Dalam bukunya "Memilih sekolah terbaik untuk anak" Alfie Kohn menyuguhkan kepada pembaca beberapa tanda-tanda sekolah yang baik. Hal ini perlu untuk diketahui khususnya bagi orang tua yang sedang memilih tempat anaknya dalam menuntut ilmu. Baik juga untuk para pengelola sekolah, setidaknya sebagai cermin sejauh mana mutu dan kualitas sekolahannya dari sudut ilmu pendidikan.
Rabu, 30 Juni 2010
Penyakit khas pesantren?
"Kalau belum kena gatal di pesantren belum disebut santri". Begitu kata orang yang mengaku pernah sekian tahun mondok. Barangkali karena ia telah putus asa menghadapi kejorokan ustadz dan santri, atau ia sendiri bermasalah dalam hal ini, atau memang tidak tahu bahwa Islam agama yang menjunjung tinggi kebersihan karena lingkungannya membentuk imej demikian.
Selasa, 29 Juni 2010
Kemana alumni pesantren?!
Jumlah pesantren di Indonesia sekurang-kurangnya 11.000 pesantren. Kalaupun setiap tahun masing-masing meluluskan 10 alumni maka akan muncul angka 110.000 lulusan. Pertanyaannya kemudian: Kemana alumni itu? dan Mengapa belum ada perubahan signifikan di masyarakat ini?
Sudah waktunya kita, pengelola pesantren, untuk mengevaluasi; apa yang salah dari pendidikan kita?
Sudah waktunya kita, pengelola pesantren, untuk mengevaluasi; apa yang salah dari pendidikan kita?
Tanggung jawab, harus!!!
"Seorang wanita Ghamidiyah datang kepada Rasulullah mengadukan bahwa ia telah berzina dan dari hasil perzinaannya ia mengandung. Sama halnya dengan perlakuan kepada Ma'iz. Rasulullah awalnya tidak mengindahkan permohonan dari wanita ini untuk ditegakkan hukum had (rajam) kepadanya.
Senin, 28 Juni 2010
Salman, murid Rasul saw dari Persia
Dari Persi datangnya pahlawan kali ini. Dan dari Persi pula Agama Islam nanti dianut oleh orang-orang Mu'min yang tidak sedikit jumlahnya, dari kalangan mereka muncul pribadi-pribadi istimewa yang tiada taranya, baik dalam bidang kedalaman ilmu pengetahuan dan ilmuan dan keagamaan, maupun keduniaan.
Minggu, 27 Juni 2010
Siswa suka marah
Sebenarnya ada dua perasaan dasar yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat pemarah. yaitu:
- Seorang anak memiliki keingintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Hal ini biasanya membuat ia kesal dan menuntunnya ke arah frustasi yang diungkapkan dengan marah-marah.
- Kemauan dan keinginannya untuk cepat menjadi besar. Biasanya anak-anak akan merasakan hal ini jika orang tua/guru sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya ke luar melalui kemarahan.
Guru harus membangun hubungan
Hubungan pribadi antara seorang murid dengan gurunya memberikan kesan yang mendalam dan tidak terlupakan. Guru -secara tidak langsung- membangun standar dalam pikiran muridnya yang secara sadar atau tidak sadar akan dijadikan contoh bagi murid tersebut dalam sikap dan tindakannya, sekarang atau di masa mendatang. Guru yang membangun hubungan dalam kasih sayang yang tulus dengan muridnya membuka peluang murid untuk bisa memiliki gaya hidup berdasarkan pada kebenaran Islam.
Langganan:
Postingan (Atom)