Selasa, 15 Desember 2015

Ketika Allah murka

Allah SWT Maha Santun, Maha Dermawan, Maha Mengetahui, dan Maha Kasih kepada setiap mukmin. Namun, jika Dia telah murka, maka murkaNya akan sangat keras. Allah berfirman:
“Sesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.” (QS. Al-Buruj: 12)

Jika Allah telah murka kepada seorang hamba, maka semua makhluk akan murka kepadanya. Para malaikat akan murka, benda-benda, tumbuh-tumbuhan, bahkan binatang pun akan murka. Seorang ahli ibadah mengatakan, “Sungguh, aku mengetahui dampak maksiatku ketika ada perubahan sikap pada binatang tungganganku dan pada istriku.” Ya, binatang pun dapat merasakan dampak maksiat itu.
Anehnya, masih saja ada orang yang rela membuat Allah murka demi kerelaan sebagian manusia. Melakukan sesuatu yang diharamkan oleh Allah demi atasannya di tempat kerja, demi istrinya, atau demi pelanggannya.
Subhanallah, ia tidak tahu bahwa orang-orang yang diupayakan kerelaannya itu pun akan murka kepadanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنِ الْتَمَسَ رِضَى اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَأَرْضَى النَّاسَ عَنْهُ، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخَطَ اللَّهُ عَلَيْهِ، وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ
“Barang siapa mencari ridho Allah dengan murka manusia, maka Allah akan ridho kepadanya dan akan menjadikan manusia ridho kepadanya. Dan barang siapa yang mencari ridho manusia dengan murka Allah, maka Allah akan murka kepadanya dan akan membuat manusia murka kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban, shahih)
Bila Allah telah murka kepada seseorang, maka ia tidak akan bahagia, meski ia melakukan apapun, kecuali jika murka Allah ini telah hilang. Lebih murka lagi jika orang itu bersikeras tetap dalam maksiatnya, maka murka Allah pun akan semakin keras.
Lalu, bagaimana kita dapat menghilangkan murka Allah? Bagaimana kita berinteraksi dengan Allah saat Dia murka?
Allah, Rabb kita, meskipun murka kepada hambaNya, namun Dia mengulurnya, dan tetap santun kepadanya. Kendati sah-sah saja Allah langsung membalas kejahatan yang dilakukannya. Tetapi Allah tetap memberi kesempatan yang dinamakan penguluran. Suatu tahapan yang bersifat sementara agar ia berupaya untuk mencari cara agar Allah kembali ridho sebelum terjadi sesuatu. Siapa saja di antara kita yang berada dalam tahapan ini sekarang, maka hendaknya ia memanfaatkannya sebaik mungkin sebelum berakhir. Ya, karena jika tenggat waktu tahapan ini habis, maka akan masuk tahapan yang bernama pembalasan.
Demikianlah, jika Allah murka, Dia tidak serta-merta membalasnya, tetapi akan membiarkan si pendosa dalam tahapan penguluran, barangkali ia mau kembali pada jalan ketaatan dan meninggalkan maksiatnya.
Terkadang Allah murka kepada seorang hamba namun dia tidak merasakannya. Bahkan ada yang hidup bertahun-tahun dalam kemurkaan Allah, dan yang membuatnya tetap hidup adalah kesantunan dan kasih sayang Allah SWT. Dialah Yang Maha Penyabar dan Maha Santun.
Jika ada yang bertanya, “Bagaimana kita bisa tahu bahwa Allah sedang marah kepada kita?”
Jawabannya mudah, ketika kita bersikukuh dalam kemaksiatan kita sangat dikhawatirkan bahwa Allah sedang murka kepada kita. Allah pantang dendam dan menzalimi hambaNya. Bahkan kasih sayang Allah melampaui murkaNya, sebagaimana yang Dia kabarkan kepada kita. 
Lalu, apa yang akan terjadi bila tahapan penguluran selesai?
Jika tahapan penguluran selesai, maka itu berarti tahapan pembalasan dimulai. Tahapan yang benar-benar sulit. Bentuknya pun beragam, Allah memilih sesuai kehendakNya dan disesuaikan dengan macam maksiatnya.
Nah, jika kita berada di tengah masa ini apa yang harus dilakukan? Kita harus segera umumkan kondisi darurat siaga satu sebelum terjadi apa-apa. Dalam kondisi seperti ini ada cara jitu yang dapat menghilangkan murka Allah SWT, dan keridhoanNya akan kembali kepada kita. Yaitu mencari siapa yang dapat mengeluarkan kita dari masa genting ini. Dan ternyata tidak ada yang bisa kecuali Allah sendiri. Allah berfirman:
“Berlarilah kalian menuju Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 50)
Dari sini kita tahu bahwa berinteraksi dengan Allah berbeda sekali dengan selainNya. Ya, Allah akan menyelamatkan kita jika kita hanya bersandar kepadaNya. Karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa:
لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ
“Tidak ada tempat pengungsian, tidak pula tempat keselamatan dari (murka)Mu kecuali kepadaMu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kita berlindung kepadaNya dariNya tanpa perantara apapun. Ini tidak akan dilakukan kecuali kepada Allah. Karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, orang yang paling cerdas dan yang paling mengenal Allah ini senantiasa berdoa:
اللهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridhoMu dari murkamu.” (HR. Muslim)
Kata-kata yang sangat tepat pada posisi yang semestinya. Allah telah memerintahkan kita untuk berdoa dan berjanji akan mengabulkannya. Maka sepantasnya kita meminta kepadaNya, berbicara denganNya sepenuh hati:
“Ya Allah janganlah Engkau murkai kami..
Ridhoi kami..
Sungguh, kami tidak memiliki siapa-siapa kecuali Engkau..
Kami tidak peduli apapun asal Engkau tidak murka kepada kami..
Ya Allah, Engkau adalah Tuhan kami, tiada sesembahan yang haq kecuali Engkau..
Maha suci Engkau, sungguh kami termasuk orang-orang yang zalim..”
Pasti Allah akan kembali ridho kepada kita. Dialah yang berfirman:
“Jika hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat, Aku akan kabulkan doa para pendoa saat mereka berdoa kepadaKu.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Kalau kita tidak mau mendekat dan memohon kepadaNya, maka allah akan semakin murka kepada kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّهُ مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
“Sesungguhnya barang siapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Tirmidzi, hasan)
Ya, manusia tidak akan mampu menerima murka dan kemarahan Allah. Satu lagi yang bisa menambah masalah kita dan mengancam masa penguluran, yaitu dosa kecil akan dianggap besar jika dilakukan pada saat Allah murka. Ini wajar, karena pada saat ridho kesalahan bisa dengan mudah dimaafkan, dan tidak demikian pada saat marah.
Bila seorang kekasih melakukan satu kesalahan
Maka kebaikannya akan mendatangkan 1000 pembela.
Ada satu hal penting yang harus kita ketahui tentang Allah. Yaitu, bahwa Allah itu ridho dengan cepat, cepat ridho meski hanya karena amalan yang sepele. Benar bahwa Allah berhak untuk mendapatkan banyak, namun karena kedermawananNya, cukup dengan hal yang sedikit Dia bisa ridho. Sekejap saja kita bertaubat kepadaNya, maka murkaNya akan berubah menjadi ridho, bahkan lebih dari itu, Dia akan sangat bahagia. Lebih bahagia daripada orang yang selamat dari bahaya nyata di depannya.
Kita harus berusaha untuk melakukan hal yang membuat Allah ridho kepada kita. Perlu kita ketahui bahwa Allah lebih ingin ridho kepada kita daripada keinginan kita untuk ridho kepadaNya. Allah sendiri berfirman:
“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisa’: 27-28)
Ya, Allah tidak akan mengusir seorang hamba dari rahmatNya. Namun sering kali tanpa guna, hamba itu sendiri yang menjauhkan dirinya dari rahmat itu. Seakan-akan dia bersikukuh untuk tetap bisa masuk neraka dan bisa membuat Allah murka. Meski demikian, Allah senantiasa mengajaknya untuk kembali, Allah tidak ingin marah, Allah ingin hamba itu kembali kepada cinta dan kasih sayangNya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
“Allah membentangkan tanganNya pada malam hari untuk menerima taubat para pendosa di siang hari, dan membentangkan tanganNya pada siang hari untuk menerima taubat pendosa di malam hari, hingga matahari terbit di arah barat.” (HR. Muslim)

Tidak terbayangkan perasaan kita jika ternyata Allah senang menerima kita yang penuh dengan dosa, apalagi ketika kelak di hari kiamat. Ya, itu pasti yang kita harapkan. Yang terpenting, saat ini kita harus berusaha agar Allah ridho kepada kita.
Artikel ini ditulis untuk www.markazinayah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar