimana tidak, Ka'bah yang merupakan kiblat umat Islam dan pusat putaran thawaf adalah bangunan hasil karya ayah-anak Ibrahim-Ismail 'alaihimas salam atas perintah Allah subhanahu wata'ala.

Minggu, 31 Maret 2013

Bukan Guru Bayaran!

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
"مَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ، وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ".

Dari Anas bin Malik ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa yang akherat adalah cita-citanya maka Allah akan menjadikan kekayaan ada dalam hatinya, akan mengumpulkan hal yang berserakan (dalam hidupnya), dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Namun barang siapa yang dunia adalah cita-citanya maka Allah akan menjadikan kefakiran berada di depan matanya, akan mencerai-beraikan apa yang sebelumnya utuh, sementara dunia yang datang kepadanya hanya apa yang dijatahkan untuknya". (HR. Tirmidzi).